Resmi, Palangka Raya Belum Mau Berlakukan New Normal Susul Tanbu, Giliran 3 Pasien Tapin Sembuh dari Covid-19 Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19 Pemuda Mandastana Genapi 4 Pasien Sembuh Covid-19 di Batola Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar




Home Tokoh

Minggu, 14 Juli 2019 - 09:29 WIB

Mengenang Tuan Guru Nuzhan (2); Berada di Dua Tempat dalam Waktu Bersamaan

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Tuan Guru H. Muhammad Nuzhan Noor bin Muhammad Noor.  Foto-Net

Tuan Guru H. Muhammad Nuzhan Noor bin Muhammad Noor. Foto-Net

apahabar.com, MARTAPURA – Tuan Guru H Muhammad Nuzhan Noor atau yang juga dikenal dengan Guru Nuzhan merupakan ulama karismatik asal desa Dalam Pagar Martapura. Selain dikenal seorang pecinta binatang, beliau juga dikenal dengan berbagai kekeramatan.

Satu di antara kekeramatan Guru Nuzhan yang disaksikan warga dan para muridnya adalah ketika beliau menghadiri dua acara di waktu yang bersamaan.

Baca Juga: Mengenang Guru Nuzhan (1) dan ‘Kekeramatan’ Beliau yang Tak Biasa

Hal tersebut diamini oleh murid beliau yang bernama H. Basuni.

“Memang semasa hidup beliau, pernah orang menemui beliau berada di beberapa tempat dalam satu waktu,” ujar warga yang sekarang berada di Desa Tunggul Nangka, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar ini.

Baca juga :  Mengenang Abah Guru Sekumpul (1), Kejadian Ganjil Saat Dilahirkan

Basuni mengatakan, hal itu terjadi saat beliau mengadakan majelis pengajian, dan saat itu ada pula orang yang berhajat mengundang beliau ke rumahnya.

“Orang yang mengundang menyampaikan bahwa Guru datang ke hajatannya, namun kami juga melihat beliau berada di rumah beliau mengajar di majelis,” ucap H Basuni.

Padahal, waktu majelis dan acara tersebut bersamaan. Wallahu ‘alam.

Selain itu, kata H Basuni, ada pula hal menarik dari sosok Guru Nuzhan. Beliau ketika membayar taksi tidak melihat berapa jumlah uang yang berada di kantong. Selalu saja lebih dari tarif yang seharusnya dibayar.

Pernah suatu ketika, beliau naik taksi kelotok (kapal kecil bermesin) ke Martapura. sesampainya di Martapura, beliau mengambil uang di sakunya dengan entengnya, tanpa menghitungnya.

Baca juga :  Mengenang Tuan Guru Zainal Ilmi (1); Menegur Kekhilafan dengan Pandangan Batin

Baca Juga: Datu Amin, Jadi Mufti di Saat Berkecamuknya Perang

“Beliau tidak pernah melihat melihat berapa uang yang beliau berikan kepada pengemudi kelotok, bahkan pernah 50 ribu Rupiah, pada zaman itu uang 50 ribu sangat besar nilainya,” ungkap H. Basuni.

Hal itu kemudian terulang, saat beliau kemudian membayar taksi kelotok ketika pulang.

Guru Nuzhan wafat pada 9 Dzulqaidah 1404 H dan dimakamkan di desa Dalam Pagar, Martapura, berdekatan dengan Masjid Tuhfaturraghibin.

 

Reporter: AHC 15
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (1), Kejadian Ganjil Saat Dilahirkan
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (11), Dikenal Jenius, Tapi Pernah Tidak Naik Kelas
apahabar.com

Tokoh

Begini Ceritanya Guru Khaliq Menjadi Qari di Sekumpul
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (6), ‘Geram’ dengan Prilaku Ustaz-Ustaz Muda
apahabar.com

Tokoh

Kisah Khalifah Umar bin Khattab Rela Lapar demi Rakyatnya
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (13), Berguru pada 179 Ulama, Tersebar dari Banjar hingga Tanah Suci
apahabar.com

Tokoh

Datu Landak (2), Asal Gelar ‘Datu Landak’ dan Kesaktiannya Mencabut Kayu Raksasa
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (5), Guru dari Para Ulama Besar