UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Pasca-gempa M7,0, ACT: Warga Ternate Beraktivitas Seperti Biasa

- Apahabar.com Senin, 8 Juli 2019 - 14:44 WIB

Pasca-gempa M7,0, ACT: Warga Ternate Beraktivitas Seperti Biasa

Kota Ternate. Foto-ACT for apahabar.com

apahabar.com, TERNATE – Gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang Ternate tiga kali berturut-turut, dini hari tadi. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami atas gempa itu.

Meski begitu, warga di Ternate Tengah, Maluku Utara, telah kembali memulai aktivitas Senin (8/7) pagi.

Informasi tersebut disampaikan langsung Surachman Manan dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Ternate Senin pagi.

“Semalam masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir, mengungsi di daerah dataran tinggi. Senin dini hari, warga mulai kembali ke rumah masing-masing setelah peringatan tsunami dicabut pukul dua dini hari WIT,” terang Surachman, dalam siaran persnya kepada apahabar.com.

Hingga pagi tadi, tidak ada kerusakan dan korban jiwa yang dilaporkan. MRI Ternate dan sekitarnya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait kondisi aktual di Ternate. Menurut laporan Surachman, gempa juga dirasakan di Halmahera Barat.

“Berdasarkan laporan MRI Halmahera Barat, keadaan di sana lebih kondusif walaupun sejumlah warga juga mengungsi ke dataran tinggi,” lanjutnya.

Dampak gempa dengan skala MMI IV-V juga dirasakan di Bitung dan Manado. Relawan MRI Sulawesi Utara Abdullah Ahmad mengatakan, walaupun guncangan gempa cukup dirasakan di Manado, keadaan di pusat Kota Manado cenderung kondusif.

“Ada sebagian masyarakat di pesisir utara yang mengungsi ke dataran tinggi,” lapor Abdullah.

Komandan Disaster Emergency Response (DER)-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kusmayadi melaporkan, potensi bahaya gempa yang mengguncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara adalah potensi tsunami.

“Fase berbahaya tersebut sudah lewat. Tadi malam sempat terjadi kepanikan warga, namun bisa diatasi. Warga mulai paham dengan potensi bahaya tsunami dan mulai paham proses evakuasi dan jalur evakuasi,” terang Kusmayadi, Senin (8/7) pagi.

Gempa berkekuatan 7,0 dan 7,1 berpusat di laut Maluku terjadi pukul 22.08 WIB atau tengah malam WIT.

Gempa pertama dan kedua terjadi di kedalaman 10 kilometer disusul gempa ketiga di kedalaman 36 kilometer. Pusat gempa berada di barat daya Ternate, Maluku Tengah. Gempa juga dirasakan hingga wilayah Manado dan Bitung, Sulawesi Utara.

Badan, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan empat kali peringatan tsunami dini atas gempa berkekuatan lebih dari M7,0 itu. Berdasarkan keterangan di laman Indonesia Tsunami Warning System, pada Senin (8/7) pukul 00.09 WIB, peringatan itu dicabut.[*]

Baca Juga: BMKG: Gempa 7,0 SR di Maluku Utara Jenis Dangkal

Baca Juga: Belasan Gempa Susulan Terekam Pascagempa 7,1 SR

Sumber: ACT
Editor: Fariz F

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

ACT

Dua Gantang Beras, Wujud Kepedulian Relawan Jembatani Kebaikan Dermawan
apahabar.com

ACT

Datang ke Kalsel, Syekh Belal Jamil Ajak Peduli Palestina
apahabar.com

ACT

Setahun the Great Return March, Dukungan Indonesia Terus Bergelora
apahabar.com

ACT

Bawa 100 Paket Lebaran, Relawan ACT dan MRI Berlayar ke Pulau Matasiri
apahabar.com

ACT

Banjir Bengkulu, ACT Datangkan 60 Ton Bantuan
apahabar.com

ACT

Zakat Fitrah di Global Zakat-ACT, Ini Manfaatnya
apahabar.com

ACT

ACT Masifkan Bantuan untuk Palestina Pascaeskalasi Serangan
apahabar.com

ACT

Peran GREDU Bersama Global Wakaf-ACT dalam Digitalisasi Pendidikan Tanah Air
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com