Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

Imbas Rumah Kosong, Alalak Dominasi Penunggak PDAM

- Apahabar.com Kamis, 18 Juli 2019 - 10:47 WIB

Imbas Rumah Kosong, Alalak Dominasi Penunggak PDAM

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, MARABAHAN – Pasca kenaikan denda pembayaran, kesadaran pelanggan PDAM Barito Kuala mulai meningkat. Namun masih tersisa sekian persen penunggak di Kecamatan Alalak.

Terhitung mulai April 2019, PDAM Batola meningkatkan nilai denda keterlambatan pembayaran dari Rp10 ribu menjadi Rp30 ribu per bulan.

Baca Juga: Batal Dibangun, Jembatan Alternatif Proyek Sungai Lulut Terkendala Anggaran

Sama seperti daerah lain, kenaikan tersebut sontak mengundang resistensi. Terlebih kualitas air yang dibayar, masih kurang memuaskan.

“Kami siap saja membayar tepat waktu, seandainya kualitas air juga baik. Terkadang kami malas bayar, karena air masih asam dan tiba-tiba bisa keruh,” seru Supian, warga di Jalan Veteran Marabahan.

Sementara warga lain di Alalak, Bahrudin, mengeluhkan debit air yang terbilang kecil, terutama di jam-jam pemakaian tertinggi.

“Memang kualitas air di Alalak sudah baik. Namun kalau siang, air terkadang tidak mengalir sama sekali. Padahal sudah dibantu pompa air listrik,” tukas Bahrudin.

Baca Juga: Polemik Perda Minol, Pengamat: Aturannya Susah Dipenuhi Pengusaha

Kendati demikian, kenaikan denda tersebut membuat efektivitas penagihan PDAM Batola meningkat sampai 85 persen dari sebelumnya cuma 65 hingga 70 persen.

“Setidaknya dalam dua bulan terakhir pasca kenaikan, efektivitas penagihan naik hingga 85 persen,” papar Kabag Administrasi dan Keuangan PDAM Batola, Nazhirni, Kamis (18/07/2019).

“Persentase penunggak terbanyak berada di Alalak yang notabene memiliki porsi pelanggan lebih banyak. Sebaliknya kecamatan lain seperti Tabukan, Barambai dan Wanaraya memiliki persentase rendah,” tambahnya.

Diduga persentase penunggak di Alalak bukan disebabkan perilaku masyarakat, melainkan terkait pertumbuhan perumahan.

Baca Juga: Polemik Batas Desa, Warga Jambu Baru Usir PT TAL

“Akibatnya terdapat rumah yang sudah terpasang aliran PDAM, tetapi masih belum ditempati. Oleh karena masih menetap di rumah lama, mereka justru lupa kewajiban membayar PDAM di rumah baru,” tukas Nazhirni.

Pun tidak sedikit rumah yang hanya menjadi objek investasi, sehingga dikunjungi sang pemilik dalam waktu-waktu tertentu. Imbasnya pembayaran beban PDAM pun bisa tertunggak berbulan-bulan.

“Sebenarnya kami tidak mengharapkan uang denda sebagai penerimaan. Kami hanya ingin pelanggan tertib, sehingga kami leluasa mengoperasionalkan PDAM,” beber Nazhirni.

Bahkan seandainya pembayaran tercapai 100 persen, PDAM mengklaim belum mendapatkan full cost recovery yang digunakan untuk membayar listrik, pembelian bahan kimia, perbaikan dan operasional lain.

Baca Juga: Hilangkan Penat, Satgas TMMD Mancing

“Andai full cost recovery, harga per kubik seharusnya bukan Rp2 ribu. Dengan harga pokok produksi air Rp7.900, kami bisa saja menaikkan tarif,” tegas Nazhirni.

“Namun kami juga harus mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat. Kalau harga terlalu tinggi, masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih,” tandasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Kotabaru Kembali Bergerak Naik
apahabar.com

Kalsel

Putra Bupati Balangan Jabat Ketua Dewan
apahabar.com

Kalsel

Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Kotabaru, IAID Turunkan 200 Mahasiswa
apahabar.com

Kalsel

Diterpa Isu Pencabulan, Ketua KPU Banjarmasin Klarifikasi ke KPU Kalsel
apahabar.com

Kalsel

SHM Buktikan Kerja Konkret Sebagai Anggota DPR RI
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan, Banjarmasin Berpetir
apahabar.com

Kalsel

Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Inilah Calon Haji Tertua Asal Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com