Akhir Februari Seluruh Nakes di Kalteng Sudah Divaksin Covid-19 Puluhan Personel Polda Kalsel Amankan Distribusi Vaksin ke Setiap Daerah Kadinkes Banjarmasin Covid-19, Sekretaris Gantikan Lurah Pemurus BREAKING NEWS! Calon Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Meninggal Terpapar Covid-19 Akhirnya, 2BHD Beber Pelanggaran TSM Pilbup Kotabaru dalam Sidang MK

Harga Sapi Naik, Minat Umat Islam Berkurban di Sampit Tetap Tinggi

- Apahabar.com Rabu, 17 Juli 2019 - 06:00 WIB

Harga Sapi Naik, Minat Umat Islam Berkurban di Sampit Tetap Tinggi

Penjual hewan kurban di Sampit, Masdar saat memberi makan sapi yang ada di kandangnya, Selasa (16/7/2019). Foto-antara.

apahabar.com, SAMPIT – Tidak lama lagi Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah tiba. Seluruh umat Islam akan merayakannya dengan melaksanakan ibadah kurban, memotong hewan sapi.

Hal ini pun lantas mempengaruhi harga hewan sapi. Namun, meski mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, warga di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tetap antusias membelinya.

“Minat umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban tetap tinggi. Harga ada kenaikan sekitar Rp1 juta per ekor. Harga sudah naik dari pemasok,” kata Masdar, penjual sapi kurban di Jalan HM Arsyad Sampit, seperti dikutip Antara, Selasa .

Masdar membeli sapi ras Bali yang didatangkan dari sejumlah daerah di Sulawesi pada awal Juli. Dia mendatangkan empat truk berisi 60 ekor sapi dan saat ini sudah laku sekitar 20 ekor.

Selama ini, penjual sapi di Sampit mendatangkan sapi dari Sulawesi dan Madura Jawa Timur. Masdar sengaja mendatangkan sapi ras Bali dari Sulawesi, karena selama ini sapi jenis ini paling banyak laku dan disukai pembeli karena dinilai dagingnya lebih banyak atau padat.

Tahun ini harga sapi yang dijual berkisar antara Rp13 juta untuk ukuran sedang hingga Rp29 juta untuk ukuran jumbo. Dia bersyukur karena hingga saat ini penjualan sapi cukup bagus.

Saat hari Raya Idul Adha tahun lalu, penjual sapi di Sampit mendatangkan sekitar 300 ekor sapi dari Sulawesi. Masdar berharap penjualan sapi kurban tahun ini meningkat. Dia siap mendatangkan sapi tambahan jika memang permintaan tinggi.

Pembeli tidak hanya berasal dari kawasan Kota Sampit, tetapi juga dari sejumlah kecamatan yang jauh dari pusat kota. Bahkan tahun lalu, Masdar bersama rekan-rekannya menjual sapi hingga ke daerah tetangga yakni Kabupaten Seruyan.

“Kami mendatangkan sapi dari luar daerah juga karena ingin membantu lantaran kebutuhan daging dan sapi kurban di daerah ini tinggi. Kalau tidak didatangkan dari luar daerah, bisa tidak cukup. Kasihan warga yang ingin berkurban,” tambah Masdar yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Sapi didatangkan ke Sampit menggunakan kapal laut. Dia bersyukur saat ini kondisi gelombang tidak terlalu tinggi sehingga sapi tiba dengan selamat, tetap sehat dan tidak ada yang sampai cedera.

Pria yang sudah empat tahun berjualan sapi kurban ini meyakinkan bahwa sapi kurban yang dijualnya bebas dari penyakit. Sapi yang dikirim ke Sampit sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan mendapat izin dari Balai Karantina di daerah pengirim.

Tidak hanya itu, setelah tiba di Sampit pun sapi-sapi itu kembali diperiksa oleh dokter hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur. Hal itu untuk memastikan sapi-sapi tersebut bebas dari penyakit.

“Sapi-sapi yang kami jual bebas dari penyakit seperti antraks, sapi gila dan penyakit lainnya. Kalau ada yang sakit pun langsung disuntik oleh dokter hewan agar sapi itu kembali sehat,” pungkas Masdar.

Baca Juga: Penyebaran Pangkalan Elpiji di Kalteng Tak Merata

Baca Juga: DPRD Palangkaraya Minta Pemkot Batasi Jumlah Minimarket

Sumber: Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Pelni Sampit: Tiket Dijual Sesuai Jumlah Tempat Tidur
apahabar.com

Kalteng

Covid-19 Bertambah, Wali Kota Palangka Raya Minta Warga Tak Panik
Vaksin

Kalteng

Tiba Malam Ini, Berikut Penampakan Tempat Penyimpanan Vaksin Covid-19 di Barut
apahabar.com

Kalteng

Diduga Diganggu Makhluk Halus, Anak Hilang Misterius di Kebun Sawit Pangkalan Bun Akhirnya Ditemukan!
apahabar.com

Kalteng

Gatriwara Tapin Sambangi Anak Panti Asuhan LKSA Budi At-Taqwa
Tak Kourum

Kalteng

Tak Kourum, Rapat Pembentukan Pansus Hak Angket DPRD Kapuas Ditunda
apahabar.com

Kalteng

Berbasis Digital, Desa di Kapuas Ini Pasang 32 CCTV
apahabar.com

Kalteng

Pacaran Hingga Tengah Malam di Taman Kapuas, Pasangan Ini Rasakan Akibatnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com