Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Walhi Minta Pemerintah Bangun Rumah Sakit Korban Karhutla Kalteng

- Apahabar.com     Senin, 22 Juli 2019 - 06:30 WITA

Walhi Minta Pemerintah Bangun Rumah Sakit Korban Karhutla Kalteng

Ilustrasi kabut asap. Foto – Antara

apahabar.com, JAKARTA – Direktur Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati meminta pemerintah untuk membangun rumah sakit bagi korban yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2015.

“Dalam salah satu tuntutan itu adalah para penggugat meminta tanggung jawab pemerintah untuk membangun rumah sakit khusus untuk gangguan paru-paru bagi korban,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Nasional Walhi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (21/7/2019).

Tuntutan itu disampaikan menyusul putusan Mahkamah Agung yang memenangkan warga dalam gugatan citizen lawsuit (CLS) atas kebakaran hutan di Kalimantan Tengah pada 2015.

Nur Hidayati mengatakan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi tuntutan yang diajukan dalam gugatan kasus tersebut.

“Menjadi aneh ketika pemerintah melakukan PK (peninjauan kembali) atau menolak dalil-dalil yang diputuskan oleh berbagai level di pengadilan. Karena itu memang sudah jadi kewajibannya,” katanya.

Penggugat di Kalteng, kata dia, meminta pemerintah untuk memulihkan kembali hak-hak para penyintas yang sudah terganggu kesehatannya.

Banyak dari hak-hak para penyintas terabaikan setelah terkena dampak dari berbagai bencana ekologis, terutama dampak kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, Walhi meminta pemerintah untuk segera memenuhi kewajibannya, salah satunya dengan membangun rumah sakit khusus bagi korban yang terkena gangguan paru-paru akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan.

“Karena yang jadi korban bukan hanya orang dewasa, tetapi juga banyak anak-anak kecil dan balita,” katanya.

“Karena itu, sebenarnya sesuatu yang sangat wajar dan seharusnya memang dipenuhi oleh pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga: 2 Hari Mantan Kades Pikun Bikin Heboh

Baca Juga: BKSDA Kalteng Lakukan Observasi di Lokasi Serangan Buaya

Baca Juga: Sungai Barito Surut, Warga Barito Utara Ramai Tangkap Ikan Patin

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalteng

HUT RI ke-76, Masyarakat Kapuas Diimbau Pasang Bendera Merah Putih

Kalteng

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Padi Milik Anggota DPRD Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Bentuk Atensi, PB Pusat Beri Masukan Terkait Kepengurusan Podsi Kalteng

Kalteng

1,3 Kg Sabu Dimusnahkan, Hasil Penindakan 3 Wilayah di Kalteng
PDAM Kapuas

Kalteng

PDAM Kapuas Usulkan Pembangunan 2 IPA dan Jaringan Pipa
apahabar.com

Kalteng

Geger, Ada Mayat Lelaki Membusuk di SMA Perintis Palangka Raya
Balakar 545 Kapuas

Kalteng

Kepengurusan Balakar 545 Kapuas Dibekukan, Suparman Beberkan Alasannya
apahabar.com

Kalteng

Unit Motor Polres Pangkalan Bun Sita Puluhan Ulin Ilegal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com