Target 1 Juta Barel, Pemerintah Siap Danai Penuh Survei Seismik 3D Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

PDAM Intan Banjar Sebut Titik Terdampak Krisis Air Bersih

- Apahabar.com Senin, 22 Juli 2019 - 13:26 WIB

PDAM Intan Banjar Sebut Titik Terdampak Krisis Air Bersih

Kabag Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar, Untung Hartaniansyah. Foto-apahabar.com/AHC 15

apahabar.com, MARTAPURA – Krisis air bersih terjadi di Wilayah di Kabupaten Banjar. Kabag Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar, Untung Hartaniansyah menyebutkan wilayah terdampak barada di ujung wilayah kabupaten tersebut.

Untung Hartaniansyah mengatakan, untuk menanggulangi krisis air bersih yang ada, pihaknya bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dia menyebut, Wilayah-wilayah yang terdampak krisis air bersih di Kabupaten Banjar berada di daerah Aluh-aluh, Beruntung Baru, dan Cinta Puri.

“Kalau di Cinta Puri jaringan kita memang belum sampai ke sana, mungkin untuk suplainya dibantu oleh BPBD,” tutur Untung pada Senin (22/7/2019)

Adapun krisis air bersih di Beruntung Baru dan Aluh-aluh, sambung Untung, sudah diatasi oleh PDAM Tambak Sirang.

“Memang suplay kami ke Tambak Sirang di bawah normal, karena untuk pelanggan di Aluh-aluh sudah mencapai 8 ribu pelanggan dan harusnya untuk suplai, paling tidak adalah 80 sampai 100 liter per-detik. Untuk saat ini, baru mencapai 50 liter per-detik,” kata Untung.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pendistribusian air bersih ke Aluh-aluh tidak optimal. Bahkan bisa sampai 24 jam tidak mendapat air. Hal tersebut kemungkinan besar karena berbagi air.

“Namun kami terus berupaya untuk saat ini kita juga sudah merencanakan pembangunan Intek sebesar 500 liter per-detik,” ujarnya.

Selain itu, Untung mengatakan, untuk jaringan air bersih menuju ke Aluh-aluh dan Beruntung Baru juga perlu direhab. Pipanya terlalu kecil sehingga tidak bisa menampung kapasitas air bersih yang dialirkan ke 8 ribu pelanggan.

“Hal tersebut memerlukan infes dana yang besar. Jadi mungkin kami juga perlu bantuan dari pemerintah Daerah untuk bisa menginvestasi perpipaan di daerah tersebut,” harap Untung.

Untung melanjutkan, untuk pembangunan Intek tambahan di Kecamatan Sungai Tabuk pada tahun ini sudah mulai berjalan dengan anggaran mencapai 6 miliar rupiah.

“Untuk di Daerah Sungai Tabuk, pembangunan Intek Tambahan Insya Allah tahun ini. Pada bulan Juli sudah mulai berjalan,” pungkasnya.

Baca Juga: Jelang Konferensi MWC NU Banjar, Gusti Abdurrahman: Saatnya Anak Muda Memimpin

Baca Juga: Ancaman Krisis Air Bersih, Simak Siasat PDAM Bandarmasih

Reporter: AHC 15
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Stok Darah Menipis, PMI Minta Pemkot Banjarmasin Berkontribusi
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Polisi di Balangan Salurkan Beras ke Warga Terdampak Covid-19

Kalsel

Prahara Tanah Picu Pertumpahan Darah di Tatakan Tapin
apahabar.com

Kalsel

Larangan Mudik, Jalanan di Kalsel Dijaga Ketat
apahabar.com

Kalsel

Kesal Diejek, Kakek di HST Nekat Membunuh
apahabar.com

Kalsel

Anggota DPRD Tala Dilantik, Wajah Baru Siap Jalankan Amanah Rakyat
apahabar.com

Kalsel

Sayed Jafar Wacanakan Bangun Pasar Modern di Setiap Desa
apahabar.com

Kalsel

Hari Palang Merah Dunia 2020, PMI se-Kalsel Dituntut Eksis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com