apahabar.com
Anggota Dewan Penasehat DPP Partai Gerindra sekaligus anggota Komisi III DPR RI Muhammad Syafi'i di Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2019). Foto - Antara/Dewa Wiguna

apahabar.com, JAKARTA – Anggota Dewan Penasehat DPP Partai Gerindra Muhammad Syafi’i menyebut partainya akan tetap menjadi oposisi baik di pemerintahan dan parlemen karena untuk mewujudkan demokrasi yang sehat.

“Harus ada yang bersikap oposisi dan Gerindra sejak awal sudah menunjukkan positioning sebagai partai oposisi,” katanya di kompleks parlemen di Senayan, Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (1/7/2019).

Baca Juga: Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, DPD Demokrat Kalsel ‘Malah’ Fokus Pilkada 2020

Dengan begitu, kata dia, partainya akan menolak tawaran termasuk apabila ada jatah menteri.

Anggota DPRD RI daerah pemilihan Sumatera Utara itu melanjutkan dengan menjadi oposisi akan terwujud sistem check and balance sebagai bagian dari demokrasi yang sehat yakni ada partai pendukung dan oposisi.

Walau akan menjadi oposisi, Syafi’i melanjutkan belum tentu partainya akan menjadi musuh bagi pemerintahan dan menolak seluruh kebijakan.

“Partai oposisi ‘kan tidak mungkin juga, kalau ada kebijakan benar, kami tetap tidak terima saja. Oposisi yang benar itu bisa bangun check and balance, sehingga jalannya pemerintahan sesuai aturan yang ada,” ucapnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu menambahkan hingga saat ini kader Gerindra dari seluruh Indonesia belum dikumpulkan setelah ada putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Meski demikian, kata dia, kader di daerah juga lebih memilih akan menjadi oposisi agar tidak akan mencederai demokrasi.

Baca Juga: Kader Inginkan Mardani H Maming Tetap Jabat Ketua DPD PDIP Kalsel dan Megawati Ketum

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor