apahabar.com
Badan POM HSU memeriksa kandungan garam yang ada di pasar tradisional Paringin, Kabupaten Balangan.Foto-apahabar.com/Agus Suhadi

apahabar.com, PARINGIN – Berupaya mendukung penurunan stunting, Kantor Badan BPOM Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan Kegiatan Operasi Terpadu Pangan Fortifikasi Garam Beryodium di Pasar Tradisional Paringin dan Pasar Modern Adaro Balangan, Rabu (14/8/2019) kemarin.

Kantor Badan BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Balangan menguji 8 sampel garam dengan menggunakan yodium. Hasilnya, 1 sampel garam mempunyai kadar kurang dari 30 ppm.

Bambang Heri Purwanto selaku Kepala Kantor BPOM di Kabupaten HSU menjelaskan, “Dari sampel yang beredar kita ambil 8 sampel dengan 6 merk yang kita uji dengan menggunakan Tes Kit Yodium. Dari 8 sampel kita dapatkan ada 1 garam yang tidak memenuhi syarat. Persyaratan garam sesuai Standar SNI yaitu 30 sampai 80 ppm, di mana dari hasil uji kami dapatkan di bawah standar atau tepatnya 27 ppm.”

Sampel yang tidak memenuhi standar akan dirujuk ke Laboratorium Balai Besar BPOM di Banjarmasin, untuk dilakukan uji ulang untuk menentukan apakah benar kandungan yodium tersebut.

“Setelah itu apabila benar ditemukan tidak memenuhi standar, maka akan diberikan teguran dan peringatan kepada industri garam tersebut” terang Bambang.

Fortifikasi yodium ini menjadi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mencegah stunting (kondisi gagal tumbuh kembang pada balita). Selain itu, hal ini juga untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk garam dalam negeri.

Baca Juga: Usulkan Garam Masuk Kebutuhan Pokok

Reporter: Agus Suhadi
Editor: Muhammad Bulkini