VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Jelang Iduladha, Batola Siapkan Ribuan Sapi Bali

- Apahabar.com Kamis, 25 Juli 2019 - 11:29 WIB

Jelang Iduladha, Batola Siapkan Ribuan Sapi Bali

Ribuan sapi potong tersedia di Barito Kuala untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di berbagai daerah. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sebagai salah satu sentra hewan ternak di Kalimantan Selatan, Barito Kuala sudah menyiapkan 2.493 sapi potong untuk keperluan Iduladha 2019.

Sapi-sapi berjenis sapi Bali tersebut tersebar di 10 kecamatan berbeda, paling banyak berada di Mandastana, Wanaraya, Belawang dan Barambai.

Mandastana tercatat menyimpan stok sebanyak 873 ekor atau 35,02 persen dari total sapi potong di Batola. Sentra sapi di Mandastana sendiri terletak di Desa Tabing Rimbah, Karang Indah dan Karang bunga.

Sedangkan Wanaraya memiliki stok sebanyak 639 ekor atau 25,63 persen dari total stok. Kemudian Belawang menyediakan 452 ekor sapi yang tersebar di Desa Karang Dukuh dan Karang Buah. Selanjutnya di Barambai, tersedia 243 ekor sapi.

“Puluhan sapi lain tersedia di Alalak, Rantau Badauh, Tamban, Anjir Pasar, Marabahan dan Jejangkit,” jelas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunak) Batola, H Alfian Noor, kepada apahabar.com, Kamis (25/07).

Mengingat kebutuhan di Batola hanya 200 sampai 300 ekor, sebagian besar sapi dilepas ke luar daerah seperti Banjarmasin, Tapin, hingga bahkan Kalimantan Tengah.

Harga sapi yang ditawarkan bervariasi berdasarkan bobot. Rata-rata sapi dengan berat 65 hingga 70 kilogram dijual seharga Rp13 juta.

“Dibandingkan sapi impor, harga sapi Bali lebih terjangkau. Bahkan dibandingkan sapi putih yang sama-sama berusia 1 tahun, daging sapi Bali juga lebih banyak,” yakin Alfian.

Selain lebih murah, sapi-sapi Bali dari Batola juga dijamin sudah terbebas dari penyakit jembrana.

“Dalam tahun-tahun sebelumnya, Batola memang sempat terpapar jembarana. Namun hal tersebut disebabkan kedatangan ternak dari luar tanpa sepengetahuan Disbunak Batola,” tukas Alfian.

“Meski sudah bebas, kami tetap melakukan vaksinasi jembarana setiap tahun lantaran penyebaran penyakit ini cukup mudah,” tandasnya.

Disebarkan lewat gigitan nyamuk dan lalat, sapi yang diserang jembrana mengalami demam tinggi. Selanjutnya sekitar 12 hari kemudian, sapi tersebut mendadak mati.

Baca Juga: Jokowi Sumbang Sapi Ongole Putih ke Kaltim

Baca Juga: Harga Sapi Naik, Minat Umat Islam Berkurban di Sampit Tetap Tinggi

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mengenal H Haderi, Legenda Gado-Gado Siring Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Tekan Penyalahgunaan Senpi, Polres Banjar Gelar Pemeriksaan
apahabar.com

Kalsel

Buka Pendaftaran, PDIP Cari Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Motor tak Bertuan di Banjarmasin Dikubur
apahabar.com

Kalsel

Barang Pokok di Balangan Aman Hingga Idul Fitri  
apahabar.com

Kalsel

Terhalang Aturan, Pemkab HST Tunda Lantik Puluhan Pejabat Fungsional
apahabar.com

Kalsel

Jasad di Irigasi Riam Kanan, Polisi Ungkap Hasil Visum
apahabar.com

Kalsel

Lewat Siaran Keliling, TP PKK Tanbu Sosialisasikan Pencegahan Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com