Sosok Promotor Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Paman Birin Bukan Orang Sembarangan Tempo Dua Bulan, Polres Tala Ungkap Puluhan Tersangka Kasus Narkoba Kebakaran di Pampanan, INAFIS Polres Tabalong Turun Tangan Kios di Tapin Terbakar, Satu Orang Jadi Korban Tarif PCR Sudah Turun, Maskapai Penerbangan di Kalsel Masih Menjerit

21 Anak di Banjarmasin Mengidap HIV/AIDS

- Apahabar.com     Jumat, 23 Agustus 2019 - 17:32 WITA

21 Anak di Banjarmasin Mengidap HIV/AIDS

Ilustrasi HIV/AIDS. Foto-Tirto.ID

apahabar.com, BANJARMASIN – Penyebaran virus HIV dan AIDS di Kota Banjarmasin sudah merambah hingga anak-anak.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin ada 21 anak yang mengidap HIV/AIDS. Mereka diagnosis kena sejak lahir dari periode 2012 hingga sekarang.

Dilihat dari riwayatnya, virus yang merusak sistem kekebalan tubuh itu diturunkan sang ibu.

Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi menerangkan, bila sang ibu sudah mengidap HIV/AIDS, maka kemungkinan besar bayinya ikut tertular penyakit serupa.

Sebagian anak pengidap HIV/AIDS diketahui sejak lahir, saat proses pengecekan darah.

“Ketemu saat berusia anak masih bayi, diketahui mengidap HIV/AIDS, karena bawaan dari sang ibu,” kata Machli saat dihubungi apahabar.com, Jumat (23/8).

Mengacu pada fakta yang ada, diperlukan pemeriksaan sejak dini untuk mengetahui apakah ibu hamil mengidap HIV/AIDS.

Demikian agar anak atau calon bayi tidak terpapar HIV/AIDS dan ditangani. Makanya ibu hamil wajib periksa tiga macam penyakit. Hepatitis, Sifilis, dan HIV.

Namun bukan perkara mudah untuk membujuk agar ibu hamil mau melakukan pemeriksaan tersebut.

Ada ibu hamil yang bersedia untuk diperiksa terkait ketiga penyakit tersebut. Tapi ada pula ibu hamil yang menolak diperiksa karena merasa tidak terinfeksi virus.

“Sinergitas dengan instasi, elemen masyarakat dan ulama sangat diperlukan agar ibunya bersedia diperiksa,” Ujarnya.

Dengan diketahui sejak dini, penanganan dan pengobatan bisa dilakuka secepatnya.

Mengambil data Dinkes lagi, rupanya virus yang sampai saat ini tidak ada obatnya tersebut terus menghantui warga Banjarmasin.

Sampai Juni 2019, tercatat ada 65 orang termasuk 1 anak-anak yang mengidap HIV/AIDS.

“Kasus HIV/AIDS adalah fenomena gunung es, ayo kita perangi dan selamatkan generasi muda,” tegasnya.

Baca Juga: Cegah Siswa Bawa Motor, Pemkot Banjarmasin Andalkan Angkutan Massal

Baca Juga: Hari Ini, Dua Kali Lahan di Kantor Gubernur Kalsel Diamuk Api!

Baca Juga: Silo Grup Menang, Pemprov Kalsel Legowo, Pulau Laut Kian Terancam

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

BPJamsostek Banjarmasin Beri Perlindungan Keselamatan Kerja Pada Pedagang Pasar
apahabar.com

Kalsel

Insan Pers Kotabaru Terima 1 Ekor Sapi Kurban PT Indocement
apahabar.com

Kalsel

PSBB Dimulai, Dewan Kota Tegaskan Distribusi Sembako ke Warga Berhak
apahabar.com

Kalsel

Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara Ke 20, Ini Sejarah Terbentuknya AMAN di Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19, 4 Kabupaten/Kota Kalteng Sudah Di-Rapid Test Massal
Banjarmasin

Kalsel

Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Dikabarkan Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Breaking News! Mayat Bayi Ditemukan Mengapung di Sungai Miai
Covid-19 Tabalong

Kalsel

Alhamdulillah, Tren Kesembuhan Covid-19 Tabalong Berlanjut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com