BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Rehab Hutan Pesisir, Pemprov Kaltara Bantu Bibit Mangrove

- Apahabar.com Senin, 1 Juli 2019 - 10:30 WIB

Rehab Hutan Pesisir, Pemprov Kaltara Bantu Bibit Mangrove

Ilustrasi mangrove. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNGSELOR – Tahun ini Pemprov Kaltara akan memberikan bantuan bibit mangrove ke kabupaten/kota. Bantuan bibit untuk rehabilitasi hutan di pesisir Kaltara seluas 525 hektare. (Ha) Rinciannya, di Kabupaten Nunukan seluas 25 Ha, Sebatik 100 Ha, dan Kabupaten Tana Tidung (KTT) 400 Ha.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan, bantuan bibit mangrove dialokasikan untuk pembangunan kehutanan di Kaltara, khususnya untuk rehabilitasi hutan dan lahan serta pemberdayaan masyarakat hutan lainnya.

“Jadi bukan hanya di daratan, hutan di Kaltara juga ada banyak di pesisir. Dan melihat kondisi sekarang, perlu ada rehabilitasi,” kata Gubernur, dikutip dalam laman resmi Humas Pemprov Kaltara, Senin (7/1).

Baca Juga: Tanam Ribuan Bibit Mangrove, Masyarakat Pulau Burung Berjuang Melawan Abrasi

Didampingi Kepala Dinas Kehutanan Kaltara, Sjarifudin, Irianto menjelaskan bantuan bibit mangrove untuk merehabilitasi hutan pesisir di wilayah Kaltara. Untuk Kabupaten Nunukan misalnya. Salah satunya di Kecamatan Sebatik, yang diberikan untuk mengurangi dampak abrasi pantai di wilayah itu.

“Bibit mangrove itu nanti akan ditanam di kawasan tambak masyarakat, namun dengan status lahannya milik negara atau kawasan hutan. Fungsinya untuk rehabilitasi hutan mangrove. Sebagiannya lagi ditanam di pantai Nunukan dan Sebatik,” terang Irianto.

Begitu pun dengan bantuan bibit mangrove untuk KTT. Dikatakannya, nanti akan ditanam pada areal tambak milik masyarakat yang sudah masuk dalam skema perhutanan sosial, melalui kelompok hutan kemasyarakatan.

“Nantinya tambak-tambak yang akan ditanam bibit mangrove itu, diarahkan pada pola silvofishery. Artinya, perpaduan antara budidaya komoditi tambak dengan konservasi mangrove,” timpal Sjarifudin.

Hingga saat ini, lanjutnya, teknis pemberian bibit mangrove itu masih dalam proses penyusunan rancangan teknis penanaman. Bibit-bibit tersebut juga tidak diserahkan kepada kelompok tani, karena lahan yang akan ditanami bibit mangrove itu berada dalam areal milik Negara.

“Ditargetkan akhir tahun selesai, karena anggaran baru turun pada April lalu, melalui DBH-DR (Dana Bagi Hasil-Dana Reboisasi) yang masuk dalam anggaran perubahan. Untuk total anggarannya senilai Rp20 Miliar menyesuaikan dengan progres kerja. Demikian juga untuk tenaga kerjanya nanti akan melibatkan kelompok tani dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Baca Juga: Lawan Abrasi, 6 Ribu Bibit Kembali Ditanam Warga Pulau Burung

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

Ekspor Non Migas Kaltara ke India Naik 157,87 Persen
apahabar.com

Kaltara

Simdali, Siasat Kaltara Atasi 4 Persoalan Distribusi BBM dan LPG
apahabar.com

Kaltara

Empat Titik Api Terdeteksi di Kaltara
apahabar.com

Kaltara

Di Kaltara, Tukang Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata
apahabar.com

Kaltara

Kementerian PUPR Cek Pembangunan Kanal Antarmoda Perdana di Bandara Juwata
apahabar.com

Kaltara

Perolehan Pajak Kaltara Capai Rp 376,5 Miliar
apahabar.com

Kaltara

Gubernur Kaltara: Langgar Protokol Kesehatan Bisa Dipidana
apahabar.com

Kaltara

Overload, Dua Jembatan Timbang di Jalan Trans Kalimantan Diusulkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com