Sisihkan 20 Peserta, 3 Barista Banjarbaru Sabet Gelar Juara Brewers Cup 2021 Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin Ribuan Gram Sabu hingga Ratusan Butir Ekstasi di Banjarmasin Dimusnahkan BREAKING! Tim Advance Pak Jokowi Tiba di Bandara Syamsudin Noor Arus Lalu Lintas Jembatan Sei Alalak Sementara Dialihkan, Catat Kapan Ditutup Total

Torehan Sejarah (2); Kereta Api di Kalsel Dimiliki Perusahaan Tambang

- Apahabar.com     Sabtu, 13 Juli 2019 - 06:30 WITA

Torehan Sejarah (2); Kereta Api di Kalsel Dimiliki Perusahaan Tambang

Pembuatan rel kereta api di masa lalu. Foto-Koleksi KITLV

apahabar.com, BANJARMASIN – Seorang Railfans (penggemar kereta api) asal Belanda, Gerard W. de Graaf mengungkapkan bahwa di Indonesia, kereta api pertama kali beroperasi di Kalimantan Selatan.

Meskipun, jenis kereta api yang dimaksud adalah kereta pengangkut batu bara menggunakan lori atau kereta menggunakan ban (roda) besi di atas sepasang rel yang ditarik tenaga manusia.

Baca Juga: Torehan Sejarah (1): Kalsel Pertama Kali Miliki Rel Kereta Api di Indonesia?

Adapun, perusahaan kereta tambang tersebut dikelola oleh Borneo Maatschappij dengan lebar spoor 600 milimeter dan sebagian berukuran 1067 milimeter.

“Demikian halnya diungkapkan oleh Leopold dalam tesisnya, De Gezondheidstoestand der Arbeiders bij de Steenko-lenmijnen van Poeloe Laoet (1915),” ucap Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM Mansyur.

Untuk mendukung terlaksananya operasional pertambangan batubara, kata dia, sejak 1903 Pemerintah Hindia Belanda telah menyiapkan hal-hal pendukung. Sehingga investor dapat bekerja dengan baik.

Salah satunya, bekerjasama dengan investor perusahaan tambang Pulau Laut (De Steenkolen-Maatschappij Poeloe Laoet).

Alhasil, dibangun jalan angkut sepanjang 5 kilometer dari daerah Semblimbingan menuju Pelabuhan Stagen yang berjarak sekitar 5 kilometer.

“Pihak investor juga menyediakan kereta tambang dan perancah konstruksi besar untuk mengangkut batubara dan sebuah kapal pengangkut batubara ke Eropa,” ujarnya.

Apabila dibandingkan dengan jalur kereta api Perusahaan Pertambangan Ombilin dengan lokomotif uap E1060 dari Emma Haven (Pelabuhan Teluk Bayur) ke Sawahlunto yang panjangnya sekitar 10 kali lipat yakni mencapai 155, 5 kilometer.

Diduga lokomotif kereta yang dipakai di Pulau Laut tidak jauh berbeda dengan lokomotif uap pada Perusahaan Pertambangan Ombilin yakni lokomotif uap E1060 yang berbahan bakar batu bara.

Dari peta Jalur Rel Kereta/Spoorweg Seblimbingan-Stagen yang dirilis Leopold tahun 1915 tersebut, tambah dia,  menunjukkan bahwa rel kereta tambang atau spoorweg melalui jalan perumahan penduduk yang berada di sekitar lokasi pertambangan.

“Selain itu, dari wilayah pertambangan Seblimbingan, rel kereta juga melalui satu jalur sungai dan tiga jalur jalan darat sampai ke Pelabuhan Stagen,” ujarnya.

Setelah ditambang dan diangkut dengan kereta tambang, kemudian dibongkar di kapal angkut yang berlabuh Pelabuhan Stagen. Selanjutnya, dibawa ke Eropa melalui jalur pengangkutan selat Makassar dan Laut Jawa.

Menurut penuturan Leopold, dari bagian pemisahan batubara kemudian jalan rel kereta api, empat kilometer pertama mengikuti batas antara tanah dan rawa. Kemudian kilometer terakhir melalui rawa menuju arah laut. Pada akhirnya baris rel ini adalah dermaga kayu yang dibangun di laut untuk tambatan kapal.

“Dermaga pendaratan memang dibangun dengan baik, kedalaman air 8 meter, yang ditujukan untuk pengisian bahan bakar kapal bisa dilakukan dengan cepat,” paparnya.

Ada dua dermaga pemuatan dengan kedalaman air adalah 8 dan 7 meter. Dermaga ini ditargetkan menampung 1000 ton angkutan kapal per hari.

Kecepatan pengisian bahan bakar, sepenuhnya tergantung pada desain kapal dan alternatifnya antara batas lebar. Di mana tanpa perangkat pemuatan yang dioperasikan harus mendapatkan 3-500 ton, dengan pemuatan 800 ton per hari dari lubang (bunker) tambang.

Baca Juga: Breaking News..!! Pembunuh Pemuda di Kandangan Akhirnya Tertangkap

“Jarak dari tambang ke titik bongkar muat tidak terlalu jauh sehingga biaya angkutan batubara itu sendiri kecil,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Baru Datang, Dua Truk Tabloid Indonesia Barokah Disortir Bawaslu Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Menggali Potensi Wisata di Kampung Sungai Biyuku
apahabar.com

Kalsel

Sembari Mengimbau Pengendara, FDO Kalsel Bagi-Bagi Masker

Kalsel

Sertijab Kapolda Kalsel, Irjen Pol Nico Afinta Laporkan Situasi Satuan ke Irjen Pol Rikwanto
Operasi Yustisi

Kalsel

Perayaan Iduladha di Kalsel, Operasi Yustisi hingga Pembatasan Mobilitas Diperketat
apahabar.com

Kalsel

Horee, THR PNS Pemprov Kalsel Cair Hari Ini
apahabar.com

Dishut Kalsel

Revolusi Hijau, Dinas Kehutanan Kalsel: Revitalisasi Lahan Kritis Capai 29 Ribu Hektare
HAM

Kalsel

10 Kabupaten/Kota di Kalsel Raih Penghargaan Peduli HAM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com