Tempo Dua Bulan, Polres Tala Ungkap Puluhan Tersangka Kasus Narkoba Kebakaran di Pampanan, INAFIS Polres Tabalong Turun Tangan Kios di Tapin Terbakar, Satu Orang Jadi Korban Tarif PCR Sudah Turun, Maskapai Penerbangan di Kalsel Masih Menjerit Duh! Banjarmasin Sudah Galakkan Vaksinasi Anak 12 Tahun

YLKI Soroti Kepatuhan Kantor Pemerintah Sebagai Kawasan Tanpa Rokok

- Apahabar.com     Senin, 8 Juli 2019 - 11:45 WITA

YLKI Soroti Kepatuhan Kantor Pemerintah Sebagai Kawasan Tanpa Rokok

Ilustrasi larangan merokok. Foto – Hargo.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonsia (YLKI) Tulus Abadi menyoroti sejumlah kantor pemerintahan yang tidak menjadi contoh kepatuhan terhadap aturan tempat kerja sebagai salah satu kawasan tanpa rokok.

“Banyak kantor-kantor pemerintahan yang pimpinan dan stafnya merokok di tempat kerja yang tertutup,” kata Tulus melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dikutip apahabar.com dari Antara, Senin (8/7/2019).

Tulus mengatakan hal itu seharusnya menjadi perhatian banyak pihak dan para pimpinan wilayah karena kawasan tanpa rokok sebenarnya merupakan upaya melindungi masyarakat agar tidak menjadi perokok pasif.

Pasalnya, perokok pasif juga terancam menderita kanker paru akibat paparan asap rokok orang-orang di sekitarnya. Faktor risiko perokok pasif terkena kanker paru empat kali lipat, sedangkan perokok aktif 13,6 kali lipat.

Salah satu contoh perokok pasif yang harus menderita kanker paru adalah Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

“Pak Sutopo adalah salah satu korban keganasan asap rokok di tempat kerjanya. Pak Sutopo adalah korban egoisme bahkan sadisme dari lingkungan kerjanya yang membara oleh asap rokok,” tuturnya.

Sutopo meninggal pada Minggu (7/7) di Guangzhou, China saat menjalani pengobatan akibat kanker paru stadium IVB.

Sutopo mengaku menjaga perilaku hidup sehat dan tidak merokok, tetapi juga menyatakan kerap mendapati lingkungan kerja yang penuh asap rokok dan tidak bisa menghindar.

“Dalam hal sebagai perokok pasif, Pak Sutopo tidak sendirian. Secara nasional, menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, jumlah perokok pasif mencapai lebih dari 90 juta orang, 12 juta lebih adalah anak usia nol hingga empat tahun,” tuturnya.

Tulus mengatakan para perokok pasif kebanyakan terpapar asap rokok di tempat kerja bahkan di dalam rumahnya sendiri.

Baca Juga: Mengenal Kanker Paru yang Diderita Sutopo

Baca Juga: Berduka, Presiden Jokowi Kenang Ucapan Almarhum Sutopo soal Hidup

Baca Juga: Jenazah Sutopo Diperkirakan Tiba di Jakarta Malam Ini

Baca Juga: Turut Berduka, Kepala BPBD Kalsel Kirim Karangan Bunga untuk Almarhum Sutopo

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Positif Corona, Satu WNI di London Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Ditagih Soal Perjanjian RI-GAM, Jokowi: Beri Saya Waktu
apahabar.com

Nasional

Kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Hitung Cepat Picu Rupiah Menguat
apahabar.com

Nasional

Nenek dan Kakek Ini Tolak Bantuan Beras, Alasannya Mulia

Nasional

Presiden Jokowi Sebut Selamatkan Nyawa Rakyat Hukum Tertinggi Bernegara
apahabar.com

Nasional

Tanggapi Video Sandera WNI Menangis, Kemlu Upayakan Pembebasan
apahabar.com

Nasional

Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara, 11 Warga Dinyatakan Hilang
apahabar.com

Nasional

HGI Dukung Program Pengembangan Food Estate di Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com