Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Kalsel Beri Solusi ke Kalbar soal PPDB Sistem Zonasi

- Apahabar.com Kamis, 25 Juli 2019 - 15:55 WIB

Kalsel Beri Solusi ke Kalbar soal PPDB Sistem Zonasi

Kunjungan Komisi V DPRD Kalbar ke Dinas Pendidikan Kalsel dalam rangka Studi Banding mengenai proses penerimaan peserta didik baru di Dinas Pendidikan Kalsel, Selasa. Foto-apahabar.com/Fida

apahabar.com, BANJARBARU – Komisi V DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) bertandang ke Dinas Pendidikan Kalsel dalam rangka studi banding guna mencari masukan dan informasi soal penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, Kamis (25/7).

“Kami ingin melihat atau mengetahui sejauh mana Kalsel hingga dapat mengatasi persoalan masalah penerimaan siswa secara zonasi,” ujar Ketua Komisi V DPRD Kalbar Markus Amid.

Permasalahan PPDB di Kalbar dikarenakan sistem zonasi yang tidak fleksibel juga adanya ketimpangan jumlah antara sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

“Zonasi di Kalbar per kecamatan dan per jalan, sehingga banyak masalah. Contohnya ada anak yang rumahnya di belakang sekolah tetapi tidak bisa masuk ke situ karena perbedaan jalan,” paparnya.

Kata dia, di Kalbar sendiri jumlah SMA lebih sedikit dibandingkan jumlah SMP. Apalagi dengan adanya sistem zonasi, sehingga menyebabkan tidak tertampungnya para murid yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.

Kalsel dilihat memiliki kesamaan dalam hal permasalahan namun dapat mengatasinya dengan baik.

Dengan studi banding ke Kalsel, pihaknya akan segera membuat penambahan sekolah baru untuk SMA di Kalbar dan tidak lagi kaku dengan sistem zonasi.

“Dari diskusi tadi, kami dapat banyak hal, sangat memberi masukan untuk mengatasi masalah zonasi di Kalbar,” ujarnya mengakhiri.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Yusuf Effendi, dulu memang sempat ada masalah PPDB dengan sistem zonasi di Banjarmasin dan solusinya adalah dengan penggabungan empat kecamatan menjadi 3 zonasi.

“Sistem zonasi ini bertujuan untuk memudahkan, dan tahun ini berjalan dengan lancar, walaupun pasti ada masalah tetapi bukan masalah yang berarti,” ujarnya menjelaskan.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru: Bertambah 7 Positif, 5 Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Masih Tersisa Puluhan Slot, Tabalong Bakal Gelar Swab Massal Susulan
apahabar.com

Kalsel

Gubernur Kalsel Raih Penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka
apahabar.com

Kalsel

PPP Beri Sinyal Kuat Dukung Sahbirin Noor di Pilkada 2020
apahabar.com

Kalsel

Masih Banyak Pengunjung dan Pedagang di Pasar Tidak Kenakan Masker
apahabar.com

Kalsel

Tanpa Rapid Test, ODGJ-PSK Banjarmasin Tak Bisa Masuk
apahabar.com

Kalsel

Usai Lebaran, Pelajar Serbu Perpustakaan Palnam
apahabar.com

Kalsel

Gang Banjar, Eks Pengasingan Ratu Zaleha di Bogor Dibeli Saudagar Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com