Resmi, Gugatan Anandamu Tunda Kemenangan Ibnu-Ariffin di Pilwali Banjarmasin Tidak Mau Diisolasi di Palembang, 2 Peserta PTQ asal Kalteng Kabur Tak Buat Bingung, Dewan Kalsel Minta Informasi Satu Pintu Soal Aktivitas Mudik Jelang Idulfitri, Disdag Banjarbaru Jamin Harga Bapokting Aman Sempat Viral, Waria Berjoget di Jembatan Paliwara Amuntai Akhirnya Minta Maaf

Jemaah Haji Indonesia Akan Nikmati Layanan Fast Track

- Apahabar.com Selasa, 2 Juli 2019 - 08:44 WIB

Jemaah Haji Indonesia Akan Nikmati Layanan Fast Track

Manasik Massal kedua di Aria Barito Hotel. Foto-apahabar.com/AHC 09

apahabar.com, BANJARMASIN – Sesuai dengan kebijakan baru yang ditetapkan oleh kementerian agama Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi, Jemaah Indonesia akan diberikan beberapa pelayanan istimewa yang dapat mempermudah kegiatan berhaji di tahun ini.

Menurut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Banjarmasin, H Burhan Noor, kebijakan tersebut antara lain adalah diberlakukan Fast Track atau jalur cepat. Hal ini disampaikannya dalam Penutupan Manasik Massal Jemaah Haji Banjarmasin, di Aria Barito, pada Senin (1/7) Siang.

“Tidak lagi jemaah itu berlama-lama mengantri hampir 5-6 jam di bandara melakukan proses biometrik,” ucap Burhan kepada apahabar.com.

Proses perekaman biometrik yang dulunya dilakukan di bandara Arab Saudi, kini wajib dilakukan sebelum pemberangkatan yaitu saat embarkasi haji.

“Prosesnya harus terlebih dahulu dilakukan dari daerah masing-masing. Dengan syarat harus menggunakan bukti biometrik dan dilampirkan dengan surat keterangan vaksin, tanpa itu visa tidak akan diterbitkan,” ungkap Burhan.

Baca Juga: Ini Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Banjarmasin

Baca Juga: Dinkes Ingatkan Calon Jemaah Haji Perhatikan Kesehatan

Dulu, sambung Burhan, bagi jemaah yang berada di wilayah Rei Bakhsy, yaitu jarak antara penginapan dan Masjid kurang dari 1 km, maka tidak mendapatkan layanan Bus Shalawat. Kebijakan tahun ini, layanan Bus Shalawat akan diberlakukan tanpa minimal jarak.

Selanjutnya, dalam manasik massal tersebut, jemaah diperingatkan agar memperhatikan barang bawaannya terutama terkait benda yang dilarang saat penerbangan maupun berhaji nantinya.

“Tidak ada lagi yang mencoba untuk membawa pemanas air dan semua barang yang disebut jamu,” urainya.

Kebijakan lainnya yang perlu diperhatikan para jemaah yaitu terkait angkutan saat menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina. Pemerintah hanya menyediakan setidaknya 22 bus, nantinya akan berkurang sesuai dengan jarak perjalanan.

“Memasuki dari Arafah menuju Muzdalifah akan tersisa 7 buah bus. Lalu dari Muzdalifah menuju Mina tersisa 5 bus. Insya Allah kita dapat supir dari Indonesia,” jelasnya.

“Insya Allah kebijakan lainnya akan disediakan Air Zam-Zam di Hotel nanti,” tambahnya.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Pastikan Jamaah Haji Telah Istitoah

Baca Juga: Manasik Massal Calon Haji Banjarmasin Berubah, Berikut Penjelesan Penyelenggara

Reporter: AHC09
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Situasi Terkini Jelang Haul Sekumpul 14; Jemaah Mulai Berdatangan
apahabar.com

Habar

Sudah 500 Relawan Kebersihan Haul Abah Guru Sekumpul Terdaftar
apahabar.com

Habar

Dirjend Bimas Kemenag: Aparatur KUA yang Nakal Itu Kurang Syukur
apahabar.com

Habar

Ustaz Somad Ungkapkan Kekaguman pada Ulama Banjar
apahabar.com

Habar

Sambut Silaturahmi IPNU-IPPNU, Pengajar Manbaussa’adah; ke-NU-an akan Jadi Mata Pelajaran
apahabar.com

Habar

Ziarah ke Kelampayan, KH Ma’ruf Amin Berharap Berkah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
apahabar.com

Habar

MUI Ajak Sambut Baik Ramadan Meski di Tengah Wabah
apahabar.com

Habar

Aktris Chacha Frederica Ungkap Alasan Mantap Memeluk Islam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com