Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir Banjir, Ancaman Kelaparan Mengintai Warga Pejambuan Sungai Tabuk Bertambah 9.994, Positif Covid-19 Indonesia Dekati 1 Juta Kasus

Isyarat Kepergian Rindi, Calon Pengantin yang Tewas Ditusuk di Kandangan

- Apahabar.com Minggu, 14 Juli 2019 - 12:25 WIB

Isyarat Kepergian Rindi, Calon Pengantin yang Tewas Ditusuk di Kandangan

Undangan resepsi perkawinan dan kedua mempelai. Foto-Rahmawati for apahabar.com

Tiga hari sudah Rindi Rivaldi (24) pergi. Selama itu pula, Rahmawati tidak bisa tidur. Ia masih terngiang sang calon suami.

Simah, KANDANGAN

PEMUDA 24 tahun itu meninggalkan Rahmawati dan keluarga. Isyarat kepergiannnya sebelum tewas ditusuk bikin terenyuh.

Resepsi pernikahan keduanya dilangsungkan, Minggu 18 Agustus mendatang. Di kediaman sang perempuan, akad nikah digelar 3 hari sebelum itu.

Undangan pun sudah dicetak. Lengkap dengan foto pra-pernikahan keduanya.

Di atas sebuah sepeda motor, keduanya tampil mesra. Tak dinyana, semua rencana itu buyar. Calon mempelai pria menghadap Sang Khalik lebih dulu.

Rindi menjadi korban penusukan M Nor alias Utuh Payau. Kesimpulan sementara, tragedi berdarah ini dilatarbelakangi rasa cemburu.

Diduga dalam kondisi mabuk, pelaku mengamuk dan menusuk korban di kamar mandi hingga tewas, Jumat kemarin.

Ditemui di rumah orang tuanya di Desa Longawang Kecamatan Telaga Langsat, Minggu (14/7), raut sedih terpancar jelas dari wajah Rahmawati.

Ia tak lagi nafsu makan. Hanya minum segelas teh hangat sebagai penambah stamina tubuh. Sesekali air matanya menetes.

Ingatan akan calon suaminya masih sangat membekas. Sebelum tewas ditusuk, pada Kamis (11/7) malam, ada kata-kata Rindi yang mengisyaratkan kepergiannya.

Saat tengah duduk bersama, sambil berbincang Rindi berucap, “Sangguplah pian ulun tinggalkan.”

Sang calon suami sampai mengulang kata-kata itu sebanyak tiga kali. Tak punya firasat apapun, dengan santai Rahma menjawab, “Sanggup aja”.

Rahma begitu lantaran mengira Rindi akan kembali bekerja ke Sungai Danau. “Tidak tahunya pergi selamanya,” Rahma sambil terisak.

Selama ini Rindi dan Rahmawati menjalin hubungan LDR atau jarak jauh. Di Sungai Danau Batulicin, Rindi bekerja sebagai mekanik.

Pada Selasa (9/7) lalu, Rindi kembali ke Kandangan. Dari Sungai Danau untuk mengurus keperluan nikah ke KUA.

“Jadi besok harinya Rabu kami ke pergi ke KUA bersama-sama. Sekaligus menemani Rindi membagikan undangan perkawinan ke koleganya. Tak disangka pada Kamis, malam ia tewas ditusuk,” kata Rahma.

Sementara Siti Jamilah (42) ibu dari Rahmawati melihat sosok Rindi merupakan anak yang baik dan hormat pada orang tua.

Siti terpukul atas kepergian calon menantunya. Dirinya juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan puterinya itu.

Termasuk membeli ranjang, lemari dan pakaian hantaran puterinya. Pelaminan pun sudah dipesan untuk resepsi. Mereka hendak resepsi usai lebaran haji. “Tinggal menunggu hari H-nya saja lagi,” sesal Jamilah.

Saat ini, yang ia inginkan bagaimana puterinya bisa kembali normal. Beraktifitas seperti biasanya. Tidak lagi sedih.

Saat tahu calon suaminya ditusuk, hingga menemui di rumah sakit dalam keadaan meninggal, Rahma memang sempat pingsan. “Pada pemakaman juga pingsan, ” kata Jamilah ikut  terisak.

Kartu resepsi perkawinan belum dibagi mengingat masih lama resepsi itu digelar. Namun  Rindi memilih membagikannya duluan, sebelum ia kembali ke Sungai Danau untuk bekerja, Minggu ini.

“Sehingga setelah kembali ke Kandangan, langsung menyiapkan diri saja untuk akad nikah dan resepsi,” kata Jamilah.

Lantas, nasi sudah menjadi bubur. Rahmwati dan keluarga berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.

Sebelumnya, kurang dari 24 jam tim gabungan berhasil mengamankan penusuk Rindi. Utuh Payau diamankan di kediamannya, Desa Gumbil RT 001, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten HSS, Jumat (12/7) lalu, sekitar pukul 16.20.

“Kami amankan tanpa perlawanan,” jelas Kasatreskrim Polres HSS AKP Andi Setiawan, kepada apahabar.com.

Mereka yang terlibat dalam penangkapan adalah Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satreskrim, Satintelkam Polres HSS, dibantu Polsek Telaga Langsat.

Polisi turut mengamankan sebilah pisau lengkap dengan kumpang berwarna hitam terbuat dari kayu dan hulu berwarna abu-abu.

Sajam tersebut yang diduga kuat digunakan pelaku menghabisi nyawa korban pada Kamis, (11/7) malam.

“Dugaan sementara, motif pembunuhan karena cemburu,” jelas dia. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Telaga Langsat.

Saking banyaknya darah yang keluar, Rindi meregang nyawa di perjalanan menuju Rumah Sakit H Hasan Basri Kandangan.

apahabar.com

Siti Jamilah (42) dan Rahmawati mengatakan sosok Rindi merupakan anak yang baik dan hormat pada orang tua. Foto-apahabar.com/Simah

Baca Juga: Breaking News..!! Pembunuh Pemuda di Kandangan Akhirnya Tertangkap

Baca Juga: Kunjungi Calon Isteri, Pemuda Kandangan Tewas Ditusuk

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tanda Tanya Motif Pengunduran Diri Kasat Pol PP Baru
apahabar.com

Kalsel

Geber Minat Baca, Perpustakaan Batola Meluncurkan iPusda
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Amuntai dan Tiga Wilayah Kalsel Lainnya Masuk Peringatan Dini BMKG
apahabar.com

Kalsel

Uniska Wisuda 2.072 Sarjana, Ingat Pesan Rektor!!!
apahabar.com

Kalsel

Bapemperda Segera Menyusun Program Raperda
apahabar.com

Kalsel

Kasat Polair Polres HSU Sosialisasikan Perbup HSU Sampai Ujung Perbatasan Kalteng
apahabar.com

Kalsel

Dibayangi Covid-19, VC Gantikan Kunjungan ke Rutan Marabahan

Kalsel

Mabes Polri Apresiasi Kinerja Polres Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com