Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas Sopir Truk Terguling di A Yani Banjarmasin Bakal Tersangka!

Sapi dan Kambing Suka “Keluyuran”, Pemilik Terancam Denda Rp 50 Juta

- Apahabar.com     Senin, 15 Juli 2019 - 09:22 WITA

Sapi dan Kambing Suka “Keluyuran”, Pemilik Terancam Denda Rp 50 Juta

Hewan ternak berkeliaran di Perumahan Cipta Kampung Baru, Desa Mattone, Kecamatan Kusan Hilir. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Sejumlah warga di Kecamatan Kusan Hilir mengeluhkan banyaknya hewan ternak yang berkeliaran di permukiman warga. Hewan ternak seperti sapi dan kambing tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

“Kalau sapi itu kotorannya yang sangat tidak elok, khususnya di lingkungan kelurahan kota Pagatan. Kalau kambing itu pemakan segala, dari gorengan dan dagangan yang dipajang di kios juga dimakan. Sangat meresahkan dan harus segera ditertibkan,” sebut Kasran, warga yang tinggal di Perumahan Cipta Kampung Baru, Desa Mattone, kepada apahabar.com, Senin (15/7/2019).

Sejumlah warga lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Vicky, warga setempat, mengatakan hewan ternak di Pagatan sempat berhasil ditertibkan di era kepemimpinan Camat Eryanto Rais dan Plt. Camat Kusan Hilir, Syafruddin. Namun, saat ini hewan ternak tersebut berkeliaran lagi.

Pada 2017, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Tanah Bumbu juga sempat mengeluarkan surat penegakan peraturan daerah nomor 8 tahun 2007 tentang kebersihan dan ketertiban umum. Di dalam surat tersebut, disampaikan larangan melepas hewan ternak di kawasan permukiman. Pemilik juga wajib menjaga kebersihan kandang hewan ternaknya.

“Tapi sekarang malah berkeliaran lagi. Kami harap aparat setempat bisa memperikan perhatian,” sebutnya.

apahabar.com

Hewan ternak berkeliaran di Perumahan Cipta Kampung Baru, Desa Mattone, Kecamatan Kusan Hilir. Foto-Istimewa

Sumber apahabar.com menyebutkan Kelurahan Kota Pagatan bersama warga setempat sempat membuat perjanjian bahwa jika ada hewan ternak berkeliaran akan ditangkap dan disembelih, lalu dijual. Perjanjian itu ditandatangani oleh sejumlah pihak terkait.

Camat Kusan Hilir, Dewi Murni, menjelaskan pihaknya sudah berkali-kali menyosialisasikan Perda no. 7 tahun 2007 tentang kebersihan dan ketertiban umum. Dalam pasal 28 disebutkan bagi masyarakat yang membiarkan hewan ternaknya berkeliaran akan dikenai sanksi sebesar Rp 50 juta.

Ia mengatakan pengawasan hewan ternak dilakukan oleh Satpol PP dan Dinas Peternakan. Menurut dia, hewan ternak yang tetap berkeliaran akan ditertibkan sesuai Perda tersebut.

“Penampungan hewan ternak yang ditangkap akan diamankan sementara di kantor Kecamatan Kusan Hilir,” katanya, kepada apahabar.com, belum lama ini.

Sanksi lain yang bakal diterima warga jika masih membiarkan hewan ternaknya keluyuran terancam hukuman penjara selama 6 bulan. Meski demikian, pihaknya masih menggunakan langkah persuasif yakni melalui teguran lisan kepada pemilik hewan ternak tersebut.

Baca Juga: Cara Paman Birin Bagi-bagi Sapi, Kepala Dusun Harus Adu Suit 

Reporter: Puja Mandela
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Pencegahan Stunting, Tanbu Jadi Nomor 1 di Kalsel
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Tak Kenakan Masker, Puluhan Warga Tanbu Terjaring Razia
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Sampai Juli 2019, Ada 32 Kasus HIV/AIDS di Tanbu
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Pacu Kualitas SDM, Disdagri Tanbu Latih Servis Handphone
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Ketua DPRD Dukung Pemkab Tanbu Tarik Sekdes Berstatus PNS
Sekda Tanbu

Pemkab Tanah Bumbu

Banjir Melanda, Sekda Tanbu: Pemerintah Harus Jadi Garda Terdepan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Forum Komunitas Gabungan di Tanbu Bagikan 600 Ekor Ayam dan Paket Sembako
Pemkab Tanbu Penyelenggara Kabupaten Layak Anak

Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Berupaya Jadi Penyelenggara Kabupaten Layak Anak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com