Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Badan BPOM HSU Temukan Garam Tidak Standar 

- Apahabar.com Kamis, 15 Agustus 2019 - 10:11 WIB

Badan BPOM HSU Temukan Garam Tidak Standar 

Badan POM HSU memeriksa kandungan garam yang ada di pasar tradisional Paringin, Kabupaten Balangan.Foto-apahabar.com/Agus Suhadi

apahabar.com, PARINGIN – Berupaya mendukung penurunan stunting, Kantor Badan BPOM Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan Kegiatan Operasi Terpadu Pangan Fortifikasi Garam Beryodium di Pasar Tradisional Paringin dan Pasar Modern Adaro Balangan, Rabu (14/8/2019) kemarin.

Kantor Badan BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Balangan menguji 8 sampel garam dengan menggunakan yodium. Hasilnya, 1 sampel garam mempunyai kadar kurang dari 30 ppm.

Bambang Heri Purwanto selaku Kepala Kantor BPOM di Kabupaten HSU menjelaskan, “Dari sampel yang beredar kita ambil 8 sampel dengan 6 merk yang kita uji dengan menggunakan Tes Kit Yodium. Dari 8 sampel kita dapatkan ada 1 garam yang tidak memenuhi syarat. Persyaratan garam sesuai Standar SNI yaitu 30 sampai 80 ppm, di mana dari hasil uji kami dapatkan di bawah standar atau tepatnya 27 ppm.”

Sampel yang tidak memenuhi standar akan dirujuk ke Laboratorium Balai Besar BPOM di Banjarmasin, untuk dilakukan uji ulang untuk menentukan apakah benar kandungan yodium tersebut.

“Setelah itu apabila benar ditemukan tidak memenuhi standar, maka akan diberikan teguran dan peringatan kepada industri garam tersebut” terang Bambang.

Fortifikasi yodium ini menjadi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mencegah stunting (kondisi gagal tumbuh kembang pada balita). Selain itu, hal ini juga untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk garam dalam negeri.

Baca Juga: Usulkan Garam Masuk Kebutuhan Pokok

Reporter: Agus Suhadi
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

AP I Kebut Perbaikan Plafon Terminal Baru Syamsuddin Noor
apahabar.com

Kalsel

Tanggap Darurat Bencana, Rumah Zakat Kirimkan Relawan Bantuan
apahabar.com

Kalsel

Sanca Kembang Masuk Rumah, Polisi dan Damkar Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Rumah Haji Ijai di Tabalong Terbakar, 3 Motor Jadi Arang
apahabar.com

Kalsel

Apdesi Minta Pemilihan Pembakal di HST Dipercepat
apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarmasin, Lutfi: Pemkot Wajib Salurkan Kebutuhan Pokok Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Anak Jalanan Banjarmasin Curhat Sering Diburu Aparat, Denny Indrayana: Mereka Bukan Kriminal!
apahabar.com

Kalsel

Cerita Tim Penjemputan Nelayan Kotabaru: Sempat Diadang Gelombang Tinggi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com