Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!! Pecah Rekor Lagi! Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 12.818 Hari Ini

Pentingnya Cek Kesehatan Sebelum Berhaji

- Apahabar.com Senin, 8 Juli 2019 - 17:41 WIB

Pentingnya Cek Kesehatan Sebelum Berhaji

Cek kesehatan penting buat calon jemaah haji (CJH). Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Pemeriksaan kesehatan tahap ketiga bagi calon jemaah haji yang akan berangkat dinilai sangat penting.

Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin, Ruslan Fajar, melalui pemeriksaan dini secara bertahap dapat menghindari terjadinya penyakit menular dan resiko yang berbahaya bagi jemaah.

Baca Juga: Haji 2019; ‘Tak Bisa Bayar’, 19 Calon Jemaah Haji Kalsel Batal Berangkat

“Makanya di tahap ini apabila kondisi para jemaah lemah atau terganggu, bisa kita stabilkan. Supaya statusnya bisa layak terbang,” kata Ruslan kepada apahabar.com disela Penerimaan Calon Jemaah Haji (CJH) di Embarkasi Haji, Senin (8/7) Sore.

Sebelumnya, pemeriksaan dan pemberian materi seputar kesehatan telah dilaksanakan pada masing-masing kabupaten/kota. “TKIH juga sudah diberikan pengetahuan tentang Refleksi Akupuntur. Jadi ada titik-titik di tubuh kita yang bisa dipijit sendiri untuk menghilangkan rasa sakit atau pegal,” jelasnya.

Agenda pemeriksaan tahap ketiga terbagi menjadi dua. Pengecekan data dan riwayat kesehatan yang telah terekam pada tahap sebelumnya, lalu khusus bagi jamaah wanita yang masih produktif harus melakukan uji tes urine terlebih dahulu.

Selanjutnya bagi jamaah yang terdeteksi memiliki resiko tinggi akan dirujuk di Poliklinik yang telah tersedia. “Kalau dokter bilang perlu untuk diperiksa lebih lanjut, maka akan dibawa ke sini (Poliklinik) untuk observasi,” paparnya

Berkaca dari tahun sebelumnya, keluhan yang sering diterima adalah kondisi HB yang rendah. “Kadang ada yg mencapai 7, padahal idealnya 9. Saat terbang kan mempengaruhi metabolisme seseorang, apalagi perjalanan sekitar 11 jam,” sebutnya.

Ia mencontohkan, resiko penyakit seperti TB dan gangguan jiwa akan melalui proses pemeriksaan oleh dokter spesialis terlebih dahulu. “Setelah pemeriksaan lebih lanjut kita konfirmasi ke dokter spesialist penerbangan, lalu oleh Kemenag akan ditetapkan kelayakan terbangnya,”ungkapnya.

Dari pantauan apahabar.com Senin sore, dua orang jamaah wanita asal HSS harus dirujuk ke RS Ratu Zaleha dengan keluhan kondisi HB rendah.

“Semoga setelah dilakukan penanganan lebih lanjut, kondisi mereka bisa lebih stabil. Karena ini berkaitan dengan penerbangan nanti,” ungkap Ruslan di Poliklinik Embarkasi Haji Banjarmasin.

Baca Juga: Haji 2019; Calon Jemaah Haji Kloter 1 Masuk Karantina Hari Ini

Sebelumnya, setelah melaksanakan shalat Ashar, jamaah diberikan materi mengenai tata cara pelaksanaan haji yang dilanjutkan dengan prakter Manasik haji.

Reporter: Musnita Sari
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

‘Si Jago Merah’ Hanguskan Dua Rumah Warga Sungai Andai
apahabar.com

Kalsel

Pemuda Mesti Pro Aktif Dorong Kemajuan Daerah
Curanmor

Kalsel

Sindikat Curanmor Kalteng Diringkus di Pasar Sudimampir Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tempati Rumdin Ketua DPRD Kalsel, Ini Pesan Paman Birin Buat Supian HK
apahabar.com

Kalsel

Meriahkan Harjad Kabupaten, Pemkab Banjar Gelar Jalan Santai dan Pasar Tani
apahabar.com

Kalsel

Kapolsek Bintang Ara Bantah Ada Kegiatan Tambang di Wilayah Hukumnya
Buaya

Kalsel

Bertaruh Nyawa Pria di Kotabaru Tusuk Mata Buaya
apahabar.com

Kalsel

Polsek Pengaron Rutin ke Desa-desa, Sosialisasikan Pencegahan Karhutla
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com