Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Warga Keluhkan Kabut Asap di Palangka Raya, PMI Sebar Ribuan Masker

- Apahabar.com Jumat, 26 Juli 2019 - 12:57 WIB

Warga Keluhkan Kabut Asap di Palangka Raya, PMI Sebar Ribuan Masker

Kabut asap mulai menyelimuti Kota Palangka Raya, Provinsi Kalteng. Foto - Firman Ayatullah for apahabar.com

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Memasuki masa kemarau, wilayah di Kalimantan serentak waspada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pasalnya, kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah.

Contohnya, sejumlah titik di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang sudah mulai diselimuti kabut asap.

Sejumlah warga mengeluhkan asap yang semakin hari semakin menutupi jarak pandang mereka.

“Semakin hari asap semakin tebal, mengganggu jarak pandang kita yang hendak beraktivitas kerja,” kata salah seorang warga, Firman Ayatullah kepada apahabar.com, Jumat (26/7/2019).

Warga Jalan Gemini, Kelurahan Menteng, Palangka Raya itu berharap pemerintah segera tanggap mengatasi masalah ini.

“Program penanganan Karhutla kan pasti ada dicanangkan pemerintah, itu saja lebih digencarkan lagi. Meski belum mampu mencegah agar Karhutla tidak terjadi, setidaknya minimal bisa mengurangi kabut asap tidak semakin menebal menyelimuti Kota Cantik,” ujarnya.

Baca Juga: PMI Kalteng Bagikan 6.000 Masker Gratis Atasi Debu Karhutla

Sementara, Palang Merah Indonesia (PMI) Kalteng bersama PMI Kota Palangka Raya telah membagikan 6.000 masker secara gratis ke masyarakat.

Pembagian menyasar ke sejumlah titik, utamanya di kawasan Bundaran Kecil untuk meminimalkan dampak partikel debu akibat dari karhutla.

“Paling tidak apa yang kami lakukan untuk mengurangi serta mencegah masyarakat kita terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap kebakaran hutan dan lahan,” tutur Sekretaris PMI Kalteng Siti Nafsiah di Palangka Raya, dilansir Antara, Kamis (25/7/2019).

“Pembagian masker dilakukan setelah melihat kondisi Kota Palangka Raya yang menjelang sore hari selalu diselimuti asap tipis. Asap bercampur debu kebakaran lahan itu bisa memicu penyakit pernafasan,” pungkasnya.

Baca Juga: Kabupaten Banjar Rawan Karhutla, Dandim 1006 Sebut Itu Tantangan 

Baca Juga: Kabid Humas: Polda Kalsel Siap Tangani Karhutla 2019

Baca Juga: Bupati Banjar Ingatkan Instansi Terkait Waspada Karhutla

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Senggol Avanza, Pemotor di Barut Tewas Dihantam Truk
apahabar.com

Kalteng

DPRD Barut Rekomendasikan Pilkades Muara Inu Ditunda
apahabar.com

Kalteng

Alat PCR RS Palangka Raya Resmi Berfungsi, Intip Kapasitasnya
apahabar.com

Kalteng

DPR RI Dorong Kalteng Jadi Motor Pengembangan Obat Tradisional
apahabar.com

Kalteng

Terapkan Prokes, UM Palangkaraya Wisuda 600 Mahasiswa Secara Tatap Muka
apahabar.com

Kalteng

Kecamatan Timpah Kapuas Sukses Pungut Pajak Melebihi Target
apahabar.com

Kalteng

TBS PT AGU di Pandran Barut Diduga Dicuri Massal

Kalteng

Pembelajaran Tatap Muka Ditunda, Ini Penjelasan Dinas Pendidikan Barut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com