Detik-Detik Longsor Maut di Desa Batu Bini HSS Timbun 4 Pencari Batu Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Tangkap Kakak Beradik Pemilik 2,1 Kg Sabu-Sabu Selama Idulfitri, PDAM Bandarmasih Pastikan Pasokan Aman Dewan Minta Pemkot Banjarbaru Lebih Peka Permasalahan Warganya, Simak Penjelasan Wali Kota Motif Pembunuhan Dipocong di Tabat HST Terungkap, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Terkendala Syarat, Unit Metrologi Legal Barut Belum Bisa Beroperasi

- Apahabar.com Rabu, 31 Juli 2019 - 17:58 WIB

Terkendala Syarat, Unit Metrologi Legal Barut Belum Bisa Beroperasi

Ilustrasi tera. Foto – Radar Sidoarjo/Satria Nugraha

apahabar.com, MUARA TEWEH – Unit Metrologi Legal (UML) Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah belum bisa beroperasi, sebab masih terkendala syarat yang perlu dipenuhi sebelum melakukan pelayanan tera maupun tera ulang.

Kepala UPT Unit Metrologi Legal Barut, Erina Primayanti M Eng mengatakan, pihaknya baru bisa beroperasi kalau sudah ada penilaian dari Direktorat Kementerian Metrologi terhadap kelayakan peralatan tera ulang yang ada.

“Di Kabupaten Barito Utara ada 2 orang yang sudah lulus menjadi penera dan salah satunya saya sendiri, namun karena belum ada surat keterangan kemampuan tera ulang dari Direktorat Metrologi maka kita belum bisa beroperasi,” katanya kepada apahabar.com, Rabu (31/7/2019).

Selain itu, nantinya apabila sudah ada surat keterangan kemampuan pelayanan tera baru, UPT diberikan cap tanda tera (CTT). Maka dengan itu baru pihaknya bisa turun ke lapangan untuk memberikan pelayanan tera maupun tera ulang.

“Selama ini walau berstatus penera kami hanya mendampingi apabila ada pihak Balai Standarisasi Metrologi Legal regional III dari Banjarmasin datang ke kabupaten ini,” terang Erina.

Unit Metrologi Legal melakukan pelayanan tera, juga tera ulang dan pengukuran, alat-alat ukur, takar timbang dan perlengkapan serta pengawasan yang bertujuan menciptakan tertib ukur untuk melindungi kepentingan umum dan menjamin adanya kebenaran pengukuran dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan ukur, standar satuan dan metode pengukuran.

Dikatakannya untuk UML ini harus memiliki penera yang telah mengikuti pendidikan selama 5 bulan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian di Bandung Jawa Barat.

“Tanpa CTT, UML masih belum dapat berjalan sendiri, untuk pelayanan tera dan tera ulang UML Barut masih difasilitasi oleh Balai Standardrisasi Metrologi Legal Regional III Banjarmasin,” tandas Erina.

apahabar.com

Kepala UPT Unit Metrologi Legal Barut, Erina Primayanti M Eng. Foto – apahabar.com/Muhammad Nasution

Baca Juga: Heboh Kasus Bripka Rahmat, Puluhan Calon Pemegang Senpi di Kobar Tes Psikologi

Baca Juga: Akhiri Persaingan, Agustin Teras Narang Minta Jokowi Segera Umumkan Lokasi Ibu Kota RI

Reporter: Ahc17
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Tangani Covid-19, Pemprov Kalteng Alokasikan Rp500 Miliar
Pilgub Kalteng

Kalteng

Kapolres Kapuas Cek Pengamanan Rapat Pleno di Sejumlah PPK
apahabar.com

Kalteng

Dini Hari, Api Lumat Satu Rumah di Lungkuh Kapuas

Kalteng

Curi Motor, 3 Remaja Barut Diringkus Polisi
apahabar.com

Kalteng

Teras Resmi Jabat Kadis Pekerjaan Umum Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Sejumlah Perwira di Polres Palangkaraya Dimutasi, AKP Nandi Jabat Kasat Reskrim
apahabar.com

Kalteng

Kampung Tangguh di Palangka Tuai Hasil di Tengah Pandemi
apahabar.com

Kalteng

Dirut PDAM Muara Teweh Ancam Denda Rp 2 Juta Bagi Pelanggan Nakal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com