Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Kalimantan Jadi Ibu Kota, Dayak Meratus Jangan Tergerus

- Apahabar.com Senin, 15 Juli 2019 - 19:58 WIB

Kalimantan Jadi Ibu Kota, Dayak Meratus Jangan Tergerus

Perkampungan di kaki gunung Meratus di kawasan Hulu Sungai Tengah. Ilustrasi Dok. Mapala Meratus

apahabar.com, BANJARMASIN – Masyarakat Adat Dayak Meratus tengah was-was sekaligus cemas.

Mereka khawatir eksistensi mereka tergerus sebagai efek pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan.

Hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), estimasi keseluruhan jumlah penduduk yang akan pindah sebanyak 1,5 juta. Rasa khawatir pun mencuat.

Dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota di Novotel Banjarbaru, Senin (15/7) siang, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Hulu Sungai Tengah (HST) ikut buka suara.

“Kita ingin pemerintah mengakui hak-hak masyarakat adat khusus di pegunungan Meratus. Dayak Meratus telah tersebar di pegunungan,” ucap Ketua Aman HST, Rubi.

Komunitas Dayak Meratus selama ini diketahui telah menghuni pegunungan tersebut jauh sebelum republik ini berdiri.

Mereka tersebar mulai Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, sampai dengan Tanjung-Tabalong.

Selain ingin diberi pengakuan hak, mereka ingin hutan adat khususnya di wilayah Pegunungan Meratus dilindungi.

Setidaknya ada 219 ribu hektar wilayah adat Dayak Meratus membentang di pegunungan itu. Di dalamnya ada sedikitnya ada 171 komunitas.

Rubi pun tak ingin dengan adanya rencana pemindahan ibu kota malah mengesampingkan hak-hak masyarakat adat Dayak Meratus.

Kendati demikian, pihaknya tetap legawa jika pemerintah pusat benar benar ingin Kalimantan, khususnya Kalsel jadi pengganti Jakarta.

Mewakili masyarakat Dayak Meratus Kalsel, Rubi berharap agar pemindahan pusat pemerintahan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Baik di tingkat pusat maupun daerah melalui RUU atau Perda Masyarakat Adat,” ujarnya.

Negara, sambung dia, dapat lebih berkembang dan maju. Dengan memberdayakan kearifan lokal. Serta kekayaan yang ada di negara sendiri. Baik alam, keragaman suku dan budaya.

“Semoga kesetaraan sosial baik dari segi pendidikan dan kesehatan dapat terpenuhi hingga tingkat pedesaan, pinggiran, pegunungan dan pelosok,” harapnya.

Menurutnya, negara dianggap berhasil berkembang dan maju karena masyarakatnya sejahtera dan dapat memanfaatkan kekayaan tanahnya sendiri.

“Bisa mempertahankan adat dan budaya sebagai identitas bangsa,” tandasnya.

Syafruddin H Maming, anggota DPR RI terpilih periode 2019-2014 menilai budaya dan adat istiadat Dayak Meratus takkan tergerus lantaran pindahnya ibu kota RI ke Kalsel.

apahabar.com

Syafruddin H Maming alias Cuncung. Foto-pikstagram.com

Berkaca pada masyarakat adat suku Badui, yang tetap eksis meskipun dekat dengan ibu kota negara, Jakarta. Begitu pula dengan suku Betawi yang dinilai tetap eksis di tengah perkembangan ibu kota negara.

Kondisi tersebut, tambah dia, malah baik untuk perkembangan ekonomi dan pembangunan daerah. Khususnya, memantik para investor untuk datang berinvestasi.

“Ini semata-mata untuk pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kalsel,” tandasnya. “Jadi masyarakat adat di Kalsel jangan cemas dan khawatir,” jelas Cuncung, sapaan karibnya.

Baca Juga: Bekas Menteri SBY Wanti-Wanti Rencana Jadikan Kalsel Ibu Kota RI

Baca Juga: Jika Kalsel Jadi Ibu Kota, Paman Birin Janji Keruk Sungai Martapura

Baca Juga: Di Kalsel, Bappenas Beberkan Alasan Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Baca Juga: Mengintip Keragaman Etnik Dayak Meratus di Balangan

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

George Floyd Mati di Tangan Polisi AS, Erdogan: Kami Akan Pantau Masalah Ini
apahabar.com

Nasional

Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik
Lelang Jalan Tol

Nasional

Pemerintah Tunda Lelang Jalan Tol Jembatan Balikpapan-Ibu Kota Negara
Cuti Bersama 2020 Ditambah, Benarkah?

Nasional

Cuti Bersama 2020 Ditambah, Benarkah?
apahabar.com

Nasional

Puluhan Ribu Orang Ikut Festival Banyuwangi Bershalawat
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sebut Teladan Nabi, Tuntunan Membangun Indonesia Maju
apahabar.com

Nasional

Serangan Roket Iran, Trump: Tak Ada WN Amerika yang Jadi Korban
apahabar.com

Nasional

Sempat Mencekam, Polisi: Situasi Penajam Sudah Pulih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com