ga('send', 'pageview');
Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin Karier Mengilap Kasat Reskrim Kotabaru: Tempur Melawan OPM Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!




Home Nasional

Selasa, 9 Juli 2019 - 10:29 WIB

Minyak Turun di Asia, Ketegangan Perdangangan Picu Kecemasan Ekonomi

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi - harga minyak turun. Foto – Jatimnet.com

Ilustrasi - harga minyak turun. Foto – Jatimnet.com

apahabar.com, TOKYO – Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Selasa (9/7/2019) pagi, di tengah kekhawatiran atas prospek permintaan setelah tanda-tanda terbaru bahwa perselisihan perdagangan internasional telah menyeret ekonomi global, meskipun ketegangan di Timur Tengah menawarkan beberapa dukungan terhadap harga.

Dilansir Antara, minyak mentah berjangka Brent turun 21 sen atau 0,3% menjadi diperdagangkan di 63,90 dolar AS per barel pada pukul 00.22 GMT (07.22 WIB). Patokan global Brent melemah 12 sen pada perdagangan Senin (8/7/2019).

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 20 sen atau 0,4% menjadi diperdagangkan di 57,46 dolar AS per barel. Minyak mentah WTI, patokan AS, naik 15 sen di sesi sebelumnya.

Harga minyak sedang tertekan oleh kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang permintaan karena perang perdagangan AS-China, menuju tahun kedua, mengurangi prospek pertumbuhan ekonomi global.

Baca juga :  Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW

Pesanan mesin inti Jepang mengalami penurunan terbesar dalam delapan bulan, data menunjukkan pada Senin (8/7/2019), sebagai tanda ketegangan perdagangan global telah berdampak pada investasi perusahaan.

Angka pemerintah Jepang pada Selasa juga menunjukkan bahwa upah riil di negara itu turun selama lima bulan berturut-turut.

“Perang perdagangan yang berkepanjangan tampaknya tidak mendekati resolusi, dan itu akan tetap menjadi faktor negatif untuk harga minyak mentah, karena berdampak pada perkiraan pertumbuhan global,” kata Alfonso Esparza, analis pasar senior di OANDA, Toronto.

Sementara itu, Goldman Sachs mengatakan pertumbuhan produksi minyak serpih AS kemungkinan akan melampaui permintaan global setidaknya sampai 2020, membatasi kenaikan harga minyak meskipun ada pembatasan produksi dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Harga masih rentan terhadap guncangan dari ketegangan yang berkepanjangan di Timur Tengah, kata analis dan pedagang.

Baca juga :  Hanyut, Dua Korban Banjir Bandang Masamba Ditemukan

Iran pada Senin (8/7/2019) mengancam untuk memulai kembali sentrifugal yang dinonaktifkan dan meningkatkan pengayaan uranium menjadi 20% dalam suatu langkah yang selanjutnya mengancam perjanjian nuklir 2015 yang ditinggalkan Washington tahun lalu.

Washington telah memberlakukan sanksi yang menghilangkan manfaat yang seharusnya diterima Iran sebagai imbalan atas persetujuan untuk mengekang program nuklirnya berdasarkan kesepakatan 2015 dengan kekuatan dunia.

Konfrontasi telah membawa Amerika Serikat dan Iran hampir mengalami konflik, dengan Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan udara bulan lalu beberapa menit sebelum berdampak.

Baca Juga: Haji 2019; Kejar Salat Arbain, Jemaah Haji Diimbau Prioritaskan Kesehatan

Baca Juga: BMKG Rekam 87 Gempa Susulan Pascagempa Ternate Magnitudo 7,1

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pagi Ini Rupiah Menguat ke Rp14.027/USD
apahabar.com

Nasional

Gubernur Jambi Zumi Zola Pasrah Hadapi Putusan Pengadilan Tipikor
Disengat Ratusan Lebah, Kakek Berusia 70 Tewas

Nasional

Disengat Ratusan Lebah, Kakek Berusia 70 Tewas
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Hadir di Acara Buka Puasa Bersama BPP HIPMI dan HIPMI Jaya
apahabar.com

Nasional

Kawal Aksi Demo AMP, Seorang Prajurit TNI Tewas Dibacok
apahabar.com

Nasional

Panduan Cegah Covid-19 di Tempat Kerja dalam Era New Normal
apahabar.com

Nasional

FPI Jateng: Petisi Penolakan Izin Tak Akan Pengaruhi Pemerintah
apahabar.com

Nasional

FK Unram Temukan Bayi Tanpa Anus Dampak Merkuri dari Peti di Sumbawa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com