Apa Kabar Megaproyek Kereta Api Tabalong-Banjarmasin? Booming Bersepeda, Pemkot Banjarmasin Bikin Jalur Khusus Siapkan Poros Ketiga, Rosehan Gandeng Putra Eks Gubernur Kalsel Kena Provokasi, Warga Pekapuran Raya Tolak Tes Covid-19! Terbanyak! Nyaris Seratus Pasien Covid-19 Kalsel Sembuh Hari Ini




Home Kaltim

Senin, 29 Juli 2019 - 11:38 WIB

Kaltim Menuju Ibu Kota Negara, Wagub: Tak Mudah Pindahkan 1,5 Juta Pegawai

Redaksi - Apahabar.com

Wagub Hadi Mulyadi menyaksikan penandatanganan nota dukungan bupati/wali kota atas penetapan Kaltim sebagai ibukota negara Republik Indonesia. Foto-Humas Pemprov Kaltim

Wagub Hadi Mulyadi menyaksikan penandatanganan nota dukungan bupati/wali kota atas penetapan Kaltim sebagai ibukota negara Republik Indonesia. Foto-Humas Pemprov Kaltim

apahabar.com, SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur terus berbenah untuk menggantikan Jakarta, sebagai ibu kota negara.

Terbaru, Seminar Nasional bertema Kesiapan Kalimantan Timur Terhadap Pemindahan Ibu kota Negara Republik Indonesia digelar Sabtu, akhir pekan lalu di Pendopo Odah Etam.

Di sana Pemprov Kaltim mengumpulkan sejumlah narasumber, mulai dari Bappenas, Kadin, LPJKN dan Universitas Mulawarman Samarinda.

Selain itu tampak hadir sejumlah anggota DPRRI/DPRD, akademisi, pimpinan parpol, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda.

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menegaskan Kaltim dari berbagai sisi atau kriteria penilaian yang ditentukan pemerintah pusat memiliki banyak keunggulan.

“Bahkan calon kuat untuk menjadi pusat pemerintahan negara,” jelas Hadi dikutip apahabar.com dari laman resmi Humas Pemprov Kaltim, Senin.

Mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini merasa perlu pemahaman serta pertimbangan yang matang dan kajian yang mendasar dalam program pemindahan ibukota negara.

Termasuk bagaimana caranya memindahkan 1,5 juta pegawai pusat yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Itu belum lagi di kedutaan besar maupun lembaga luar negeri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, kata Hadi, menganggap hal itu bukan perkara yang mudah.

Selain itu, pusat harus mengalokasikan dana Rp466 triliun untuk pembangunan sarana/prasarana serta fasilitas negara lainnya termasuk infrastruktur penunjang lainnya.

“Lokasi atau lahan kita siap. Tapi bagaimana pemerintah bisa memindahkan 1,5 juta pegawai ke Kaltim. Belum lagi kita bicara anggaran sesuai perkiraan Menteri Keuangan sekitar Rp466 triliun untuk pembangunannya,” ujar Hadi Mulyadi.

Di pengujung seminar seluruh bupati dan wali kota se-Kaltim melakukan penandatanganan nota dukungan disaksikan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan FKPD Kaltim/Kaltara, Bupati Berau H Muharram dan Bupati Penajam Paser Utara H Abdul Gafur Mas’ud.

Baca Juga: Ramah Anak, Delapan Daerah di Kaltim Diganjar KLA Award

Baca Juga: Kaltim Segera Rekrut Puluhan Pendamping Desa

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Kaltim Siapkan Ribuan Armada, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik
apahabar.com

Kaltim

Diganjar Harmony Award, Bukti Kaltim Toleran
apahabar.com

Kaltim

Hore!! Penerbangan Langsung ke Maratua Bakal Bertambah
apahabar.com

Kaltim

APBD Kaltim 2019, Wagub: Warga Hanya Dapat Rp 3,5 Juta/Tahun
apahabar.com

Kaltim

Perempuan-Anak Rentan Alami Kekerasan di Penajam
apahabar.com

Kaltim

Jalan Tol Pertama di Kalimantan, Ditarget Siap Dukung Mudik Lebaran 2019
apahabar.com

Kaltim

Pembangunan Energi Hijau Sejalan Visi RPJMD Kaltim
apahabar.com

Kaltim

Penajam Berharap Dana Kurang Salur Biayai Kegiatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com