Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil Heboh, Hujan Es Terjadi di Long Ikis Paser Izin Investasi Miras Dicabut, Bahlil Yakin Kepercayaan Investor Masih Baik Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng BREAKING! Polisi Tangkap 2 Narapidana Kabur dari Rutan Kandangan

UIN Antasari Bantah Kenaikan UKT Mahasiswa Bidikmisi

- Apahabar.com Jumat, 26 Juli 2019 - 14:24 WIB

UIN Antasari Bantah Kenaikan UKT Mahasiswa Bidikmisi

apahabar.com melakukan penelusuran informasi kenaikan UKT bidikmisi di gedung Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) UIN Antasari. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Kabar kenaikan Uang Tunggal Kuliah (UKT) bagi mahasiswa Bidikmisi dibantah oleh Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Masri.

“Itu informasi yang salah. Tidak ada kenaikan,” ucapnya kepada apahabar.com melalui telepon seluler, Jum’at (26/7) Pagi.

Sebelumnya, salah satu media berita online memberitakan, kenaikan UKT Bidikmisi dinilai memberatkan lantaran naik hingga dua kali lipat yang semula 3 juta rupiah menjadi 6 juta rupiah.

“Pembagian UKT terbagi menjadi beberapa kelompok dan untuk Bidikmisi sama rata yaitu sebesar 2,4 juta rupiah. Jadi salah yang memberitakan 3 juta itu,” tegasnya.

Tim apahabar.com menelusuri langsung ke gedung Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) UIN Antasari. Beberapa staf turut mengiyakan bahwa informasi yang telah beredar kurang dari sepekan ini adalah berita yang kurang tepat.

Berdasarkan keputusan Menteri Agama Nomor 151 tahun 2019 tentang UKT PTKI tahun akademik 2019-2020, UKT yang dimaksud terdiri dari beberapa kelompok yang ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.

“Jadi ada rumus khusus untuk menentukan kelompok tadi. Selain Bidikmisi, ada 7 kelompok lainnya yang nilai pembayarannya berbeda tergantung dari jurusan atau program studinya,” lanjut Masri.

Dari data KMA 151, pembagian kelompok ditetapkan terendah 400 ribu rupiah sampai dengan tertinggi 3 juta rupiah, lalu khusus Beasiswa Bidikmisi sebesar 2,4 juta rupiah.

Staf Operator SIAKAD UIN Antasari, Erwinsyah memaparkan penentuan kelompok dilihat berdasarkan beberapa kategori di antaranya pekerjaan dan penghasilan orang tua serta jumlah tanggungan.

“Diverifikasi berdasarkan hasil isian data saat pendaftaran ulang, lalu diputuskan akan masuk dalam kelompok mana,” ucap Erwin

“Contohnya sempat ada keluhan dari orang tua yang merasa biaya UKT anaknya terlalu tinggi padahal dirinya hanya seorang tukang ojek online. Ternyata setelah dicek, istrinya seorang PNS dan anaknya hanya satu,” sambungnya.

Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Antasari KKN di Desa Lumpangi Loksado

Baca Juga: Mahasiswa dan Lulusan UIN Antasari Dibekali Trik Hadapi Tantangan Kerja

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhilllah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tak Mau Jadi Penonton, PKS Dorong Kadernya Maju Pilkada 2020

Kalsel

Update Banjir Kalsel: Debit Air Mulai Turun, Pemerintah Fokus Distribusikan Logistik
apahabar.com

Kalsel

Rusian Minta AHY dan SBY Pecat Pengkhianat Partai
apahabar.com

Kalsel

Parkir Liar Jalan Simpang Ulin, 7 Kendaraan Ojol Terjaring

Kalsel

Positif Bertambah 11 Orang, Tanbu Masih Zona Merah Covid-19
pj gubernur kalsel

Kalsel

Pascabanjir, Pj Gubernur Kalsel Tekan Komitmen dan Kerjasama Bangun Lingkungan
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin dan Kotabaru Masuk Program TMMD ke-105
apahabar.com

Kalsel

Banyak Perahu Tambat di Dermaga Dadakan, Warga Murung Kenanga Sambut Hangat Jemaah Jalur Air
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com