Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu Duel Juventus vs Barcelona Liga Champions Malam Ini Tanpa Ronaldo vs Lionel Messi, Link Live Streaming SCTV!

AIMI Kalsel, Tidak Ada Kata Terlambat Sukses Menyusui

- Apahabar.com Minggu, 4 Agustus 2019 - 09:24 WIB

AIMI Kalsel, Tidak Ada Kata Terlambat Sukses Menyusui

Ilustrasi, ibu menyusui. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Selatan tidak ketinggalan merayakan Pekan Menyusui Sedunia yang digelar setiap awal Agustus. Ketua AIMI Kalsel Rizsa Hasan Aman yang akrab disapa Ica mengatakan, hal ini sebagai peringatan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menyusui.

“Mudah-mudahan dengan pekan menyusui sedunia ini, kita jadi lebih aware dan sadar kalau menyusui itu sangat penting,” ucap Ica kepada apahabar.com belum lama ini.

Menyusui ucapnya, bukan hanya sekedar memerah ASI dan memberikannya kepada sang anak. Namun keterlibatan ibu dan ayah juga berperan dalam sukses menyusui.

Tidak hanya ditujukan bagi ibu yang sukses menyusui, namun peringatan ini juga ditujukan kepada para ibu yang gagal atau mengalami kesulitan saat memberikan ASI. Melalui bantuan konselor, AIMI Kalsel berharap kesadaran para orangtua lebih meningkat lagi akan pentingnya menyusui.

“Jangan berkecil hari karena ada konselor yang Insya Allah dapat membantu tantangan yang dihadapi ibu dan ayah. Lewat pekan menyusui sedunia, semoga gaungnya lebih terdengar lagi,” pesannya.

Selain memegang jabatan ketua daerah, Ica juga aktif terlibat sebagai seorang konselor. Sebelumnya, ia telah menjalani pelatihan konseling menyusui selama 40 jam dengan modul dari WHO dari dua penyelenggara pelaksana yaitu Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) dan Perhimpunan Perinatologi Indonesia (PERINASIA).

“Pelatihan itu untuk menjadi konselor menyusui yang tugasnya mengkonseling ibu-ibu. Memberikan informasi yang benar dan akurat untuk memotivasi mereka,” jelasnya.

Keluhan terbanyak yang ia terima adalah seputar bingung puting. Menurut Ica, hal tersebut terjadi akibat dari penggunaan dot.

“Keluhan paling banyak ya itu, ada juga yang ASI tidak keluar atau drop. Biasanya dilakukan relaktasi atau sekedar konseling,” paparnya

Tidak hanya memberikan konseling, namun AIMI Kalsel juga mendorong kembali para ibu yang merasa gagal atau sempat berhenti menyusui melalui proses Relaktasi.

“Jadi ada tips dan triknya, memang relaktasi ini proses yang lumayan berat dan niatnya harus kuat,” kandasnya.

Dari beberapa kasus, walau berhenti menyusui dalam waktu yang lama dapat dikembalikan lewat proses relaktasi. Di Banjarmasin sebutnya, juga sudah ada beberapa dokter yang membantu relaktasi secara penuh.

“Ada yang anaknya sudah umur 11 bulan, ada juga ibu yang mengadopsi anak, bahkan nenek kepada cucunya. Semua bisa kembali menyusui,” ungkapnya.

Terbentuk sejak 21 September 2013, AIMI Kalsel hadir sebagai organisasi non profit yang berupaya menggaungkan gerakan sukses menyusui bagi ibu dan ayah. Sebabnya, pemerintah dan semua elemen masyarakat diharapkan untuk bisa mendukung gerakan ini.

Ada dua rangkaian acara yang digelar AIMI Kalsel dalam memperingati pekan menyusui sedunia tahun 2019. Pertama, Kelas menyusui bagi tenaga kesehatan yang telah digelar di Aula RSUD Ulin Banjarmasin, Sabtu (3/8). Kedua, Seminar Empowering Family dengan tema berdayakan keluarga untuk bisa menyusui, digelar di Aula Kayuh Baimbai, Sabtu (10/8) nanti.

“Kalau kelas menyusui, materinya dari bayi baru lahir hingga menyapih. Jadi bagaimana nanti tenaga kesehatan membantu ibu yang menemukan tantangan,” paparnya.

Selanjutnya, seminar sekaligus akan ada penandatanganan nota kesepahaman dan komitmen dukungan menyusui bersama sejumlah pihak terkait.

“Ada penandatanganan MoU dari PKK Kota Banjarmasin. Lalu penandatanganan komitmen menyusui ada sekitar 19 orang, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan kota Banjarmasin, Wali Kota, ketua PKK, MUI, Kemenag, PWI, dan beberapa elemen masyarakat,” sebutnya

Ica menilai dukungan pemerintah terhadap gerakan menyusui sejauh ini sudah cukup bagus. Hal itu ditandai dengan dihadirkannya ruang laktasi ramah bagi ibu di beberapa fasilitas umum.

“Ruang laktasi sudah ada seperti di Mall, Airport, perkantoran, juga tempat bermain anak. Sudah mulai ada, walau belum semua. Pelan-pelan kita terus menggaungkan,” ujarnya.

apahabar.com

Ketua AIMI Kalsel, Rizsa Hasan Aman
Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Baca Juga: Kisah Rizsa Hasan Aman; Bentuk AIMI Kalsel dari Pengalaman Gagal Menyusui

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

May Day 2020 di Kalsel: Buruh Tetap Aksi, Apindo Imbau PSBB
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Bakumpai, Rumah Kades Ikut Ludes
apahabar.com

Kalsel

Banjir Reda, Warga Tapin Waspada DBD Mematikan
apahabar.com

Kalsel

Ketatkan Protokol, Masjid Agung Tanbu Gelar Salat Id
apahabar.com

Kalsel

BNN Gelar Pemberdayaan Alternatif Pengembangan Wirausaha Bagi Masyarakat di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Catat Janji Bartman di Pilkada 2020
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Jalan Sulawesi, 1 Penghuni Rumah Luka Bakar Serius

Kalsel

Sejumlah Masjid di Tapin Belum Siap Laksanakan Salat Jumat Hari ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com