Usai Sahur, 9 Rumah di Pelambuan Banjarmasin Hangus Terbakar! New Toyota Raize Laris Manis di Kalsel, Sepekan Puluhan Unit Dipesan POPULER SEPEKAN: Jasad Dipocong Karung di HST hingga Rapid Tes Penumpang Feri Tanjung Serdang Waspada! Kalsel Bakal Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang  Pakai Knalpot Brong, Puluhan Unit Sepeda Motor di Banjarmasin Ditilang

Kapolri: Polda Kaltara Terbentuk karena ‘Desakan’ Gubernur

- Apahabar.com Jumat, 19 Juli 2019 - 11:41 WIB

Kapolri: Polda Kaltara Terbentuk karena ‘Desakan’ Gubernur

Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menuju Mapolda Kaltara untuk peresmian kantor tersebut, dan fasilitas Polda Kaltara lainnya, kemarin (18/7) siang. Foto-istimewa

apahabar.com, TANJUNG SELOR – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, tak memungkiri jika terbentuknya Polda Kaltara berkat usaha keras Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Mantan Sekprov Kaltim ini disebutkan tak lelah meminta kepadanya agar segera dibentuk Polda Kaltara.

“Beliau (Gubernur), beberapa kali menemui saya. Baik di kantor hingga rumah dinas. Meminta untuk segera dibentuk Polda di Kaltara. Beliau menyampaikan dengan rinci, alasan-alasannya untuk meyakinkan saya. Salah satunya, adalah kondisi geografis, jika harus ke Balikpapan (Polda Kaltim) memerlukan waktu dan biaya tinggi. Lama-lama saya merasa tertekan juga. Dan akhirnya setelah kita pertimbangkan, terbentuklah Polda Kaltara pada awal 2018 lalu,” cerita Kapolri seraya sedikit bercanda, saat meresmikan Markas Polda Kaltara di Jl Komjen M. Yasin di Kilometer 9 Desa Bumi Rayahu, Tanjung Selor, Kamis (18/7).

Kapolri pun menyampaikan sedikit kronologis terbentuknya Polda Kaltara. Selain atas ‘desakan’ Gubernur, terbentuknya Polda Kaltara juga karena berbagai pertimbangan.

Antara lain untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Kaltara. Tak hanya itu, keberadaan Polda juga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pertimbangan lain, karena posisi Kaltara yang berada di perbatasan negara sehingga sangat rawan terhadap gangguan keamanan, maupun tindakan ilegal lainnya,” imbuh jenderal bintang empat ini.

Kedatangannya ke Kaltara, Kamis (18/7) kemarin, sebut Kapolri adalah untuk yang kedua kalinya. Pertama dilakukan pada akhir 2017.

Selain untuk melihat langsung kondisi Kaltara sebagai provinsi baru, kedatangannya juga ingin mengecek kesiapan layak tidaknya dibentuk Polda.

“Ketika itu saya bersama pak Gubernur, juga pak Wagub (Wakil Gubernur) dan ketua DPRD dibawa ke sini (Mako Polda sekarang). Jujur, saat itu saya melihat kondisi bangunan ini merasa pesimis. Karena berada jauh dari kota, kondisinya juga belum layak. Di depan itu (halaman Mapolda) berlumpur. Tapi hari ini saya datang untuk kedua kalinya, merasa kaget sekaligus malu. Ternyata sekarang bangunan itu, menjadi sebuah gedung yang representatif. Sangat bagus dan layak,” kata Tito.

Melihat kondisi bangunan Polda ini, lanjut Kapolri, sama dengan saat pertama mau membentuk Polda Kaltara. Semula dirinya kurang yakin, mengingat untuk membentuk Polda membutuhkan biaya yang besar.

“Saya sempat bingung. Membentuk Polda baru, biaya besar. Namun alhamdulillah, atas usaha Pak Gubernur juga meyakinkan saya, sekaligus membantuk meyakinkan ke kementerian terkaitnya, Polda Kaltara akhirnya bisa berdiri dan sekarang sudah memiliki gedung perkantoran sendiri,” ucapnya.

Selain Markas Polda, secara bersamaan kemarin, Kapolri juga meresmikan Rumah Sakit Bhayangkara di Tarakan dan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltara di Malinau. Kedua fasilitas ini, merupakan hibah dari pemerintah daerah setempat. Kapolri pun menyampaikan terima kasih kepada jajaran pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan juga masyarakat Kaltara yang banyak membantu Polda Kaltara.

“Kami sangat berterima kasih. Ini bisa menjadi sejarah. Polda Kaltara merupakan satu-satunya Polda di Indonesia yang dibangun bukan dari anggaran pusat. Namun atas bantuan semua pihak di daerah,” kata Kapolri lagi.

Seperti kita ketahui, Markas Polda Kaltara menggunakan bangunan hibah dari Pemerintah Kabupaten Bulungan. Kemudian untuk rehab bangunan, berikut fasilitas pendukungnya, melalui APBD Provinsi Kaltara kita alokasikan anggaran pada 2018 lalu dengan anggaran sekitar Rp 21miliar.

Di samping itu, seperti dilaporkan tadi oleh Kapolda Kaltara Brigjen Pol. Indrajit, ada beberapa bangunan dan fasilitas yang merupakan bantuan melalui Corporate Social Responbility (CSR) dari beberapa perusahaan yang ada di Kaltara.

Baca Juga: Berry Siap Jabat Wabup HST, Laporan di Polda Kalsel Terus Jalan

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

Tahun 2025 Penduduk Kaltara Capai 773 Jiwa
apahabar.com

Kaltara

Jemput Bola ke Kawasan Terluar, Kaltara Andalkan SiPelandukilat
apahabar.com

Kaltara

Pasca Cuti Bersama, Gubernur Kaltara Siap Tindak Pegawai Bandel
Gubernur Kalimantan Utara

Kaltara

Sah! Zainal-Yansen Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara
apahabar.com

Kaltara

2019, Target Dua Ribu Warga Krayan dan Kayan Hilir Terlayani
apahabar.com

Kaltara

Pemerintah Kaltara Minta Pelaku Karhutla Diberi Efek Jera
apahabar.com

Kaltara

Pengobatan Gratis, 14 Wilayah Kalimantan Utara Bakal Disasar Dokter ‘Terbang’
apahabar.com

Kaltara

Inflasi, TPID Kaltara Usulan Pembentukan BUMD Pangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com