Tak Sempat Telan Sabu, Warga Amuntai Keburu Diringkus Satresnarkoba HSU Pemerintah Tetapkan 1,3 Juta Formasi CPNS 2021 Pandemi Covid-19, Wakil Rakyat Banjarmasin Malah Minta Mobil Baru Gegara Bakar Sarang Tawon, Rumah di Balikpapan Baru Nyaris Ludes Patroli Gabungan di Tabalong, Petugas Sita Puluhan Elpiji 3 Kg!

Kalsel Beri Solusi ke Kalbar soal PPDB Sistem Zonasi

- Apahabar.com Kamis, 25 Juli 2019 - 15:55 WIB

Kalsel Beri Solusi ke Kalbar soal PPDB Sistem Zonasi

Kunjungan Komisi V DPRD Kalbar ke Dinas Pendidikan Kalsel dalam rangka Studi Banding mengenai proses penerimaan peserta didik baru di Dinas Pendidikan Kalsel, Selasa. Foto-apahabar.com/Fida

apahabar.com, BANJARBARU – Komisi V DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) bertandang ke Dinas Pendidikan Kalsel dalam rangka studi banding guna mencari masukan dan informasi soal penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, Kamis (25/7).

“Kami ingin melihat atau mengetahui sejauh mana Kalsel hingga dapat mengatasi persoalan masalah penerimaan siswa secara zonasi,” ujar Ketua Komisi V DPRD Kalbar Markus Amid.

Permasalahan PPDB di Kalbar dikarenakan sistem zonasi yang tidak fleksibel juga adanya ketimpangan jumlah antara sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

“Zonasi di Kalbar per kecamatan dan per jalan, sehingga banyak masalah. Contohnya ada anak yang rumahnya di belakang sekolah tetapi tidak bisa masuk ke situ karena perbedaan jalan,” paparnya.

Kata dia, di Kalbar sendiri jumlah SMA lebih sedikit dibandingkan jumlah SMP. Apalagi dengan adanya sistem zonasi, sehingga menyebabkan tidak tertampungnya para murid yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.

Kalsel dilihat memiliki kesamaan dalam hal permasalahan namun dapat mengatasinya dengan baik.

Dengan studi banding ke Kalsel, pihaknya akan segera membuat penambahan sekolah baru untuk SMA di Kalbar dan tidak lagi kaku dengan sistem zonasi.

“Dari diskusi tadi, kami dapat banyak hal, sangat memberi masukan untuk mengatasi masalah zonasi di Kalbar,” ujarnya mengakhiri.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Yusuf Effendi, dulu memang sempat ada masalah PPDB dengan sistem zonasi di Banjarmasin dan solusinya adalah dengan penggabungan empat kecamatan menjadi 3 zonasi.

“Sistem zonasi ini bertujuan untuk memudahkan, dan tahun ini berjalan dengan lancar, walaupun pasti ada masalah tetapi bukan masalah yang berarti,” ujarnya menjelaskan.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Program Kesehatan Gratis SHM-MAR Disambut Meriah oleh Warga Pulau Satu Kusan Hilir
apahabar.com

Kalsel

Adu Tangkas Perkuat Silaturrahmi Sesama Anggota Damkar Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pasar Wadai Ramadan Kotabaru Ditiadakan, Pedagang Hanya Diizinkan Jualan di Tempat ini
apahabar.com

Kalsel

Geger, Temuan Jasad Kakek di Landasan Ulin Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Waspadai Hujan Lokal dan Berpetir Hari Ini
Curanmor

Kalsel

Sindikat Curanmor Kalteng Diringkus di Pasar Sudimampir Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Catat Janji Denny Indrayana untuk Masyarakat Adat
apahabar.com

Kalsel

Pasar dan Drainase Kandaskan Impian Banjarmasin Raih Adipura Kencana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com