Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Makin ‘Pedas’, Harga Lombok di Pangkalan Bun Tembus Ratusan Ribu

- Apahabar.com Kamis, 25 Juli 2019 - 14:30 WIB

Makin ‘Pedas’, Harga Lombok di Pangkalan Bun Tembus Ratusan Ribu

Sugeng pedagang sayur-mayur di Pasar Palagan Sari, Pangkalan Bun. Foto-apahabar.com/Wiraharja

apahabar.com, PANGKALAN BUN – Dari sekian jenis sayur mayur ternyata harga lombok di Pangkalan Bun yang paling meroket. Belakangan ini, si ‘merah’ sudah menembus Rp100 ribu/kg.

“Dari pasarnya saya beli Rp85 ribu/kilogram, dijual di sini Rp 100 ribu,” kata Maryati, pemilik warung di Pasir Panjang, kepada apahabar.com, Kamis (25/07).

Selain lombok, Sugeng (38) pedagang sayur mayur dan sembako di Pasar Palagan Sari Pangkalan Bun, mengatakan harga bahan pangan lain cenderung menurun.

Contohnya, bawang merah/putih, kentang, kol, buncis, wortel, bayem, dan terong. Pun demikian dengan komoditas lain, seperti daging ayam potong, sapi, kambing , ikan air tawar, laut.

“Naiknya harga lombok mungkin karena pasokan dari Jawa langka akibat musim kemarau, sementara kebun Lombok dari Kabupaten Kobar jarang ada yang lahannya luas,” ujar Sugeng.

Sebelumnya, kata dia, semua harga sayur mayur dan komoditas lainnya kompak naik saat momen Ramadan, dan jelang Idulfitri, kemarin.

“Sekarang sudah satu bulanan harga-harga turun dikit, kecuali lombok,” kata Sugeng.

Naik turunnya harga komoditas cabai ini cukup bervariasi. Seperti cabai merah sempat menyentuh Rp110 ribu sampai Rp 120 ribu, sekarang turun menjadi Rp90 ribuan/kg.

Sementara itu pantauan apahabar.com, harga sayur mayur turun berkisar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu, bawang putih sekitar Rp40 ribu/Kg, bawang merah Rp35 ribu/kg, wortel Rp15 ribu/kg, dan tomat Rp12 ribu/kg.

Naiknya harga sejumlah sayur mayur, kata Sugeng, dipengaruhi oleh ketentuan pengepul yang mendatangkan barang dari Pulau Jawa.

“Jadi kalau di para pengepul kebanjiran pasokan dari jawa, maka harga akan turun. Tapi kalau di tempat pemasok langka, karena belum ada kiriman dari Jawa maka harga akan naik “,ujar Sugeng.

Selain itu, Suryati, pedagang jenis ikan tawar menuturkan harga ikan bisa naik dan turun disebabkan karena biaya angkutan.

”Kalau diangkut pakai mobil kemudian mogok mobilnya, harga ikan bisa naik. Jangankan pakai mobil dikirim pake motor ojek saja ongkosnya minta Rp50 ribu,” ujar Suryati, sambil menambahkan harga jenis ikan sekarang untuk Nila Rp48 ribu/Kg, Ikan Mas Rp40 ribu/Kg dan ikan Patin Rp35 ribu/Kg.

Baca Juga: Ria Lestari Baso, Raup Jutaan Rupiah lewat Bisnis Desain Grafis

Baca Juga: Rupiah Melemah Seiring Kenaikan Harga Minyak Dunia

Reporter: Ahc16
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Resmi Dirilis, Ini Harga Oppo R17 Pro Nyaris Rp10 Juta
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 1,023 Juta per Gram
apahabar.com

Ekbis

Kendala UMKM Kalsel, dari Masalah Permodalan hingga Pemasaran di Ritel Modern
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Selasa Pagi Melemah ke Rp13.671/USD
apahabar.com

Ekbis

Ekonom Kalsel: BBM Turun Cuma Euforia Sesaat
apahabar.com

Ekbis

Tenang, Resesi Indonesia Bisa Tak Separah Negara Lain Asalkan…
apahabar.com

Ekbis

Dibikin Perfect, Tak Perlu Lagi Kocek Variasi
apahabar.com

Ekbis

BI: Gejolak Global dan Demonstrasi Tambah Kegelisahan Pasar Finansil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com