Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres Live Streaming SCTV & Link Siaran Langsung Liga Champions Ajax vs Liverpool, Prediksi Pemain!

Kemarau, Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

- Apahabar.com Selasa, 23 Juli 2019 - 15:44 WIB

Kemarau, Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Ilustrasi angin kencang. Foto - iNews.id

apahabar.com, BANJARBARU – Musim kemarau kini tak selalu identik panas. Makanya masyarakat diimbau untuk tetap waspada hujan lebat serta angin kencang.

Imbauan itu disampaikan Forecester Iklim Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Khairullah kepada apahabar.com, Selasa (23/7).

Dikemukakan Khairullah, sejak akhir Juni 2019, seluruh wilayah di Kalimantan Selatan memang sudah memasuki musim kemarau. Itu dibuktikan dengan intensitas curah hujan yang berada di bawah 50 mm per 10 harinya.

Namun demikian menurut Khairullah, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada apabila terjadi hujan yang disertai dengan awan tebal yang merupakan pemicu hujan lebat dan angin kencang.

“Walau musim kemarau tapi hujan tetap ada, kejadian angin kencang yang terjadi itu disertai dengan hujan yang lebat juga karena dipicu awan colomunimbus,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian alam berupa angin kencang atau puting beliung itu, merupakan kejadian yang sulit untuk diprediksi.

Khairullah menjelaskan angin puting beliung ini terjadi secara sporadis atau terjadi dengan waktu yang begitu cepat, ketika adanya cuaca ekstrim, maka potensi terjadinya bencana alam angin puting beliung juga besar.

“Harus kita waspadai terutama di daerah yang sifatnya itu lebih terbuka atau kurang vegetasi, karena akan lebih mudah terbentuk angin kencang,” lanjutnya.

Namun demikian tanda-tanda terjadinya angin puting beliung ini dapat dirasakan. “Yaitu dirasakan adanya udara yang begitu gerah di malam sebelumnya,” paparnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2019 ini akan berlangsung lebih lama dan lebih panas dari tahun-tahun sebelumnya.

Dan perlu diketahui, baru-baru ini telah terjadi bencana angin puting beliung di wilayah Kalimantan Selatan tepatnya di Desa Manarap, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Akibatnya 26 buah rumah rusak pada musibah Minggu 21 Juli 2019 tadi.

Baca Juga: Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Masih Ancam Kalsel

Baca Juga: BMKG: Waspada, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di 5 Wilayah Kalsel Hari Ini

Baca Juga: Empat Wilayah Kalsel Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Hari Ini

Reporter : Nurul Mufidah
Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Minim Ekonomi Kreatif, Banjarmasin Andalkan Pajak Bermotor dan Perhotelan
apahabar.com

Kalsel

Ije Jela Cup 2019 Didominasi Burung Satria Muda
apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Banyak Temukan Surat Suara Rusak
apahabar.com

Kalsel

BPBD Batola Siaga Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Batola: 3 Pasien Positif Masih Diisolasi Mandiri
apahabar.com

Kalsel

Kesadaran Minim, Banyak Bayi di Batulicin Tak Diimunisasi
apahabar.com

Kalsel

Waspada! Dua Wilayah di Banjarmasin Rawan Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Jelang New Normal, Bang Dhin Minta Sekolah di Kalsel Tidak Pasif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com