Duh, Harga Minyak Anjlok Terpapar Krisis Covid-19 India Wah, AS Mulai Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker & Jaga Jarak Update Saham Spanyol, Indeks IBEX 35 Tergelincir 0,46 Persen Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin

Rahasia Kekerasan Anak di HSS Turun

- Apahabar.com Kamis, 25 Juli 2019 - 17:50 WIB

Rahasia Kekerasan Anak di HSS Turun

Anak-anak lagi asyik mengikuti lomba saat fastival PAUD. Foto-apahabar.com/Simah

apahabar.com, KANDANGAN – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten HSS mencatat kasus kekerasan terhadap anak menurun drastis di tahun 2019.

Kabid Perlindungan anak, Tatik Sri Rahayu SPT MP mencatat, penurunan jumlah kekerasan pada anak di HSS turun sejak Januari hingga Juli 2019, dibandingkan tahun 2018.

Baca Juga: Polisi: Kasus Pelecehan Anak di Banjarmasin Berpotensi Meningkat

“Tahun 2019 tercatat ada 5 kasus kekerasan terhadap anak. Dengan rincian empat kasus pelecehan seksual anak, satu kasus perebutan hak asuh anak antara keluarga, karena orang tuanya si anak meninggal,” kata Tatik seraya mengatakan pada tahun 2018 ada 18 kasus kekerasan terhadap anak.

Kondisi ini patut disyukuri, bahwa penurunan tersebut tidak lepas dari upaya yang dilakukan dinasnya, dengan cara sosialisasi kepada para orang tua, dalam menerapkan pola asuh anak yang tepat.

Ia berharap masyarakat melaporkan bila ada ada perbuatan yang menyimpang, seperti tindak kekerasan terhadap anak.

Disampaikan Tatik Sri Rahayu, menurunnya kekerasan terhadap anak juga berkat peran dari tingkat bawah. Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang ada disetiap desa.

PATBM sebagai penanggungjawabnya adalah kepala desa dibantu ada berbagai unsur. Yakni, PKK, Babinsa, RT, Forum Anak, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Saat ini ada 50 desa dari 144 desa di Kabupaten HSS yang sudah menerapkan PATBM,” katanya.

Dengan adanya PATBM, kasus kekerasan ringan terhadap anak bisa diselesaikan oleh masyarakat melalui musyawarah.

Akan tetapi kalau kasus kekerasan terhadap anak berat, seperti perkosaan, memang harus lapor ke Kabupaten atau perlindungan anak.

Tatik menegaskan, namanya kasus pelecehan seksual tidak ada kata tawar menawar. Karena pelakunya langsung diproses dan dipidanakan.

“Kita melakukan pendampingan khusus dan bekerjasama dengan pihak Kepolisian serta Kejaksaan dan Pengadilan. Jadi, jika ada kasus yang tidak sempat masuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), maka langsung ditangani oleh pihak Kepolisian,” harapnya.

Begitupun untuk visum, Dinas PPKBPPPA akan melakukan pendampingan hingga gelar perkara.

Baca Juga: Peringati HAN, LPKA Kelas 1 Martapura Berikan Remisi

Reporter: Simah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

HSS

Peringati HUT Bhayangkara ke-73, Polres HSS Gelar Jalan Sehat Bersama Warga
apahabar.com

HSS

Bupati HSS: Terimakasih Pemilu yang Aman dan Damai di HSS
apahabar.com

HSS

12 Agustus, Anggota DPRD HSS Periode 2019-2024 Dilantik
Malam Takbiran

HSS

Achmad Fikry: Tak Ada Perayaan Malam Takbiran di Kandangan
apahabar.com

HSS

Bakti Sosial Kodim 1003, Kursi Roda Untuk Lansia Hingga Potong Rambut Gratis
apahabar.com

HSS

Manugal, Tradisi Masyarakat Meratus Gotong-Royong Tanam Padi
apahabar.com

HSS

Lagi, HSS Kedatangan Pengajar Muda Indonesia
apahabar.com

HSS

Bupati HSS Gagas Program Ibu Asuh Lansia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com