Perselingkuhan Istri Polisi dan Penjual Buah di Palangka Raya Terbongkar Polisi Ungkap Kronologis Kebakaran Maut di Beruntung Baru Sakit Hati, Motif Disebarnya Video Mesum 13 Detik di Samarinda Banjarmasin Terendam, Analisa Pemkot Kenapa Meluas-Siapkan Pompanisasi Terungkap, Bendahara HKN Banjarmasin Sempat Tarik Duit Ratusan Juta

Sungai di Banjarmasin Sudah Tercemar Berat!

- Apahabar.com     Kamis, 18 Juli 2019 - 15:14 WITA

Sungai di Banjarmasin Sudah Tercemar Berat!

Sungai Martapura yang membelah sejumlah wilayah Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Meski dikenal sebagai Kota Sungai, kondisi sungai di Banjarmasin ternyata sudah masuk dalam kategori gawat darurat.

Dari penelitian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin air sungai sudah di ambang batas pencemaran berat.

“Semua yang ada di Banjarmasin bagus kecuali baku mutu air sungai,” jelas Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Canyono, kepada apahabar.com, Kamis (18/7).

Beberapa parameter sungai telah melampaui penghitungan kualitas air seperti BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), merkuri, hingga kadar E-Coli.

“Masalahnya hanya baku mutu air sungai saja, mudahan-mudahan persoalan bisa cepat diatasi,” ujarnya.

Pada 2018, DLH telah melakukan pemantauan 10 titik sungai yang umumnya merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Banjarmasin.

Sebut saja, Sungai Pekapuran, Pemutus, Antasari, Martapura, Barito, Kuin, Surgi Mufti dan Kelayan.

Dari hasil monitoring lanjutan, penurunan kualitas air Sungai Banjarmasin disebabkan oleh posisi sungai yang terbilang cukup strategis.

Sungai di Banjarmasin yang berada di daerah hilir, demikian membuat sungai itu menerima bahan bahan tercemar dari dari hulu sungai.

“Ya pasti kalau kualitas air sungai menurun berpengaruh juga terhadap pengelolaan air bersih,” ujarnya.

Ia menerangkan kualitas air yang buruk juga otomatis berpengaruh pada kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin.

Sebab di antara sungai yang tercemar berat tadi umumnya merupakan urat nadi induk dari sungai.

Hal itu menyikapi masyarakat Banjarmasin sering melakukan aktivitas di sekitar sungai, seperti mandi, cuci, kakus atau MCK.

Bahkan untuk hewan biota air, jika kelamaan berada di sungai tercemar maka juga akan berpengaruh tentang keberadaan jenisnya.

“Bisa juga berpengaruh terhadap komunitas biota air sungai,” tuturnya.

Di antara sungai-sungai tadi, ia menyebutkan cuma sungai Alalak yang kadar keasaman atau pH air rata rata masih normal.

Baca Juga: Mulai Oktober, Terminal Baru Syamsudin Noor Siap Digunakan

Baca Juga: Paman Birin Malu-Malu Diajak Nyanyi Cita Citata

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Amuntai

Kalsel

Drama Penyanderaan Maut di Amuntai, Nego Polisi Berbalas Tembakan Terduga Pelaku
apahabar.com

Kalsel

Bertambah 9, Positif Covid-19 di Tanbu Jadi 22 Orang
apahabar.com

Kalsel

Januari-Juni, Puluhan Anak dan Perempuan Alami Kekerasan di Kalsel
THM Armani Executive

Kalsel

Pengunjung THM Armani Executive Club Banjarmasin Wajib Patuhi Prokes
apahabar.com

Kalsel

Pembekalan Mahasiswa Baru Uniska Banjarmasin Digelar Daring
apahabar.com

Kalsel

Emosi, Petani Kandangan Tebas Dua Pemuda hingga Sekarat
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Kalsel Tambah 23 Pasien Sembuh dari Karantina Khusus
apahabar.com

Kalsel

Tanam 16 Ribu Pohon, Upaya Hijaukan Markas Kepolisian di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com