Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Sistem Door To Door Cegah Karhutla

- Apahabar.com Sabtu, 27 Juli 2019 - 08:00 WIB

Sistem Door To Door Cegah Karhutla

Kapsek Mataraman, Iptu Embang Pramono. SH, MH bersama anggota Polsek Mataraman memasang stiker imbauan pencegahan karhutla. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Polres Mataraman menggelar Operasi Bina Karuna Intan Banjar 2019. Sasarannya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam aksi di lapangan, pihak kepolisian sistem Door To Door (DOD).

Kapolsek Matraman, Iptu Embang Pramono menerangkan pada apahabar.com. Sabtu (27/7/2019), kegiatan dilakukan dari satu desa ke desa lain dalam waktu 14 hari. Semua rumah di wilayah hukum Polsek Mataraman didatangi.

“Cara kami untuk mengetahui rumah mana yang sudah didatangi dengan memberikan stiker berupa imbauan terkait bahaya dan ancaman bagi yang sengaja melakukan pembakaran lahan dan hutan,” tutur Embang.

Pembuatan stiker tersebut adalah kreatifitas dan inovasi dari Kapolsek Mataraman untuk mengetahui rumah mana yang sudah didatangi.

Metode sosialisasi kepada masyarakat menggunakan sistem DOD menurut Iptu Embang, sangat efektif karena pihaknya langsung menemui warga dan bahkan kepala desa untuk mengingatkan bahaya karhutla.

Embang mengatakan jika jajaran Polres Banjar diperintahkan Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete. SH, SIK, MH untuk mengenali masing-masing wilayahnya. Bahkan pihaknya diberikan kebebasan untuk memberikan inovasi dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

“Jadi Kami mendapatkan mandat dari Bapak Kapolres untuk mengenali wilayah masing-masing. Maka dari itu saya membuat sistem DOD ini, dan untuk mengetahui rumah mana yang sudah kami datangi,” beber Embang.

Wilayah yang disambangi anggota Polsek Mataran lumayan jauh, bahkan sampai 20 kilo dengan kondisi medan yang berbeda-beda.

“Walaupun desa yang kami datangi jauh, ini adalah tugas kita, semua harus kami lakukan, terutama untuk mencegah karhutla,” kata Embang.

Untuk penanganan Karhutla, Kapolsek Mataraman mengaku tidak segan menindak siapa saja yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan. Hal ini sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 Pasal 48 Ayat 1. Ancaman bila melanggar pidana penjara 10 tahun dengan denda Rp 10 miliar.

“Undang-undang tersebut berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja membuka atau mengelola lahan dengan cara membakar lahan yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan rusaknya fungsi kandungan hidup, maka akan ditindak sesuai dengan pasal yang sudah diterapkan,” pungkasnya.

Baca Juga: Heli Water Bombing BNPP Kalsel Padamkan Api di Gunung Raja

Baca Juga: Siang Bolong, Kebakaran Lahan di Bati-Bati Sibukkan Heli Water Boombing

Baca Juga: Marak Kebakaran Lahan, Banjarbaru Tetapkan Status Siaga

Reporter: AHC15
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penggunaan Genexpert Didorong untuk Pemeriksaan Alternatif Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Update Corona di Kalsel 31 Maret: Jumlah Pasien Positif Bertambah Tiga
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Tatah Bangkal, Dibikin Melengkung Khas Kota Sungai
apahabar.com

Kalsel

Bocah di Aluh-Aluh Sudah 5 Tahun Derita Hidrosefalus

Kalsel

Kabar Duka, Dokter Senior Kalsel Tutup Usia
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Di Puntik Tengah, Satu Pengendara Tewas
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS! Update Covid-19 di Kalsel, 1 PDP Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalsel

Kabupaten Banjar Dukung Gerakan Indonesia Bersih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com