Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Bagaimana Nasib Istana di Jakarta Setelah Ibu Kota Pindah ke Kaltim?

- Apahabar.com Senin, 26 Agustus 2019 - 14:45 WIB

Bagaimana Nasib Istana di Jakarta Setelah Ibu Kota Pindah ke Kaltim?

ilustrasi istana merdeka. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Jokowi telah resmi mengumumkan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kaltim.

Jakarta, kata Jokowi sudah terlalu berat menanggung beban sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat jasa, dan pusat perdagangan.

“Sebagai bangsa besar yang 74 tahun merdeka Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri ibu kota,” jelas Jokowi.

Pemerintah sendiri akan membuka opsi skema pendanaan pemindahan ibu kota dengan tukar guling. Skema tukar guling, dilansir Detik, menimbulkan pertanyaan soal nasib istana kepresidenan di Jakarta.

“Iya Indonesia punya beberapa istana, ada Istana Bogor, Cipanas, Tampaksiring. Kalau pindah, akan dibangun istana yang jadi ibu kota baru, sedangkan istana lama tetap jadi istana, tidak akan disewakan,” kata Sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam, Sabtu pekan lalu.

Praktis Istana Kepresidenan Jakarta tidak bisa disewakan sebagai kantor. Tukar guling nantinya hanya akan berlaku untuk gedung pemerintahan saja.

Untuk diketahui, sumber pendanaan membangun ibu kota nantinya akan menggunakan APBN, kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU), partisipasi swasta, dan BUMN.

Pemerintah sendiri membutuhkan dana dengan porsi 70% dari Rp 485 triliun berasal dari investasi KPBU, murni partisipasi swasta atau BUMN.

Untuk diketahui, Istana Merdeka merupakan tempat resmi kediaman dan kantor Presiden Indonesia yang letaknya menghadap ke Taman Monumen Nasional (Monas) Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Awalnya istana ini digunakan sebagai tempat kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda hingga pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Istana dengan luas sekitar 2.400 m² ini terletak satu kompleks dengan Istana Negara dan Bina Graha.

Sebelumnya, rencana pemindahan ini sempat menuai kritik dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Mereka menilai hasil kajian yang dilakukan Bappenas tak terlalu dalam.

Baca Juga: Bicara Pemindahan Ibu Kota Negara, Garin Nugroho Tatap dari Sudut Kebudayaan

Baca Juga: Dibayangi Pro-Kontra, Bupati Paser Dukung Pemindahan Ibu Kota

Baca Juga: Gubernur Kaltim Tegaskan Sikap Soal Pemindahan Ibu Kota

Baca Juga: Gubernur Kaltim: Pemindahan Ibu Kota untuk Kebutuhan Bangsa

Baca Juga: Soal Pemindahan Ibu Kota, Gubernur Kaltim: Jangan Ada Kepentingan Politik

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Vaksin Covax Gratis

Nasional

Dapat Vaksin Covax Gratis, Sri Mulayani: Kita Bisa Hemat Anggaran
apahabar.com

Nasional

Lanal Gagalkan Penyeludupan 79 Kilogram Sabu
apahabar.com

Nasional

Update Korban Tsunami Selat Sunda: 168 Orang Meninggal, 745 Terluka
apahabar.com

Nasional

22 ‘Dokter’ Gugur di Tengah Wabah Covid-19
Evakuasi Korban Banjir

Nasional

Analisis LAPAN Soal Biang Kerok Banjir Kalsel
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 Indonesia: Pasien Sembuh 3.506, Total Jadi 337.801 Orang
Jokowi Harap Proyek Penanganan Banjir Hulu Citarum Beres Tepat Waktu

Nasional

Jokowi Harap Proyek Penanganan Banjir Hulu Citarum Beres Tepat Waktu
apahabar.com

Nasional

Usai Pemakaman Soleimani, Iran Langsung Gempur Pangkalan Udara AS di Irak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com