Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Harga Cabe Di Pasar Marabahan Beranjak Turun

- Apahabar.com Rabu, 24 Juli 2019 - 17:07 WIB

Harga Cabe Di Pasar Marabahan Beranjak Turun

Pedagang cabe. Foto-Tribunnews.com

apahabar.com, MARABAHAN – Sempat menjadi barang mahal selama dua pekan berturut-turut, harga cabe berbagai varian di Pasar Marabahan mulai berangsur turun.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Barito Kuala, Rabu (24/07/2019), harga semua varian masing-masing turun sebanyak Rp10.000.

Cabe merah biasa yang semula berharga Rp70 ribu selama dua pekan terakhir, turun menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Sebenarnya cabe rawit lokal masih terbilang mahal, karena berharga Rp90 ribu per kilogram. Namun itu sudah lebih murah dari harga dua pekan sebelumnya sebesar Rp100 ribu.

Demikian pula cabe rawit tiung yang sudah dapat dibeli seharga Rp80 ribu per kilogram. Sedangkan dua pekan sebelumnya, varian cabe ini berbanderol Rp90 ribu atau naik Rp30 ribu di awal Juli 2019.

Sementara ikan asin berbagai jenis juga mengalami penurunan. Ikan asin gabus turun hingga Rp20 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Kemudian ikan asin sepat berharga Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp48 ribu. Sedangkan ikan asing telang kembali menjadi Rp150 ribu atau turun Rp10 ribu.

Penurunan ikan asin ini segaris dengan harga ikan segar. Gabus berukuran sedang sudah dapat ditebus seharga Rp60 ribu per kilogram atau turun sebanyak Rp20 ribu.

Demikian pula betok yang menjadi Rp40 ribu. Padahal sepekan sebelumnya, harga papuyu mencapai Rp70 ribu.

“Menghadapi Idul Adha, diperkirakan terjadi kenaikan harga beberapa bahan pokok seperti bawang merah dan cabe,” papar Gazali Rahman, Kasi Sarana Distribusi dan Komoditas Perdagangan Diskoperindag Batola.

“Namun kami juga berharap masyarakat tetap berbelanja sesuai kebutuhan, karena itu biasanya berpengaruh terhadap kenaikan harga bahan tertentu,” tandasnya.

Baca Juga: Seleksi Perangkat Desa, Batola Menggunakan CAT

Baca Juga: Sarah, Penderita Gagal Ginjal Itu Akhirnya Meninggal

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gudang Penyimpanan Batok Kelapa di Sekumpul Dilahap Api
apahabar.com

Kalsel

1 Orang Klaster Gowa di Kotabaru Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

EKSKLUSIF: Perjuangan Pasien Ulin 01 Selama di Ruang Isolasi
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Lelang Jabatan 3 Kadis, Terbuka Untuk Umum
apahabar.com

Kalsel

Institut Agama Islam Darussalam Martapura Bidik Status Universitas
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, 11 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kalsel Boleh Pulang
apahabar.com

Kalsel

Warga HSS Heboh Penemuan Mayat Perempuan Tertutup Karung
apahabar.com

Kalsel

Debat Publik Cagub-Cawagub Kalsel, KPU Siapkan 7 Materi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com