Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Harganas 2019; Acil Odah: Gaungkan Stunting Lebih Keras

- Apahabar.com Rabu, 3 Juli 2019 - 15:44 WIB

Harganas 2019; Acil Odah: Gaungkan Stunting Lebih Keras

Ketua TP PKK Kalsel Hj Raudatul Jannah ketika memberikan sambutan. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebagai bagian dari rangkaian acara perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tahun 2019. Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan menggelar seminar dengan tema pencegahan perkawinan usia dini dan stunting melalui 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di Hotel Rattan In, Rabu (3/7).

“Sebagai upaya melakukan percepatan dalam penurunan Stunting, banyak faktor diantaranya kekurangan gizi pada balita dan melahirkan pada usia muda,” Kata Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalsel, H Muhammad Muslim.

Dalam sambutannya, Muslim memaparkan angka pernikahan dini di Kalsel tahun 2010 menduduki urutan ketiga tertinggi di Indonesia dengan persentase sebesar 48,4 persen.

Berkaca dari hal tersebut, Ketua TP PKK Kalsel Hj Raudatul Jannah menyerukan agar terus mensosialisasikan Stunting dalam setiap kegiatan.

“Setiap ada kegiatan, interaksi, perkumpulan atau apapun itu dalam setiap kesempatan. Tolong sentilkan, sebutkan yang berkaitan dengan stunting,” pesan wanita yang akrab disapa Acil Odah ini kepada awak media.

Melalui seminar ini, dia berharap masyarakat dapat mengetahui ciri-ciri dan dampak negatif dari Stunting. Sehingga melalui pencegahan secara dini, bisa menurunkan angka Stunting maupun pernikahan usia muda di Kalsel.

“Karena stunting ini hilir hulunya banyak multifaktor, sehingga kita berharap masyarakat semua mengetahui tentang stunting,” ujar Istri orang nomor satu di Kalsel ini.

Pencegahan kasus Stunting pada anak-anak sebutnya bisa melalui perbaikan kualitas makanan, pola asuh anak serta perizinan pada sanitasi lingkungan.

“Kalau sekarang kita bisa menurunkan angka stunting, maka nanti di beberapa tahun kemudian generasi kita betul-betul bisa menjadi generasi yang berkualitas,” harapnya.

Seminar ini dihadiri oleh 430 orang dari berbagai lintas program dan sektor. Dengan tujuan memberikan informasi terkait kesehatan reproduksi, meningkatkan koordinasi antara lembaga keagaaman dan instansi lainnya, juga sebagai bentuk peran dan kerjasama organisasi wanita dan sektor terkait.

apahabar.com

Seminar pencegahan perkawinan usia dini dan stunting melalui 1000 HPK di Hotel Rattan In, Rabu (3/7). Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Baca Juga: Harganas 2019; Genre Indonesia Sampaikan KIE Dukung Pernikahan Ideal

Baca Juga: Garuda Tambah Frekuensi Penerbangan untuk Harganas XXVI, Simak Jadwalnya

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Asyik Indehoi, Pasangan Mesum di Tanah Laut Gelagapan Saat Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Sasar Terminal KM 6 Banjarmasin, Petugas Masih Dapati Warga Bandel Abaikan Perwali Nomor 68 2020
apahabar.com

Kalsel

Sertijab Danyon 621 Manuntung Barabai Dimeriahkan Atraksi Prajurit
apahabar.com

Kalsel

ODP di Batola Meningkat, Warga Diimbau Tenang
apahabar.com

Kalsel

Polisi Gerebek Rumah Terduga Pembunuh Kades di Tabalong!
apahabar.com

Kalsel

Portal Jalan Sawit PT BPP, Warga Antar Baru Didampingi Dayak Meratus
apahabar.com

Kalsel

Tenggelamnya Kapal Onrust (3-habis); Pembalasan Pasca Tenggelamnya Onrust
apahabar.com

Kalsel

Terjebak Macet, Kadinkes Kalsel Terpaksa Jalan Kaki 3 Km
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com