3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Akses Darat Dorong Pengembangan Bisnis di Kalimantan

- Apahabar.com Selasa, 27 Agustus 2019 - 15:25 WIB

Akses Darat Dorong Pengembangan Bisnis di Kalimantan

Maket Ibu Kota Baru. Foto-Kementerian PUPR

apahabar.com, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan pemindahan kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur.

Pemindahan itu dinilai akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan dunia usaha di Kalimantan. Termasuk di Kalimantan Selatan. Apalagi didukung dengan kemudahan akses transportasi darat yang menghubungkan seluruh provinsi di Tanah Borneo tersebut.

“Ini didukung konektivitas transportasi darat, laut dan udara yang tak terlalu jauh. Bahkan, berada di tengah-tengah Indonesia,” ucap mantan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Pusat, Endang Kesumayadi kepada apahabar.com, Selasa siang.

Akses transportasi darat bukan hanya menghubungkan antar provinsi di Kalimantan, namun juga lintas negara. Seperti Malaysia-Brunei Darussalam.

“Sehingga bisnis sektor infrastruktur dan sumber daya alam sangat potensial,” ujarnya. Misalnya, ekspor batu bara dan kelapa sawit ke Malaysia. Bisa juga hasil perkebunan lainnya, seperti jahe dan lainnya.

“Pastinya populasi pembangunan pasti bergerak sangat signifikan,” tegasnya.

Bukan hanya dari sisi bisnis, pemindahan ibu kota juga akan berdampak terhadap kultur dan struktur masyarakat Kaltim.

“Masyarakat Kaltim harus merubah kulturnya, karena sudah menjadi ibu kota negara,” katanya.

Kaltim harus bisa menerima semua etnis yang ada di seluruh tanah air. Baik secara nasional maupun internasional.

“Karena dubes seluruh dunia beserta staf jajaran akan berada di Kaltim,” bebernya.

Kemudian, dari sisi pelayanan mesti sudah berstandar nasional dan internasional. Sehingga aparatur pemerintah harus bersiap diri.

“Dampak positif dan negatif harus segera diproteksi aparatur pemerintah, masyarakat serta dunia usaha,” pungkasnya.

Baca Juga: Bang Dhin: Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim Bagus untuk Tanah Bumbu

Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Pengamat: Masyarakat di Kalimantan Bisa Lebih Heterogen

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dampak Larangan Mudik, Konsumsi BBM Diperkirakan Turun 20 Persen
apahabar.com

Ekbis

Siasat Pelindo III Antisipasi Kenaikan Arus Peti Kemas
apahabar.com

Ekbis

Terikat Utang Online Abal-abal, Korban Disuruh Jual Ginjal
apahabar.com

Ekbis

Pemilu 2019, Penumpang Pesawat via Bandara Syamsudin Noor Turun
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Akan Resmikan Ekspor Perdana Isuzu Traga
apahabar.com

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi, BI Kalsel Terapkan Holding Pesantren
apahabar.com

Ekbis

Gapki: Ekspor Minyak Sawit Indonesia Naik 13 Persen pada September
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Menguat, Didukung Sentimen Global Ekonomi AS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com