Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Januari-Juni, Puluhan Anak dan Perempuan Alami Kekerasan di Kalsel

- Apahabar.com Jumat, 26 Juli 2019 - 14:50 WIB

Januari-Juni, Puluhan Anak dan Perempuan Alami Kekerasan di Kalsel

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus kekerasan anak dan perempuan rupanya masih menghantui Kalimantan Selatan. Sepanjang Januari-Juni 2019, sudah tercatat sebanyak 90 kasus.

“Dari untuk Januari hingga Juni sudah ada 57 korban anak dan 33 korban peremajaan kasus yang kita tangani,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kalsel, Husnul Khatimah, kepada apahabar.com, Jumat (26/7).

Dari 57 kasus anak, paling banyak terjadi kekerasan seksual sampai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Rinciannya, 4 orang dari Kabupaten Balangan, Banjar 11 orang, Hulu Sungai Selatan (HSS) 4 orang, Hulu Sungai Tengah (HST) 1 orang, Kotabaru 16 orang, Tabalong 3 orang, Tanah Bumbu 1 orang, Tanah Laut 7 orang dan Tapin 4 orang.

Kemudian juga untuk tingkat Kota Banjarmasin dan Banjarbaru masing masing tiga orang yang mengalami kekerasan.

Sedangkan untuk kekerasan perempuan, Kabupaten Balangan 3 orang, Banjar 7 orang, Hulu Sungai Selatan (HSS) 5 orang, Hulu Sungai Utara (HSU) 4 orang, Kotabaru 7 orang, Tabalong 4 orang, Tanah Laut 1 orang, Tapin 1 orang dan Banjarmasin 1 orang.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin meminimalkan kekerasan anak dan perempuan.

Ke depan, dirinya menekankan kepada seluruh kabupaten/kota serta lintas instansi agar dapat bekerjasama.

“Bukan hanya DPPPA atau Dinas Sosial saja. Kalau kita lihat, ini harus ada kerja bareng antar dinas, karena keterkaitannya ada semua,” ucapnya.

Para pemangku kepentingan yang juga kepala daerah, juga harus konsen untuk menangani terhadap perlindungan perempuan dan anak ini.

Seperti pada Juni lalu, terjadinya kasus sodomi di Hulu Sungai Tengah (HST). Menanggapi itu, kalau melihat tren maraknya kasus anak di bawah umur ini, dia mengaku sangat prihatin dan miris sekali.

Apakah ini adanya pergeseran nilai-nilai agama yang mulai ditinggalkan atau bagaimana?

“Ini juga jadi masalah bagi kita semua, makanya saya bilang kalau berbicara ini, ya bukan hanya Dinas saja berbicara, dari sisi agamanya berbicara, dari adatnya berbicara,” harapnya.

Baca Juga: Rahasia Kekerasan Anak di HSS Turun

Baca Juga: Hari Anak Nasional: Kekerasan Anak Masih Hantui Banjarmasin

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Membandel, Kompetisi Game Online di Banjarmasin Utara Dibubarkan Petugas
apahabar.com

Kalsel

Hari Guru Nasional, Ketua Terpilih Himpaudi Kalsel Harapkan Kesetaraan Pendidik PAUD
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Jalan Retak Lebih dari 1 Kilometer di Desa Banua Lawas
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Kalsel Tambah 91 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak dari Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Penyebab Pria Bertato di Simpang Belitung Ngamuk Bacok Teman hingga Tewas
apahabar.com

Kalsel

HUT Lantas ke-65, Pekerja Harian Dapat Sembako dan Masker
apahabar.com

Kalsel

Lahan Kosong Eks Pelabuhan Lama Diduga Sengaja Dibakar
apahabar.com

Kalsel

Geger, Temuan Jasad Kakek di Landasan Ulin Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com