Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya Ultah Ke-4, Kelompok Garis Keras Bartman Ultras 1988 Menolak Perbedaan Tipu Belasan Petugas Kebersihan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah

Sungai di Banjarmasin Sudah Tercemar Berat!

- Apahabar.com Kamis, 18 Juli 2019 - 15:14 WIB

Sungai di Banjarmasin Sudah Tercemar Berat!

Sungai Martapura yang membelah sejumlah wilayah Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Meski dikenal sebagai Kota Sungai, kondisi sungai di Banjarmasin ternyata sudah masuk dalam kategori gawat darurat.

Dari penelitian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin air sungai sudah di ambang batas pencemaran berat.

“Semua yang ada di Banjarmasin bagus kecuali baku mutu air sungai,” jelas Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Canyono, kepada apahabar.com, Kamis (18/7).

Beberapa parameter sungai telah melampaui penghitungan kualitas air seperti BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), merkuri, hingga kadar E-Coli.

“Masalahnya hanya baku mutu air sungai saja, mudahan-mudahan persoalan bisa cepat diatasi,” ujarnya.

Pada 2018, DLH telah melakukan pemantauan 10 titik sungai yang umumnya merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Banjarmasin.

Sebut saja, Sungai Pekapuran, Pemutus, Antasari, Martapura, Barito, Kuin, Surgi Mufti dan Kelayan.

Dari hasil monitoring lanjutan, penurunan kualitas air Sungai Banjarmasin disebabkan oleh posisi sungai yang terbilang cukup strategis.

Sungai di Banjarmasin yang berada di daerah hilir, demikian membuat sungai itu menerima bahan bahan tercemar dari dari hulu sungai.

“Ya pasti kalau kualitas air sungai menurun berpengaruh juga terhadap pengelolaan air bersih,” ujarnya.

Ia menerangkan kualitas air yang buruk juga otomatis berpengaruh pada kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin.

Sebab di antara sungai yang tercemar berat tadi umumnya merupakan urat nadi induk dari sungai.

Hal itu menyikapi masyarakat Banjarmasin sering melakukan aktivitas di sekitar sungai, seperti mandi, cuci, kakus atau MCK.

Bahkan untuk hewan biota air, jika kelamaan berada di sungai tercemar maka juga akan berpengaruh tentang keberadaan jenisnya.

“Bisa juga berpengaruh terhadap komunitas biota air sungai,” tuturnya.

Di antara sungai-sungai tadi, ia menyebutkan cuma sungai Alalak yang kadar keasaman atau pH air rata rata masih normal.

Baca Juga: Mulai Oktober, Terminal Baru Syamsudin Noor Siap Digunakan

Baca Juga: Paman Birin Malu-Malu Diajak Nyanyi Cita Citata

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Duta Mall Nyicil Bayar Tunggakan Pajak Parkir
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin, Hermansyah Siap Merebut Restu PDIP
apahabar.com

Kalsel

Usai Uji Kompetensi, 25 Calon Pejabat di Pemkab Tabalong Ikuti Seleksi Tahap Akhir
apahabar.com

Kalsel

Esok, Vivi Zubedi Luncurkan Kerajinan Purun di Pentas Internasional
apahabar.com

Kalsel

Tambah 5, Total 17 Positif Covid-19 di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Geger Mayat Wanita Hamil di HST, Diduga Istri Muda Pembakal
apahabar.com

Kalsel

Pameran Artefak Rasulullah dan Sahabat di Martapura Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Ini Identitas Mayat Berbusana Minim di Kuin Cerucuk Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com