Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Pengamat: Perempuan Jangan Hanya Modal Cantik Terjun Dunia Politik

- Apahabar.com Senin, 1 Juli 2019 - 17:08 WIB

Pengamat: Perempuan Jangan Hanya Modal Cantik Terjun Dunia Politik

Ilustrasi perempuan . Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengamat sosial politik Universitas Lambung Mangkutan (ULM), Andi Tendri Sompa menilai peran perempuan dalam membangun daerah, patut diperhatikan publik.

Menurut Andi Tenri, ada persamaan hak antara perempuan dan laki-laki di sejumlah bidang, salah satunya dalam ranah politik dan profesi lainnya.

“Perempuan yang ingin dipandang jangan hanya bermodal cantik, tetapi harus memiliki potensi diri,” ucapnya saat menyampaikan materi.

Akademisi ULM ini mencurahkan faktor dasar kaum hawa tak menonjol tampil di depan publik.

Di antaranya, masih tertanam paradigma keliru tentang dunia politik, sehingga perempuan enggan terjun langsung untuk ambil bagian.

Padahal saat ini pintu terbuka bagi perempuan yang ingin berkecimpung di dunia politik.

Sebagaimana UU No. 2 Tahun 2008 mengamanahkan partai politik dan parlemen untuk menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dari total anggota.

Andi Tenri menekankan kaum hawa tidak menutup diri. Ditekannya, perempuan yang telah duduk di kursi parlemen atau sebagai wakil rakyat harus membuahkan hasil, menyuarakan asprirasi masyarakat.

“Menurutnya saya pribadi tidak penting 30 persen itu, yang terpenting upaya potensial apa sih yang diinginkan perempuan, apa sih kepentingan perempun yang harus disalurkan dalam konteks kebijakan publik,” sebutnya.

Dia juga menyebutkan di Kalimantan Selatan keterlibatan perempuan di dunia politik, cukup berkembang. Dipaparkannya saat ini calon anggota DRPD terpilih ada 11 orang dari kaum hawa.

Jumlah itu bertambah 3 orang dari pemilu legislatif 2014 lalu, selain itu ada juga kepala daerah di Kalsel dijabat seorang perempun, yakni Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani.

“Saya lihat sudah bermakna kehadiran perempuan di situ, meski 30 persen belum tercapai. Buktinya ketua DPRD Banjarmasin juga perempuan, dan Bupati Barito Kuala yang sebelumnya Ketua DPRD Provinsi,” pungkasnya.

Baca Juga: Setelah Manasik, CJH Banjarmasin akan Gelar Salat Hajat

Baca Juga: Kepala DKPP Batola Meninggal Dunia

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dorr!! Spesialis Pencuri Mobil Mewah Bati-Bati Dilumpuhkan Polisi
apahabar.com

Kalsel

Tak Pakai Masker di Pasar Tanta Tabalong Disuruh Pulang
apahabar.com

Kalsel

Sembari Ingatkan Protokol Kesehatan, TNI-Polri Bagikan Bendera di Banjarmasin Barat
apahabar.com

Kalsel

Dibuka Bupati Tapin, Musik Dayak Meratus Ramaikan Tapin Art Festival
apahabar.com

Kalsel

Malam Hari, BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Kalsel Cerah Berawan
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Corona, PDAM Bandarmasih Bagikan Sembako Door To Door
apahabar.com

Kalsel

Berkah Guru Sekumpul, Muslinah Akhirnya Berangkat ke Martapura
apahabar.com

Kalsel

Bandel, Puluhan Pengendara Terjaring Razia di Siring Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com