Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Menghadapi Kemarau, Alat Pemantau Kualitas Udara Banjarmasin Rusak

- Apahabar.com Kamis, 25 Juli 2019 - 17:53 WIB

Menghadapi Kemarau, Alat Pemantau Kualitas Udara Banjarmasin Rusak

Air Quality Monitoring System (AQMS), alat pemantau kualitas udara yang terpasang di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Air Quality Monitoring System (AQMS), alat pemantau kualitas udara di Banjarmasin rusak.

Alat yang dilengkapi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terpasang di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah tak berfungsi lagi.

Akibatnya, kualitas udara di Kota Banjarmasin tidak bisa terdeteksi maksimal.

Pantauan apahabar.com, lampu indeks yang menunjukkan level kualitas berbagai baku mutu udara mati total.

Kerusakan ini diakui Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono terjadi sejak dua bulan lalu.

Menurutnya, alat pemantau suhu udara ini mengalami permasalahan pada papan layar karena pengaruh air hujan yang terus menerus.

Kondisi demikian sehingga tidak bisa menampilkan hasil kondisi udara perkotaan per harinya.

Namun DLH tidak mempunyai wewenang memperbaiki alat pemantau kualitas udara itu.

“Kami tidak bisa menerima laporan udara perkotaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, selaku pemilik AQMS,” ujarnya.

Meskipun begitu, pihaknya mengklaim masih dapat mengetahui kondisi udara perkotaan.

Sebab AQMS bukan satu satunya alat pengukur kualitas suhu udara. Pihaknya masih menggunakan Roadside Monitoring dan Passive Sampler.

Selain kedua alat itu, pengukuran udara juga dapat dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan. Namun jenjang waktunya lumayan lama, yakni 2 kali setahun.

“Kedua alat itu mewakili dua musim, kalau roadside monitoring di musim kemarau untuk mengetahui udara kendaraan bermotor,” bebernya.

Upaya DLH itu bertujuan agar Pemkot jangan tapi terpaku pada AQMS belaka.

Menurutnya lagi, yang namanya alat itu pasti ada masa maintance atau gangguan. Kadang gangguan itu munculnya tidak melihat waktu dan kondisi lagi

“Kerusakan pada AQMS telah disampaikan kepada pemerintah pusat agar bisa secepatnya dilakukan perbaikan,” tuturnya.

Ia juga mengklaim selama ini kualitas udara di Kota Banjarmasin tidak ada masalah yang berarti. Kecuali ada kiriman asap dari daerah lain seperti pada 2018 lalu.

Namun kejadian itu tak akan kembali terulang. Sebab upaya dari pemerintah pusat untuk melakukan penegakan hukum bagi yang membakar lahan.

Baca Juga: Pipa PDAM Intan Banjar Bocor di Jalan Mr Cokrokusumo

Baca Juga: Kemarau Tiba, Kalsel Usulkan 10 Heli Water Bombing

Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih Saat Kemarau, PDAM Intan Banjar Bentuk Tim Khusus

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Musik Nasional, Duta Mall Banjarmasin Gelar Duta Festival Band Competition
apahabar.com

Kalsel

SAH, Bos Ikan di Kotabaru Nahkodai Kamar Dagang dan Industri
apahabar.com

Kalsel

Penurunan Bendera Merah Putih di Kalsel Berlangsung Khidmat
apahabar.com

Kalsel

Haul Guru Sekumpul ke 14, Ilma Senang Dapat Bubur Gratis
apahabar.com

Kalsel

Juara di Kalsel, ‘Si Mangkal’ Bakal Didaftar sebagai Varietas Unggul di Kementerian
apahabar.com

Kalsel

Sanksi Tegas Pelaku Politik Uang di Pilkada 2020 Berupa Pidana
apahabar.com

Kalsel

Kebun Terendam, Petani Karet Damit Hulu Gagal Panen
apahabar.com

Kalsel

Banjir di Sekumpul, Seorang Nenek Dilarikan ke Rumah Sakit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com