Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Palangkaraya Keluarkan Surat Edaran Larangan Membakar Hutan dan Lahan

- Apahabar.com Minggu, 7 Juli 2019 - 05:00 WIB

Palangkaraya Keluarkan Surat Edaran Larangan Membakar Hutan dan Lahan

Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin. Foto-Antara Kalteng

apahabar.com, PALANGKARAYA – Memasuki musim kemarau, Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Fairid Naparin secara resmi mengeluarkan surat edaran larangan membakar hutan dan lahan, untuk menghindari terjadinya karhutla yang mulai sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Langkah itu sebagai bentuk komitmen kami, untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Tindakan tegas juga sudah kami siapkan, bagi siapa saja yang berani membakar lahan pada saat musim kemarau seperti ini,” kata Fairid di Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Sabtu (6/7/2019).

Agar hutan dan lahan di Kota Cantik julukan Palangkaraya tidak terbakar, pemkot juga melibatkan 409 personel gabungan, baik dari Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat.

Tim gabungan yang fokus menangani persoalan karhutla itu, tidak hanya melakukan pemadaman, namun juga mengutamakan pencegahan. Pihaknya tidak ingin karhutla marak terjadi, sebab akan mengganggu kondisi perekonomian di daerah serta aktivitas masyarakat lainnya.

“409 personel gabungan yang terlibat dalam penanggulangan karhutla, terdiri dari 45 personel BPBD, 94 personel Damkar, 60 personel Kodim 1016/Plk, 60 personel Polres Palangka Raya, 100 personel Damkar Swakarsa dan 50 personel Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK),” ucapnya.

Fairid menambahkan, imbauan larangan membakar hutan dan lahan tersebut dimulai sejak 1 Juli 2019 yang lalu. Hal tersebut harus dilakukan, agar apa yang masyarakat khawatirkan selama ini, yakni bencana kabut asap tebal tidak menimpa Palangka Raya maupun Kalteng.

Bahkan orang nomor satu di lingkup pemkot itu meminta, agar semua pihak berpartisipasi dan aktif dalam melakukan penanggulangan bencana karhutla yang sangat rawan terjadi di lima kecamatan yang ada di Palangka Raya.

“Sebagian besar lahan yang ada di Palangka Raya berkarakteristik gambut dan semak belukar, sehingga sangat mudah terbakar. Makanya masyarakat juga harus menjadi palang pintu utama, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut,” tandasnya.

Baca Juga: 3 Nama Besar Berebut Jabatan Ketua DPD PDIP Kalteng

Baca Juga: Mobil Nyemplung ke Sungai Kahayan, Ibu-Anak Ditemukan Tewas

Baca Juga: Mulai 1 Juli, BPBD Kalsel Siagakan 5 Posko Satgas Karhutla

Baca Juga: Antisipasi Karhutla, Ini yang Dilakukan Pemprov Kalteng

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Food Estate di Kalteng, Bupati Kapuas ke Menteri: Prioritaskan Pekerja Lokal
apahabar.com

Kalteng

Wali Kota Palangka Raya Akui Kondisi Kesehatannya Stabil
apahabar.com

Kalteng

Calon Ibu Kota Negara, Dewan Riset Daerah Siapkan Konsep Penguatan Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Wali Kota Palangkaraya Usul Bandara Tjilik Riwut Ditutup  
apahabar.com

Kalteng

Wagub Kalteng: Saya Yakin Teras Narang akan Optimal Perjuangkan Kalteng di DPD RI
apahabar.com

Kalteng

Urung 3 Hari, Pasar Besar Ditutup Hanya Sehari
apahabar.com

Kalteng

Kapuas Raih Penghargaan Kabupaten Paling Inspiratif 2020 di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Presiden Jokowi dan Plt Gubernur Kalteng Apresiasi Peran TNI Ikuti Tangani Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com