Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Ketika Pejabat Pemkot Banjarmasin Rame-Rame Balikan Duit Korupsi KONI SMP Swasta di Banjarmasin Belajar Tatap Muka, Berikut Daftar Lengkapnya

Sidang Pileg, Hakim MK Minta Pemohon Pahami Permohonannya

- Apahabar.com Selasa, 9 Juli 2019 - 14:10 WIB

Sidang Pileg, Hakim MK Minta Pemohon Pahami Permohonannya

Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Foto – Antaranews.com

apahabar.com, JAKARTA – Hakim Konstitusi Saldi Isra meminta seluruh kuasa hukum pemohon perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 untuk dapat memahami maksud permohonannya terutama dalam petitum permohonan.

“Bahwa ada perbedaan yang mendasar antara pemilu ulang, penghitungan suara ulang, dan pemungutan ulang. Ini harus dipahami, nanti petitum dan maksudnya jadi ‘jaka sambung naik ojek’, ga nyambung gitu ya,” ujar Saldi di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (9/7/2019).

Baca Juga: Caleg Terpilih DPRD Tanah Bumbu Masuk Sel Tahanan

Saldi mengatakan hal tersebut dalam sidang pendahuluan sengketa Pileg 2019 di ruang sidang Panel II, yang memeriksa sengketa Pileg 2019 daerah pemilihan Papua.

Selain itu Saldi juga mengatakan petitum permohonan harus jelas karena mengandung konsekuensi yuridis yang harus dilaksanakan.

Saldi mengatakan pihaknya memperhatikan bahwa seringkali menemukan di dalam permohonan terdapat inkonsistensi, serta permohonan dengan petitum yang tidak relevan terkait dengan pemilu ulang, pemungutan suara ulang, dan penghitungan suara ulang.

“Jangan Anda nanti jangan salah menyebutnya, kalau salah jadi kabur permohonannya. Dan ini saya ingatkan kepada seluruh kuasa hukum yang mewakili para pemohon ya,” ujar Saldi.

Baca Juga: Caleg Terpilih PKB Terlibat Kasus Hukum, Begini Komentar Ketua KPU Tanbu

Hakim Konstitusi Aswanto yang memimpin persidangan di ruang sidang Panel II kemudian meminta Komisi Pemilihan Umum untuk membantu menjelaskan perbedaan antara pemilu ulang, penghitungan suara ulang, dan pemungutan suara ulang.

“Semua memang sama-sama pakai kata ulang, tapi harus dipahami betul karena konsekuensi yuridisnya berbeda. Nanti dalam sidang selanjutnya KPU mungkin bisa membantu menjelaskan perbedaannya,” kata Aswanto.

Adapun sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan KPU, Bawaslu, dan pihak terkait, akan digelar MK pada Senin (15/7).

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Asyik Gesek Kayu, Mardian Diterkam Harimau
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Pertama di Aceh
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Optimis Indonesia Tidak Akan Bubar Karena Dijaga Ulama
apahabar.com

Nasional

PGRI Pastikan Tak Bergabung dengan POP Garapan Kemendikbud
apahabar.com

Nasional

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Insiden Siswa Hanyut di Sleman
apahabar.com

Nasional

2.744 WNI Repatriasi dari Luar Negeri Dikarantina di Jakarta
apahabar.com

Nasional

Ricuh di Kongres PAN, 30 Orang dari Kubu Mulfachri Terluka
apahabar.com

Nasional

Berkeliaran di Pemukiman, Kini Macan Tutul Lereng Lawu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com