ga('send', 'pageview');
Warga Dayak Meratus Berduka, Damang Ayal Kusal Wafat Satgas Covid-19 Visitasi Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, Mau Buka Lagi? Alasan Mencengangkan Paman di Kotabaru Tega Cabuli Adik Sendiri 3 Pekan Razia Masker di Banjarmasin: Berludah hingga Pengemudi Mobil Didenda, Simak Penjelasan Dinkes Sinting! Pria Plontos di Kotabaru Cabuli Adik Berkali-kali

Peduli Karhutla, Netizen NU Kalsel Gelar Diskusi Panel

- Apahabar.com Sabtu, 27 Juli 2019 - 18:42 WIB

Peduli Karhutla, Netizen NU Kalsel Gelar Diskusi Panel

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Wahyudin Ujud menjadi nara sumber di diskusi panel yang digelar Netizen NU Kalsel bersama Akademisi UNU Kalsel, Dessy Puji lestari. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Netizen Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Universitas NU Kalsel serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengadakan diskusi panel.

Diskusi itu mengangkat tema “Mitigasi dan Penanggulangan Bencana Karhutla dan Peran Serta Masyarakat” yang berlangsung di Gedung Dakwah UNU Kalsel, Sabtu (27/7) siang.

Diskusi ini menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel dan akademisi dari UNU Kalsel, Dessy Puji Lestari.

Dalam paparannya, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Sahrudin mengatakan, per Agustus 2019 nantinya, akan diturunkan 1012 personil ke pelosok desa yang rawan terjadinya Karhutla.

Baca juga :  Kabar Baik! Tersisa 4 Kelurahan Zona Merah Covid-19 di Banjarmasin

Adapun, personil itu terdiri dari, TNI, Polri dan sukarelawan. Dengan tujuan, melakukan pencegahan dan pendampingan masyarakat dalam mengantisipasi bencana tersebut.

“Berdasarkan laporan BMKG, kemarau akan terjadi pada Juli hingga Oktober 2019 mendatang,” ucapnya kepada apahabar.com.

Sementara itu, Akademisi UNU Kalsel Dessy Puji Lestari menyoroti bencana dari sudut pandang Islam dan pentingnya peran serta akademisi maupun masyarakat terkait kesadaran akan bencana Karhutla.

Baca juga :  Tarif Air 10 Kubik Dicabut, 21 Ribu Warga di Banjarmasin Paling Menikmati

“Karhutla bisa dicegah apabila semua masyarakat terlibat dan bersatu,” cetusnya.

Selain itu juga, kata dia, pentingnya sosial media, kampus dan forum-forum diskusi sebagai sarana dan media edukasi bagi masyarakat Kalsel untuk mencegah karhutla.

“Pastinya semua elemen mesti terlibat, seperti pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan dan masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga: Sistem Door To Door Cegah Karhutla

Baca Juga: PMI Kalteng Bagikan 6.000 Masker Gratis Atasi Debu Karhutla

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pengguna BPJS Mandiri Kabupaten Banjar Hanya 54,4 Persen
apahabar.com

Kalsel

Keinginan Penjaga Stand Minuman Duta Mall jika Bertemu Jokowi
apahabar.com

Kalsel

Gangguan Jiwa Anak Akibat Gadget, Ibnu Sina: Perlu Pengendalian Orangtua
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Banser NU Kawal Perayaan Malam Natal di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Ikut Main Logo, Ibnu Sina Minta Permainan Tradisional Dilestarikan
apahabar.com

Kalsel

Keruk Sungai Buaya, PUPR Banjarmasin Kembalikan Manfaat untuk Warga
apahabar.com

Kalsel

HUT Adhyaksa ke-60, Kejari Banjarmasin Gelar Baksos
apahabar.com

Kalsel

TNI Tanam Padi Di Lokasi HPS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com