Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung

Prof Birute Mary Galdikas, Magnet Peneliti dan Wisatawan Asing ke TNNP

- Apahabar.com Rabu, 31 Juli 2019 - 11:21 WIB

Prof Birute Mary Galdikas, Magnet Peneliti dan Wisatawan Asing ke TNNP

Birute Mary Galdikas dan rombongan turis saat berada di Camp Leakey Taman Nasional Tanjung Puting. Foto-apahabar.com/Wiraharja

apahabar.com PANGKALAN BUN – Di usia senjanya, Birute Mary Galdikas terus menjadi magnet bagi peneliti dan wisatawan dunia ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng.

Kian hari, makin banyak wisatawan yang memintanya untuk didampingi. Terbaru, puluhan turis dari Tim Silversea Expedition, dan Kapal pesiar Silver Discoverer datang berkunjung.

Mereka tertarik ingin melihat lebih dekat keberadaan orang utan di feeding platform TNTP.

“Mereka datang ke Pangkalan Bun khusus untuk melihat orang utan di habitat asalnya di Camp Leakey. Dan tamu senang sekali bisa melihat orang utan liar dan bebas di habitat aslinya,” kata Birute saat bincang ringan dengan apahabar.com, Rabu (31/7).

Objek wisata TNTP yang sudah mendunia ini juga tak lepas dari dedikasi perempuan berusia 73 tahun itu selama 47 tahun meneliti dan merehabilitasi orang utan di sana.

Menggelar berbagai pertemuan hingga studi dengan sejumlah mahasiswa dan para dosen di beberapa universitas jadi cara Birute mempromosikan TNTP.

Tak cuma mahasiswa dan dosen, para pakar dan pengamat satwa, para travel kelas dunia, bahkan majalah ‘Discovery’ serta sejumlah radio dan televisi pernah diajaknya datang.

Di samping rutinitasnya meneliti dan merehabilitasi TNTP, Birute sekaligus mempromosikan pelbagai keunggulan taman nasional ke belahan negara bagian Eropa, Amerika, Australia dan Asia Jepang serta China.

“Saya memberi penjelasan kepada mereka untuk menceritakan tentang kehidupan orang utan yang nyaris langka di dunia. Dan bagaimana mereka (orang utan), yang semula hidupnya dikekang oleh manusia kemudian bisa bebas hidup di habitatnya di TNTP,”aku Birute.

Birute juga secara detail meneliti bagaimana orang utan jantan dan betina saat berpacaran sampai melahirkan anaknya. Semua itu oleh Birute dipaparkan dalam berbagai pertemuan di belahan dunia.

“Dan sampai sekarang pun fenomena kehidupan orang utan yang sebenarnya terus disampaikan ke tamu-tamu turis yang berkunjung ke TNTP, termasuk ke 88 turis dari Tim Silversea Expedition, dan 98 turis pesiar Kapal Silver Discoverer yang kemarin datang ke Camp Leakey di TNTP,” ungkapnya.

Dan hasil jerih payah dan kerja keras Birute puluhan tahun melestarikan orang utan dan mempromosikan ke belahan negara di dunia maka TNTP kini makin dikenal ke belahan dunia.

Kata Birute per tahun ada sekitar 25 ribu turis mancanegara yang berkunjung ke TNTP. Hal ini sedikit banyak tentu membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat dan suntikan segar bagi devisa untuk Indonesia.

“Ketika mereka senang melihat orang utan itu yang menjadi suntikan semangat saya. Karena mereka para turis benar-benar belum tahu bahwa orang utan yang langka di dunia masih banyak hidup di habitatnya di hutan TNTP,” terang Birute.

Setelah turis kumpul di pintu gerbang masuk Camp Leakey, mereka umumnya dapat masuk dan menapaki satu persatu jembatan titian kayu ulin selebar 1,5 meter dengan panjang 1,5 Km.

Setelah melewati jembatan kayu, mereka juga harus menapaki jalan tanah setapak yang membelah rimbunnya hutan Tropis Tanjung Puting.

Setelah menempuh jalan setapak sekitar 3,5 Km, barulah terlihat lokasi tempat persemaian orang utan saat akan diberi makanan.

Di lokasi persemaian semua pengunjung dilarang merokok dan berbicara keras. Dan pada detik-detik munculnya sejumlah orang utan besar ke tempat persemaian atau feeding platform, puluhan pasang kamera milik turis mulai membidik siap untuk mengabadikan orang utan.

“Sejumlah orang utan besar, kecil pada tengah hari atau sore hari kalau kami menyediakan makanan meraka akan muncul dari dalam hutan,untuk memakan makanan yang telah disediakan,” ujar Birute.

Baca Juga: Orangutan Tersesat di Desa Lampeong II Dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Lumut

Baca Juga: Diduga Tersesat, Orangutan Masuk Dekati Permukiman di Desa Lampeong II

Reporter: AHC16
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Amplop Laris Manis di Banjarmasin, Waspada Serangan Fajar..!
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri
apahabar.com

Nasional

Banyak Tulisan di Gelang Jamaah Haji, Ternyata Ini Fungsinya
apahabar.com

Nasional

Gubernur Papua Dievakuasi ke Jakarta, Ada Apa?

Nasional

Kiat Pemkot Banjarmasin untuk Ramah Kaum Difabel
apahabar.com

Nasional

Aceh Berhasil Hadang Covid-19, Kuncinya: Patuh dan Doa

Nasional

Indonesia Tembus 5 Besar Produsen Produk Halal Dunia
apahabar.com

Nasional

Amin Rais Duga Kebakaran Kejagung Dilakukan ‘Orang Dalam’, Berikut Jawaban Kejagung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com