Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Petakan Daerah Rawan Karhutla, BPBD Catat 52,445 Hektar Lahan di Kalsel

- Apahabar.com Sabtu, 13 Juli 2019 - 16:05 WIB

Petakan Daerah Rawan Karhutla, BPBD Catat 52,445 Hektar Lahan di Kalsel

Ilustrasi kebakaran lahan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Menyambut musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memetakan daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Banua.

“Ya, kita sudah ada memetakan daerah yang rawan terjadinya karhutla,” ucap Kepala BPBD Kalsel Wahyudin kepada apahabar.com, Sabtu (13/7) siang.

Adapun daerah yang dinilai rawan terjadinya karhutla, yakni di antaranya Kabupaten Tanah Laut, Barito Kuala, Banjar, Banjarbaru dan Tapin.

Bahkan meminjam data BPBD Kalsel, per 1 Januari hingga 9 Juli 2019 jumlah lahan terbakar di Kalsel  mencapai 52,445 hektar atau sebanyak 43 kasus.

Dengan rincian sebagai berikut, yakni Banjarbaru 13 kasus dengan luas 12,64 hektar. Tanah Laut 13 kasus atau 11,495 hektar. Kemudian, Kotabaru 8 kasus atau 8 hektar. Disusul, Balangan dan Tanah Bumbu masing-masing 3 kasus dengan luas lahan 7,81 hektar. Kabupaten Banjar 2 kasus dengan luas lahan 3 hektar.

“Terakhir, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Tabalong masing-masing 1 kasus dengan luas lahan terbakar 9,5 hektar,” sebutnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada para petani padi, yang pada saat bersamaan dengan musim kemarau untuk terus melakukan upaya preventif.
Seperti halnya, menjaga lahan pertanian masing-masing agar tidak terbakar.

Kemudian, kata dia, memotong sisa-sisa jerami padi yang telah dipanen dan menumpuk di tempat yang aman agar tidak mudah terbakar.

“Juga disarankan membentuk kelompok masyarakat petani peduli api,” paparnya.

Bukan hanya itu, jelas dia, perIu  mewajibkan kepada pelaku usaha untuk memiliki sumberdaya manusia, sarana dan prasarana pengendalian kebakaran serta melaksanakan pengendalian kebakaran lahan yang menjadi tanggung jawab.

“Pastinya, sesuai Inpres No. 11 Tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,” imbuhnya.

Selain itu, program pembuatan kanal dan embung (kolam air) menjadi salah satu alternatif penyediaan air untuk keperluan pemadaman dan sekat bakar.

“Kemudian, daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan seperti  daerah gambut yang di dalamnya terdapat kanal, maka diminta untuk dibuat sekat kanal (canal blocking). Termasuk kanal-kanal yang terdapat pada wilayah yang dikelola oleh perusahaan pemegang izin,” tegas dia.

Keterlibatan TNl/Polri dalam pengendalian dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang selama ini telah berjalan, tambah dia, perIu dipertahankan serta ditingkatkan.

Dalam artian, meningkatkan penegakkan hukum dengan memberikan sanksi yang tegas terhadap perorangan atau badan hukum yang terlibat dalam kegiatan pembakaran hutan dan lahan.

“Serta pencabutan izin usaha bagi pengusaha yang terlibat pembakaran hutan,” tandasnya.

Baca Juga: Rawan Karhutla, BNPB Kerahkan Ribuan Personel ke Kalsel

Baca Juga: Bupati HSS Keluarkan SK Siaga Karhutla

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Trisakti Banjarmasin, Bantuan Mulai Disalurkan
Kakek Viral

Kalsel

Dikeroyok karena Rokok, Kakek Viral di Landasan Ulin Tak Ditanggung BPJS
apahabar.com

Kalsel

Penyebab Kasus Covid-19 di Tanbu Meningkat Menurut Tim Gugus Tugas
apahabar.com

Kalsel

21 Narapidana di Banjarmasin Hirup Udara Bebas
apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Satu Pejuang Medis di Kotabaru Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kelayakan Makanan di Pasar Belauran Martapura Diperiksa
apahabar.com

Kalsel

Intrusi Air Laut di Sungai Martapura Tinggi Picu Krisis Air Bersih
apahabar.com

Kalsel

DLH Banjar Siapkan Program Kanopi Untuk Hijaukan Bekas Tambang  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com