apahabar.com
Suasana penyaluran pinjaman kemitraan kepada 32 UMKM oleh PT Angkasa Pura I (Persero) cabang Bandar udara Syamsuddin Noor di Ruang Rapat Kayuh Baimbai, Kantor Administrasi Bandar Udara Syamsudin Noor. Jumat, (16/8). Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – PT Angkasa Pura I (Persero) cabang Bandar Udara Syamsuddin Noor salurkan ratusan juta pinjaman kemitraan kepada 32 UMKM di Ruang Rapat Kayuh Baimbai, Kantor Administrasi Bandar Udara Syamsudin Noor, Jumat (16/8/219).

Hal ini disampaikan oleh General Manager PT Angkasa Pura I, Indah Preastuty. Menurutnya, penyaluran pinjaman kemitraan ini adalah tahap yang ke II tahun 2019 kepada 32 calon mitra binaan dengan total pinjaman sebanyak Rp721.500.000.

“Awalnya kegiatan ini dari tahun 1992, dan sampai saat ini ada Rp28 miliar total dananya. Sampai saat ini sudah setengahnya tersalurkan,” ujarnya.

Penyaluran dana pinjamaan kemitraan hari ini diperuntukkan pada sektor industri senilai Rp138.500.000 untuk 7 mitra binaan, sektor perdagangan senilai Rp228.000.000 untuk 8 mitra binaan, sektor pertanian senilai Rp25.000.000 untuk 1 mitra binaan, dan sektor perkebunan senilai Rp300.000.000 untuk 14 mitra binaan dan sektor jasa senilai Rp30.000.000 untuk 2 mitra binaan.

“Paling banyak sektor perkebunan, ya karena program rutin dalam pekerjaannya adalah peduli terhadap lingkungan,” sambungnya.

Dari total 32 mitra binaan tersebut, ada 9 orang mitra lanjutan dan ada 23 orang mitra baru.

Untuk diketahui, kata Indah, tidak ada batasan untuk penyaluran pinjaman kemitraan oleh PT Angkasa Pura ini.

“Untuk seluruh Kalsel, tergantung jenis usaha mereka dan pengajuan proposalnya, baru kita menseleksi, evaluasi, dan verifikasi,” jelasnya.

Indah berharap agar para pelaku usaha dapat memanfaatkan pinjaman sebaik mungkin sehingga usaha dapat berkembang, tangguh, dan mandiri.

“Semoga pengembalian angsuran lancar, sehingga dana dapat diputar untuk pengusaha lain yang membutuhkan tambahan modal, juga semoga sukses dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar,” katanya.

Dengan merasa bersyukur, salah seorang penerima bantuan kemitraan, Dewi mengatakan telah terbantu selama 5 tahun terakhir.

“Saya jualan, bergerak di bidang kuliner, menjualnya fresh. Saya menginovasi dengan memproduksi tepung bumbu yang sudah jadi dan dijual ke mini market dan pasar tradisional,” ujarnya.

Lewat pelatihan dan wawasan yang diberikan, dapat memberinya ilmu dan keberhasilan

“Kami berinovasi terus untuk memuaskan konsumen, meminjam untuk tambahan modal dam menambah outlet yang ada,” tutupnya.

Baca Juga: Meriahnya Karasminan Budaya Seribu Sungai di Taman Budaya   

Baca Juga: Usai Nobar Pidato Kenegaraan Jokowi, Nadjmi Adhani Tersenyum

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini