Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Riwayat Kapten Kodok, Mertua Datuk Kelampayan yang Bisa Terbang

- Apahabar.com Kamis, 11 Juli 2019 - 11:59 WIB

Riwayat Kapten Kodok, Mertua Datuk Kelampayan yang Bisa Terbang

Ilustrasi, ulama china. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Nama Kapten Kodok sebelumnya hanya dikenal sebagai salah seorang mertua dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Ternyata, beliau tak hanya seorang Kapten Kapal biasa, melainkan juga memiliki ilmu keagamaan dan “kekeramatan”.

 

Kapten Kodok adalah gelar dari ayah Tuan Guwat (Go Hwat Nio) salah seorang istri dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Beliau adalah seorang warga keturunan cina yang beragama Islam dan menjadi pemuka agama di masanya.

Pengetahuan agama Kapten Kodok didapat dari menantunya, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datuk Kelampayan.

Menurut penuturan Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri, Kapten Kodok diajari oleh Datuk Kelampayan ilmu ketuhanan (ketauhidan).

“Waktu dilajari (diajari) Datuk (Kelampayan) masalah ketuhanan, langsung terabang sidin (beliau terbang) ke Pulau Penyangat, Riau,” ujar Abah Guru Banjar Indah –Tuan Guru Syaifuddin Zuhri-.

Di Pulau Penyangat, Kapten Kodok berkebun kopra (kelapa) yang kemudian dijual ke Singapura.

“(Riau) ke Singapura parak (dekat) aja, tinggal menyebrang,” ucap Guru.

Kapten Kodok, dimakamkan di Pulau Penyangat. Makam beliau masih bernuansa adat china, yakni dari segi bangunan dan hiasan makam.

“Rumah beliau di Banjarmasin sekarang menjadi lokasi perfustakaan,” ungkap Guru.

Baca Juga: Kejadian Ganjil Saat Pemindahan Jenazah Istri dan Anak Datuk Kelampayan

Baca Juga: Kisah Penghulu Rasyid, Pejuang yang Makamnya Menjadi Destinasi Wisata

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Tak Semua Air Sah untuk Bersuci, Simak Uraian dari Madzhab Syafii
apahabar.com

Sirah

Keutamaan Para Sahabat Rasulullah SAW Dijelaskan dalam Injil
apahabar.com

Religi

Cerita Masuk Islamnya Jin di Zaman Nabi SAW
apahabar.com

Sirah

Berikut 7 Golongan yang Akan Mendapat Payung di Padang Mahsyar
apahabar.com

Religi

Ikatan Sayidina Umar bin Khattab dengan Keluarga Rasulullah SAW
apahabar.com

Sirah

Mengetahui Guru Sekumpul ke RS di Singapura, 3 Ulama Sepuh Mekkah dan Yaman Gelar Shalat Hajat
apahabar.com

Sirah

Tiang Datu Ujung yang Dikeramatkan Ternyata Ada Dua
apahabar.com

Sirah

Mengingat 1976; Gemparnya Berita Guru Ibad Masuk Partai Penguasa, Seizin Ketua PBNU?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com