apahabar.com
Petugas saat memadamkan api. Foto-Istimewa

apahabar.com, BARABAI – Kebakaran hebat terjadi di Desa Lok Besar RT 7, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Minggu (14/7/2019) sekitar pukul 14.55 Wita.

Kobaran api begitu cepat membakar salah satu rumah warga hingga merambat pabrik penggilingan padi.

Beruntung puluhan awak pemadam kebakaran cepat meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Sehingga api tidak menjalar ke rumah warga lainnya.

Baca Juga: Antisipasi Kemarau, Tiga Armada Tangki Siaga di Balangan

Sekitar 30 menit api baru dikuasai barisan Damkar se-HST. Perlu waktu satu jam Damkar kemudian membasahi bara yang masih menyala. Sebab tumpukan gabah masih mengeluarkan asap.

Dari data yang dihimpun apahabar.com di lapangan, kepulan asap pertama kali dilihat salah satu warga yang melintas di jalan raya.

“Ada orang teriak, bilang api, kemudian warga berdatangan membawa ember berusaha memadamkan,” kata Acil Mawar, tetangga korban kebakaran.

Nahas api sudah melalap habis pabrik yang menyatu dengan rumah Nuriah atau Mama Aris sebelum barisan Damkar berdatangan. Sebab di dalam pabrik itu ada bahan bakar solar.

Baca Juga: Nyebrang Jalan, 2 Nenek-Nenek Terluka Ditabrak Pelajar Tanpa SIM

Penuturan anak korban, Aris, api pertama kali melalap dinding dapur yang terbuat dari kayu. Kemudian menjalar ke pabrik penggilingan yang bersebelahan dengan dapur rumahnya.

“Saya waktu itu tertidur lalu terbangun mendengar teriakan orang, api sudah besar di dapur,” kata Aris.

Sempat menjalar ke rumah tetangga sebelah, Pak Madi, kata Aris, namun tidak sampai menghanguskan rumahnya, hanya bagian atas dapur terkena api.

“Berkat barisan Damkar yang berdatangan, api itu berhasil dijinakkan,” ujar Aris.

Baca Juga: Sistem PPDB Zonasi, Pengamat: Kaji Ulang!

Aris menduga sumber api berasal dari korsleting arus pendek listrik. Sebab, api berasal dari dinding dekat terminal listrik atau colokan dispenser (pemanas air).

Kemudian api menjalar cepat ke pabrik penggilingan padi yang menyimpan bahan bakar solar dan 4 ton gabah kering. Alhasil pabrik dan bagian belakang rumah berbahan kayu itu ludes dilalap api.

Adapun kerugian dari kebakaran itu ditaksir ratusan juta. Untuk bagian rumah, 15 persen hangus bagian belakang dan pabrik 100 persen.

Sebanyak 4 ton padi ikut terbakar bersama 4 mesin penggiliing. Ditaksir harga per kilogram gabah itu Rp 4500.

Baca Juga: Suasana Kawasan Kuin Kecil Kini Terasa Lebih Hidup

Sedangkan mesin penggiling ditaksir per unit sebesar Rp 15 juta ditambah mesin dumping 20 per unit Rp 6 juta. Serta barang-barang berharga lain milik Mama Aris.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu, namun salah satu anggota damkar sempat mengalami sesak nafas dan muntah-muntah akibat terhirup kepulan asap. Hingga saat ini anggota Damkar itu masih di rawat di Puskesmas Birayang.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Syarif