91 Persen Pasien Covid-19 di Kalsel Sembuh Jadwal Liga Inggris Sheffield United vs Man City Malam Ini, Live Streaming Mola TV, Guardiola Tanpa Aguero! Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya

Tak Punya Izin, Pertamini Bisnis Ilegal

- Apahabar.com Senin, 29 Juli 2019 - 17:46 WIB

Tak Punya Izin, Pertamini Bisnis Ilegal

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, KANDANGAN – Pertamini atau penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran lengkap dengan alat digital, kini kian menjamur. Termasuk di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), khususnya di Kota Kandangan.

Oleh sebagian masyarakat, keberadaanya dirasa sangat membantu, sama seperti penjual bensin eceran dalam botol yang sebelumnya juga banyak ditemui.

Akan tetapi sekarang keberadaan Pertamini di sana, jadi sorotan Ketua Komisi II DPRD HSS Safriansyah. Ia menyebut Pertamini usaha ilegal. Menurutnya, akibat kurangnya pengawasan sehingga Pertamini menjamur di HSS.

“Bahkan saya pernah membaca status orang di media sosial, menyebut kota kita ini sebagai kota seribu Pertamini,” tutur Syafriansyah saat menerima kedatangan perwakilan Persatuan Sopir Kandangan (Pasokan) di DPRD HSS, Senin (29/07/2019).

Sementara itu, Dinas Penanaman Modal Terpadu dan Pelayanan Satu Pintu, melalui kabid Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Rahimi mengatakan, pihaknya tidak pernah memberikan izin apapun terkait praktek penjualan BBM melalui Pertamini.

Namun pihaknya, terang Rahimi, sudah mengeluarkan surat edaran sampai ke kecamatan, agar tidak memberikan izin apapun terkait praktek penjualan BBM tersebut.

Akan tetapi, fakta di lapangan banyak masyarakat mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB) dengan tujuan izin mendirikan toko atau kios, namun ternyata mendirikan Pertamini.

“Izin IMB di bawah 200 m, kewenangannya ada di bawah pihak kecamatan,” katanya.

Selain itu, Pertamini belum diakui alat ukur serta dari segi keamanan juga belum terpenuhi.

Di tempat berbeda, Kabid Perdagangan Daerah Disdag HSS, M Afif Bizri mengakui hanya punya kewenangan melakukan pengecekan takaran. Namun, tidak mungkin sampai menutup usaha rakyat.

Baca Juga: Dinas Perpustakaan Balangan Gencar Beri Pelayanan Membaca Masyarakat

Baca Juga: PDAM: Air Sungai Amandit Masih Layak untuk Bahan Air Baku

Reporter: Simah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dilantik, PPM Diharapkan Berperan dalam Pembangunan
apahabar.com

Kalsel

Banyak Suami Istri di Batola Nikah Bawah Tangan
apahabar.com

Kalsel

Dipindah ke Ulin, Intip Kondisi Terbaru Wali Kota Banjabaru
apahabar.com

Kalsel

Pasutri Pengedar Narkoba di Tanah Bumbu Digulung Petugas
apahabar.com

Kalsel

MUI HST Evaluasi Imbauan Beribadah di Tengah Mewabahnya Corona
apahabar.com

Kalsel

Irwasum Awasi Kontijensi Aman Nusa II 2020
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Kasus Positif Covid-19 di Kalsel Masih Didominasi Hasil Tracking
Kemenag Tapin Buka Layanan Secara Online

Kalsel

Kemenag Tapin Buka Layanan Secara Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com