Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Cek ke Lokasi, Ketum BPP HIPMI Mardani H Maming Ingin Vaksinasi di Tanbu Percepat Herd Immunity Kalsel Kebut Herd Immunity Banua, Kadinkes Kalsel Apresiasi Vaksinasi Massal BPP HIPMI Fantastik! Pemkot Banjarmasin Bekali 52 Lurah Motor Listrik Total Rp 1,79 M di Tengah Pandemi Film James Bond ‘No Time To Die’ Tayang di Bioskop, Daniel Craig Antusias

Kejadian Ganjil Saat Pemindahan Jenazah Istri dan Anak Datuk Kelampayan

- Apahabar.com     Rabu, 10 Juli 2019 - 11:58 WITA

Kejadian Ganjil Saat Pemindahan Jenazah Istri dan Anak Datuk Kelampayan

Makam kerabat Datuk Kelampayan di Tungkaran, Karang Tengah, Martapura. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Jenazah istri, menantu, anak, dan cucu Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datuk Kelampayan) semula dimakamkan di lokasi Makam Pahlawan Bumi Kencana, Landasan Ulin, Banjarbaru. Namun, jenazah kemudian dipindahkan ke Tungkaran, Martapura. Saat pemindahan, kejadian ganjil sempat mengiringinya.

Diceritakan Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri, makam istri, menantu, dan cucu Datuk Kelampayan semula dimakamkan di lokasi yang kini dijadikan Pemerintah Indonesia sebagai Makam Pahlawan Bumi Kencana, Banjarbaru.

Baca Juga: Kisah Penghulu Rasyid, Pejuang yang Makamnya Menjadi Destinasi Wisata

“Itu (lokasi makam Bumi Kencana) tanah Kerajaan Banjar bahari (dulu), dijulung (diberikan) kepada pemerintah,” ujar Abah Guru Banjar Indah -Tuan Guru Syaifuddin Zuhri-.

apahabar.com

Foto-Istimewa

Karena itu, jenazah pun kemudian dipindahkan ke Tungkaran, Karang Tengah, Martapura. Pada saat pemindahan, kondisi para jenazah yang telah dimakamkan puluhan tahun itu ternyata masih utuh.

“Seperti jenazah yang baru dimakamkan dua hari,” ungkap Guru.

Di antara keluarga Datuk Kelampayan yang dipindah tersebut adalah istri beliau yang bernama Datuk Bajut. Kemudian, istri beliau yang bernama Datuk Bidur. Menantu sekaligus sahabat beliau, Syekh Abdul Wahab Bugis. Putri beliau bernama Datuk Aisyah. Dan, cucu perempuan bernama Fatimah binti Syekh Abdul Wahab Bugis.

“Fatimah ini adalah pengarang Parukunan Basar (perukunan Melayu),” beber Guru.

Orang tua dulu, sambung Guru Banjar Indah, mengamalkan Surah Al Mulk setiap malam. Yang di antara keutamaannya, jenazah tidak busuk di dalam kubur.

Baca Juga: Kisah Singkat Datu Dulung; Ketika ‘Si Macan Terbang’ Melawan Belanda

“Amalan urang bahari (orang shaleh terdahulu), Surah Yasin supaya hidup selamat, Tabarak (Al Mulk) tidak dimakan ulat, dan Surah Waqiah supaya hidup tidak kekurangan (uang),” terang Guru.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Wajibkah Izin Istri Sebagai Syarat Poligami? Berikut Pendapat Ulama
Taqy Malik

Sirah

Taqy Malik Angkat Bicara Soal Tudingan Penyalahgunaan Donasi untuk Palestina
apahabar.com

Religi

Mengintip Rambut Rasulullah SAW dari Berbagai Hadis
apahabar.com

Religi

Melihat Mungilnya Rumah Baginda Rasullah SAW
Rasulullah SAW

Religi

Kisah Rasulullah SAW Mengampuni Terdakwa Hukuman Mati
apahabar.com

Religi

Kisah Cucu Rasulullah yang Marah karena Dipuji
apahabar.com

Sirah

Ini Karomah Datuk Kelampayan yang Tidak Banyak Diketahui
Aktor Jackie Chan

Sirah

Jackie Chan “Santuy” Meski Ditipu Mantan Bos-Sahabat Rp71 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com