Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung

Kalsel Masuk Lima Besar Angka Kemiskinan Terendah

- Apahabar.com Rabu, 31 Juli 2019 - 08:15 WIB

Kalsel Masuk Lima Besar Angka Kemiskinan Terendah

Pemaparan materi dari Staf Khusus Presiden, Prof Ahmad Erani Yustika dalam forum diskusi perkembangan terkini Indonesia dan tantangan ke depan di Gedung Lecture Theater Universitas Lambung Mangkurat, Selasa (30/7) Siang. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Kalimantan Selatan masuk dalam lima besar angka kemiskinan terendah di Indonesia yaitu sebesar 4,55 persen hingga Maret 2019. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Presiden, Prof Ahmad Erani Yustika dalam forum diskusi perkembangan terkini Indonesia dan tantangan ke depan di Gedung Lecture Theater Universitas Lambung Mangkurat, Selasa (30/7) siang.

“Di Nasional 9,4 persen, artinya separuh dari angka kemiskinan di Indonesia. Ini capaian yang luar biasa,” ucap Erani.

Perkembangan pertumbuhan ekonomi Kalsel dalam sepuluh tahun terakhir masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga sebesar 46,5 persen dan pembentukan modal tetap domestik bruto sebesar 22,8 persen. Sedangkan dari sisi sektoral, 70 persennya disumbang oleh sektor pertambangan, pertanian, industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi.

“Biasanya provinsi yang kekayaan sumber daya alamnya relatif berlimpah, mereka tidak terpacu untuk bisa melakukan pengolahan sumber daya ekonomi tapi sekedar cukup untuk mengambil dan menjual,” lanjutnya.

Sempat mengalami fluktuasi, namun sejak September 2016, Gini Ratio Kalsel mulai stabil dan melandai hingga di angka 0,334 pada Maret 2019.

“Ini angka yang terendah, karena Nasional angka ketimpangannya 0,38. Ini bagian dari investasi pembangunan yang inklusif,” kata Erani

Secara umum, laju ekonomi Kalsel masih bergantung pada komoditas yang berasal dari sektor pertambangan dan perkebunan. Lalu, komoditas barang-barang dari kayu dan karet juga berpotensi untuk terus digenjot.

“Prinsipnya, sekarang pemerintah sedang giat mendorong daerah untuk melakukan satu transformasi ekonomi,” ucap Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Muhammad Nur kepada awak media.

apahabar.com

Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Muhammad Nur dan Rektor ULM, Sutarto Hadi, usai  forum diskusi perkembangan terkini Indonesia dan tantangan ke depan di Gedung Lecture Theater Universitas Lambung Mangkurat, Selasa (30/7) Siang. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Agar strukturnya lebih berimbang, masih banyak sektor lain yang memiliki potensial seperti industri pariwisata ujarnya.

“Karena kalau hanya bergantung pada sumber daya alam saja, tentu sangat riskan sekali,” tuturnya.

Ia mengambil contoh, di Kalimantan Timur sekitar tahun 2015-2016, ketika harga komoditas batu bara menurun pertumbuhan ekonominya pun menjadi negatif.

“Tentu tidak bagus dalam kegiatan pembangunan, jadi harus melakukan transformasi. Misal Pariwisata, apabila nanti memiliki tingkat pendapatan yang tinggi maka kebutuhan juga akan semakin meningkat,” tutupnya.

Forum diskusi yang merupakan kerjasama antara Bank Indonesia dan Universitas Lambung Mangkurat itu mendapat apresiasi dari Rektor ULM, Sutarto Hadi. Ia menilai tema yang diangkat menarik mengenai isu terkini dan antusias peserta pun sangat tinggi.

“Ini bisa disampaikan juga dalam ruang-ruang kuliah agar mahasiswa memiliki kepedulian terhadap perkembangan yang terjadi di negara kita,” ungkapnya.

Dengan ikut berkontribusi, dapat membantu pemerintah daerah, terutama isu-isu ekonomi yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Seperti persoalan terdekat mengenai musim kemarau dan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Dibanding wilayah Kalimantan lainnya, hotspot di Kalsel relatif lebih sedikit. Karena kita sudah berupaya untuk membuat pencegahan seperti pembangunan kanal, pembuatan sumur bor, dan pembinaan kepada masyarakat,” ujarnya mengakhiri.

Baca Juga: DPRD Sumenep Gali Penanggulangan Kemiskinan di Banjarmasin

Baca Juga: Penanggulangan Kemiskinan Diprioritaskan

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Wildan Sari, 6 Rumah Ludes, Bermula dari Kediaman Kosong
apahabar.com

Kalsel

Rayakan HUT Ke-56, GM Angkasa Pura I Targetkan Terobosan Baru
apahabar.com

Kalsel

Temuan Bayi di Kandang Ayam, Warga ‘Berebut’ Ingin Mengadopsi
apahabar.com

Kalsel

Sungai Rimba Diduga Tercemar Limbah Tahu, Warga Keluhkan Perhatian Pemkot Banjarbaru
Sempat Bermasalah, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Kalsel-Teng Normal Kembali

Kalsel

Sempat Bermasalah, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Kalsel-Teng Normal Kembali
apahabar.com

Kalsel

Pasca-kebakaran, Wacana Menata Alalak Jadi Percontohan Kawasan Bebas Kumuh
apahabar.com

Kalsel

Jelang Iduladha, PMI Batola Berbagi Tandon Cuci Tangan

Kalsel

Drama Haji Travellindo, Supaya Berangkat Jemaah Setor Puluhan Juta Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com