Cium Bau Gosong, Honda Jazz Terbakar di Banjarmasin Baru Bebas, Napi di Banjarmasin Tusuk Kekasih Eks Istri Ada Ancaman Baru, Banjarmasin Coret 2 Kluster Penyebar Covid-19 Pasien Covid-19 Kabur, RSDI Banjarbaru Gembok Pintu Lagi, Kluster Gowa Tambah Pasien Covid-19 Kotabaru




Home Tokoh

Sabtu, 13 Juli 2019 - 05:50 WIB

Mengenang Guru Nuzhan (1) dan ‘Kekeramatan’ Beliau yang Tak Biasa

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Tuan Guru H. Nuzhan Noor Dalam Pagar. Foto-Net

Tuan Guru H. Nuzhan Noor Dalam Pagar. Foto-Net

apahabar.com, MARTAPURA – (Alm) Tuan Guru H Nuzhan Noor atau yang dikenal dengan Guru Nuzhan adalah seorang ulama yang memiliki akhlak mempesona. Kecintaan beliau tidak hanya ditunjukkan pada manusia saja, tapi juga binatang, yang mungkin tak dianggap keberadaannya.

Diceritakan salah seorang murid Guru Nuzhan, H Basuni. Guru Nuzhan adalah murid dari Tuan Guru H Zainal Ilmi. Selain itu beliau juga pernah menimba ilmu di Tambilahan, Riau.

Guru Nuzhan kesehariannya disibukkan dengan menggelar majelis pada Senin malam, Selasa malam, Kamis malam, serta Jumat pagi. Di antara kitab yang beliau ajarkan; Misbahul Jannah, Sifat 20, Perukunan karya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, dan Hikam.

“Ada ratusan murid beliau, bahkan lebih,” ujar H Basuni.

Selain menjadi ulama, Guru Nuzhan dikenal dengan akhlak yang mempesona.

H Basuni mengenang, suatu ketika ada seekor kucing yang dibuang orang di sungai dengan menggunakan rakit dari batang pisang. Guru Nuzhan yang melihat hal itu, langsung meminta orang lain untuk menyelamatkan binatang tersebut.

Baca juga :  Mengenang Abah Guru Sekumpul (9), Melarang Murid Memberi Minum Saat Mengajar

“Bahkan beliau rela membayar orang untuk mengapar (mengambil) kucing tersebut dari atas lanting (rakit) di sungai itu,” kata H Basuni.

Baca Juga: Riwayat Kapten Kodok, Mertua Datuk Kelampayan yang Bisa Terbang

Tidak hanya binatang piaraan yang mendapat kecintaan ulama ini. Sebab diketahui H Basuni, Guru Nuzhan juga memelihara berang-berang. Bahkan setiap harinya beliau menyedekahkan gula untuk semut-semut di sekitarnya.

H Basuni teringat, dulu ada seorang petani yang datang dari menangkap ikan di sawah. Orang tersebut menangkap induk ikan gabus yang baru  memiliki anak dengan cara membandan (menggunakan bebek).

Guru Nuzhan pun kemudian membeli induk ikan tersebut dan meminta petani tersebut melepaskannya ditempat dia mendapatkan ikan tersebut.

“Kasihan anak iwaknya matian, kadada lagi kuitannya yang menjagai, (Kasihan anak ikannya nanti mati, tidak ada lagi induknya yang menjaga, red),” ujar H Basuni menirukan kata-kata Guru Nuzhan saat itu.

Baca juga :  Begini Ceritanya Guru Khaliq Menjadi Qari di Sekumpul

Terkait dengan memperlakukan ikan, Guru Nuzhan pernah berpesan pada H Basuni. Pesan beliau, jika ingin membersihkan ikan yang masih hidup untuk dimakan, hendaknya tidak dengan cara memukulnya.

“Amun manyiang iwak jangan dipukul kapalanya, amun handak disembeleh aja, supaya kita kada menyiksa (kalau membersihkan ikan jangan dipukul kepalanya, kalau bisa disembelih saja, agar kita tidak menyiksa, red),” kata H Basuni mengutip perkataan Guru Nuzhan.

“Apa yang dilakukan Guru Nuzhan pada binatang tersebut, mengajarkan kepada kita sifat kasih sayang tidak hanya kepada manusia tapi juga kepada binatang,” simpul H Basuni.

Baca Juga: Kejadian Ganjil Saat Pemindahan Jenazah Istri dan Anak Datuk Kelampayan

Reporter: AHC15
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tokoh

Datu Landak (2), Asal Gelar ‘Datu Landak’ dan Kesaktiannya Mencabut Kayu Raksasa
apahabar.com

Religi

Mengenang Abah Guru Sekumpul (19), Teladan Bagi Orang yang Kaya
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Husin Qaderi Al Banjari (1), Qadhi Santun yang Tak “Makan” Gaji
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Zainal Ilmi Al Banjari (1), Lahir di Desa “Gudang Ulama”
apahabar.com

Tokoh

Surgi Mufti, “Berkawan” Penjajah Demi Mengurus Umat
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (12), Seorang Habib Diberi Isyarat Tentang Rencana Pernikahan Beliau
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru Mulkani Al Banjari(3), Membuka Majelis Mufti Ahmad
apahabar.com

Tokoh

Syekh Abdussamad Bakumpai (2), Jasanya Besar pada Suku Dayak